DETAIL KOLEKSI

Usulan Perancangan Tata Letak Lantai Produksi Berdasarkan Algoritma Simulated Annealing Pada Pt Gemala Kempa Daya


Oleh : Tri Andawaty

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2006

Pembimbing 1 : Didien Suhardini

Pembimbing 2 : Ismed Abdurrachiilan

Subyek : Production management;Production scheduling

Kata Kunci : proposal planning, production layout, simulated annealing, algorithm


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2006_TA_TI_06301349_Halaman-Judul.pdf 8524.13
2. 2006_TA_TI_06301349_Bab-1.pdf 1478.86
3. 2006_TA_TI_06301349_Bab-2.pdf 13018.48
4. 2006_TA_TI_06301349_Bab-3.pdf 2128.98
5. 2006_TA_TI_06301349_Bab-4.pdf 8128.22
6. 2006_TA_TI_06301349_Bab-5.pdf 78124.21
7. 2006_TA_TI_06301349_Bab-6.pdf 1845.69
8. 2006_TA_TI_06301349_Bab-7.pdf 3447.44
9. 2006_TA_TI_06301349_Bab-8.pdf 754.38
10. 2006_TA_TI_06301349_Daftar-Pustaka.pdf 376.69
11. 2006_TA_TI_06301349_Lampiran.pdf 1187.72

P PT Gcmala Kempa Daya (GKD) merupakan perusahaan yang bergerak di industri manufak1:ur yang memproduk si Chasis Frame dan Press Part: PT GKD merupakan salah satu pemsahaan subkontrak. PT GKD sedang mcnggarap scbuah proyck dari salah satu pelanggannya yaitu Mitsubishi yang akan mcngeluarkan produk bam yaitu tmk % atau biasa discbut truk catcgori2. Untuk itu PT GKD mP.nambah jenis produk yang akan diproduksi untuk memcnuhi permintaandari Mitsubishi tersebut. Dalam menjalankan rcneana ini perlu dilakukan perhitungan atas jumlahmesin yang dibutuhkan dan aliran produksi dengan adanya produk bam tersebut.Peraneangan tata letak yang dilakukan pada tugas akhir ini bertujuan untuk menentukan jumlah kebutuhan mesin , material handling, dan operator yang dibutuhkan dalam proses produksi untuk mencapai kapasitas produksi yang ditargetkan oleh pemsahaan, selain itu juga memberikan usulan perancangan tata letak lantai produksi yang sesuai dengan kebutuhan jumlah mesin usulan dengan menggunakan Algoritma Simulated Annealing.Pada tahap awal perancangan, yang pertama dilakukan adalah membuat pcta proses opcrasi(Operation Process Chart). Kemudian membuat lembar pengurutan produksi (Routing Sheet) untuk mengetahui jumlah mesin yang dibutuhkan. Setelah itu dilakukan perhitungan luas lantai produksi dari jumlah mesin yang dibutuhkan untuk mengetahui perkiraan luas lantai produksi yang diperlukan. Tahap selanjutnya adalah pembuatan Material Handling Planning Sheet (MHPS) untuk mengetahui biaya perpindahan material handling secara teoritis dan digunakan sebagai dasar pembuatan Peta Dari - Ke (From To Chart). Tahap selanjutnya adalah pembuatan skala prioritas dan Peta Hubungan Keterkaitan (Activity Relationship Chart) untuk mengetahui hubungan kedekatan antar mesin. Dari perhitungan skala prioritas lalu dilakukan perancangan layout dengan menggunakan metode Relationship Diagramming. Sedangkan dari Pcta Hubungan Ketcrkaitan (Activity Relationship Chart) maka disusunlah layout dengan Graph Based Construction Method (GBCM). Layout Relationship Diagramming dan Graph Based Constmction Method (GBCM) ini kemudian akan digunakan sebagai layout awal I solusi awal dalam perancangan tata Jctak dengan menggunakan Algoritma Simulated Annealing. Setalah didapat hasil layout terbaik dari masing­ masing metode, maka selanjutnya dilakukan perhitungan Material Handling Evaluation 5'heet (MHES).Berdasarkan perancangan tata !etak yang dilakukan, total jumlah mesin yang dibutuhkanadalah sebanyak 71 buah mesin . Perkiraan luas lantai produksi berdasarkan jumlah mesin usulan adalah 13.I 06,62 m . Hasil dari perhitungan MHES, didapat biaya perpindahan material handling selama I bulan dengan Metode Relationship Diagramming (inflow) sebesar Rp25.971.033,44, Metode Relationship Diagramming (outflow) sebesar Rp29.308.718,33, Graph Based Constn1ction Method (GBCM) sebesar Rp27 .694.786,22, Algoritma Simulated Annealing dengan solusi awal Relationship Diagramming (inflow) scbesar Rp25 .50I.162,21, Algoritma Simulated Annealing dengan solusi awal Relationship Diagramming (outflow) scbesar Rp27.382. 814,98, dan Algoritma Simulated Annealing dengan solusi awal Graph Based Construction Method (GBCM) sebesar Rp26.585.173, 17. Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa MHES pada Algoritma simulated Annealing mengalami penurunan biaya dari solusi awal. Hal ini mcmbuktikan bahwa Algoritma Simulated Annealing memperbaiki hasil dari solusi awal tersebut menjai lebih optimum. Dan dari hasil tersebut maka pemsahaan lebih memilih untuk menggunakan Algoritma Simulated Annealing dengan solusi awal Relationship Diagramming (inflow) karena memiliki hasil MHES yang lebih kecil.

