DETAIL KOLEKSI

Usulan perbaikan penjadwalan pekerjaan menggunakan Hybrid Genetic Algorithm untuk meminimasi makespan di Bagian Cabinet Forming Lemari Es PT. Sharp Electronics Indonesia


Oleh : Agnes Shindisari

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2006

Pembimbing 1 : Inten Tejaasih

Subyek : Genetic algorithms;Production scheduling

Kata Kunci : improvement, suggestion, job scheduling, hybrid genetic, algorithm, minimize makespan, refrigerato


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2006_TA_TI_06302355_Halaman-Judul.pdf 6038.04
2. 2006_TA_TI_06302355_Bab-1.pdf 1285.21
3. 2006_TA_TI_06302355_Bab-2.pdf 6142.73
4. 2006_TA_TI_06302355_Bab-3.pdf 2536.47
5. 2006_TA_TI_06302355_Bab-4.pdf 5454.48
6. 2006_TA_TI_06302355_Bab-5.pdf 47676.56
7. 2006_TA_TI_06302355_Bab-6.pdf 4162.83
8. 2006_TA_TI_06302355_Bab-7.pdf 2982.05
9. 2006_TA_TI_06302355_Bab-8.pdf 4556.03
10. 2006_TA_TI_06302355_Bab-9.pdf 572.49
11. 2006_TA_TI_06302355_Daftar-Pustaka.pdf 400.9
12. 2006_TA_TI_06302355_Lampiran.pdf 51196.3

P PT. SHARP ELECTRONICS INOONESIA adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan alat-alat elektonik, salah satunya adalah lemari es. Perusahaan ini terletak di Jln. Swadaya IV, Rawa Teratai, Cakung, Jakarta Timur. Sistem manufaktur yang diterapkan oleh perusahaan adalah Make To Stock (MTS). Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan adalah penjadwalan job pada lantai produksi belum terencana secara sistematis. Hal ini sangat berdampak pada proses cabinet forming yang membutuhkan waktu paling lama dibandingkan dengan proses pemesinan lainnya. Waktu penyelesaian yang terlampau lama pada bagian cabinet forming sering menyebabkan teijadinya bottleneck pada saat akan memasuki proses perakitan. Akibatnya sering teijadi produksi yang tidak memenuhi target produksi, baik dari segi jumlab maupun waktu yang telah ditentukan.Untuk mengatasi permasalahan yang ada, pada penelitian ini kriteria optimalitas yang digunakan adalah untuk mem.inimasi makespan di bagian cabinet forming . Model penjadwalan yang diusulkan adalah Hybrid Genetic Algorithm (HGA) untuk kondisi manufaktur jlowshop . HGA's merupakan kombinasi antara Genetic Algorithm (GA) dengan Local Search. GA's terdiri dari proses inisialisasi populasi, crossover dan mutasi. Proses selanjutnya adalah Local Search I yang mengambil ide dasar dari Algoritrna Nawaz , Enscore, Ham (NEH), sedangkan Local Search II didasarkan pada metode Job Index Based Local Search.Dalam usulan model penjadwalan ini juga dibuat suatu rancangan program berbasis komputer yang bertujuan untuk mempercepat proses • perhitungan penjadwalan di perusahaan . Program ini telah diuji dengan cara membandingkan hasil perhitungan manual dengan hasil perhitungan progam. Temyata diperoleh hasil makespan dan mean flow time yang sama, sehingga dapat disimpulkan bahwa program tersebut telah valid . Oleh karena ini program ini dapat diimplementasikan oleh pihak perusahaan . Hasil perhitungan untuk penjadwalan di lantai produksi pada bulan Maret 2006 menunjukkan bahwa model penjadwalan usulan menghasilkan make.span yang lebih kecil yaitu 445.96 jam, di mana hasil penjadwalan perusahaan menghasilkan makespan 466.46 jam . Dengan demikian perbaikan yang diperoleh adalah 20.5 jam , yaitu sekitar 4.4 %. Di samping itu, hasil uji coba terhadap data dengan jumlah job yang lebih banyak menunjukkan teijadinya penurunan makespan dan mean flow time dari Algoritma NEH ke Hybrid Genetic Algorithm .

P PT. SHARP ELECTRONICS INDONESIA is electronics manufacture company, one of the product is refrigerator . This company is located at Jln. Swadaya IV, R.awa Teratai, CakWlg, Jakarta Timur. Manufacture system applied is Make To Stock (MTS). The problem faced by the company is the job scheduling in shop floor not yet planned sistematically. This kind of scheduling has most caused in cabinet forming which is the longest machine processing. The longest time spent in cabinet forming cause the bottleneck in refridgerator assembly. This problems also caused the production target cannot achieve both in size and due date.In order to overcome the problem, the optimization criteria that use is to minimizemakespan in cabinet forming. A scheduling model recommended is Hybrjd Genetic Algorithm. This algorithm's characteristics are able to be used in flowshop. HGA's is the combination beetwen Genetic Algorithm and Local Search. There are three process in GA'a which are initialize population, crossover and mutation. The next process is Local Search I which based the idea of Nawaz, Enscore and Ham Algorithm and the other side Local Search II is based on Job Index Based Local Search.In this proposed scheduling model, a scheduling programme based on computer isdesigned to make the calculation of scheduling process in the company become faster. The programme is checked by comparing the output of manual calculation and programme. The result showed that the makespan and mean flow time coWlted by two calculations were same and the programme is conclude to be valid. Furthermore, the company can implement this programme. The result showed that the proposed scheduling for March 2006 gave a better makespan at 445.96 hours, whereas the company's scheduling method gave 466.46 hours. The improvement was at 20.5 hours, that average at 4.4 %.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?