C Company Gemala Kempa Daya is a manufacturer of Chasis Frame and Press Part. GKD is one of subcontract company. The company has a project with its customer (Mitsubishi). Mitsubishi wants to produce a new product that is % truck or ca.tegori 2 truck.The company needs to increase type of product to fill with a request from its customer. Therefore, the company needs to calculate the amount of machineries required and to propose the production layout planning for the new production floor.Plan for this final project have purpose to calculate the amount of machineriesrequired, material Handling , the amount of operator and to propose the production layout planning for the new production floor with Simulated Annealing Algorithm.The first step is making operation process chart. Furthermore calculating theamount of machines , calculating a production area needed, calculating material handling cost by using Material Handlin g Planning Sheet (MHPS), the result from MHPS is used as a basis to making From To Chart (FTC) Cost, FTC inflow, FTC outflow. And then ammging inflow and outflow priority scale and Activity Relationship Chart. Based on inflow and outflow priority scale layout is constructed using Relationship Di agramming Method. And based on Activity Relationship Chart layout is constructed using Graph Based Construction Method . Reconstructing is performed to find near optimal layout using Simulated Annealing Method . After near optimal layout is found, Material Handling Evaluation Sheet (MHES) is used to evaluate the layout construct using GBCM, Relationship Diagramming Inflow, relationship Diagramming Outflow and Simulated Annealing Algorithm to find the better layout.Based on the calculation, the total machines needed to achieve the desire capacity are 71 units and the area production are need 13.106,62 m2. The calculation of MHES ior one month material handling shifting cost using Relationship Diagramming (inflow) . isRp25 .971.033,44, Relationship Diagramming (outflow) is Rp29.308.718,33, Simulated Annealing Algorithm with first solution Relationship Diagramming (inflow) l ayout is Rp25.501.162 ,21, Graph Based Construction Method (GBCM) is Rp27 .694.786,22, Simulated Annealing Algorithm with first solution Relationship Diagrammin g (outflow) layout is Rp27.382 . 814,98, Simulated Annealing Algorithm with first solution GBCM layout is Rp26.585.173, 17. From the result can approve that Simulated Annealing Algorithm improve from the first solution. Thus, the company will be better off using Simulated Annealing Method with first sol1..1tion Relationship Diagramming (inflow) layout." •

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?