DETAIL KOLEKSI

Arahan Mitigasi Bencana Banjir Berdasarkan Tingkat Resiliensi Masyarakat Di Kelurahan Kampung Melayu


Oleh : Diah Amelia

Info Katalog

File Jurnal : 00000000000000098855.pdf

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Rahel Situmorang

Pembimbing 2 : Yayat Supriyatna

Subyek : Urban area planning - Flood disaster mitigation

Kata Kunci : flood-disaster mitigation, community resilience.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_SPW_083001500011_Halaman-Judul.pdf 623.23
2. 2019_TA_SPW_083001500011_Bab--1.pdf 442.68
3. 2019_TA_SPW_083001500011_Bab--2.pdf 538.5
4. 2019_TA_SPW_083001500011_Bab--3.pdf 444.75
5. 2019_TA_SPW_083001500011_Bab--4.pdf 540.52
6. 2019_TA_SPW_083001500011_Bab--5.pdf 973.61
7. 2019_TA_SPW_083001500011_Bab--6.pdf 214.8
8. 2019_TA_SPW_083001500011_Daftar-Pustaka.pdf 438.48
9. 2019_TA_SPW_083001500011_Lampiran.pdf 294.51

J Jakarta sebagai ibu kota Indonesia adalah salah satu kota yang rentan terhadap banjir. Dampak banjir yang ada pada saat ini dan ke depan menuntut semakin mendesaknya untuk membuat pengelolaan risiko banjir di wilayah tempat tinggal perkotaan sebagai prioritas tinggi dalam agenda politik dan kebijakan. Penelitian mengenai tingkat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana sangat penting dilakukan, sebagai upaya pencegahan terhadap timbulnya kerugian material maupun korban jiwa akibat bencana karena sering dijumpai dibanyak kejadian bahwa masyarakat lebih tinggi kesiapsiagaannya saat terjadi bencana, semakin lama jarak waktu kejadian kesiapsiagaan masyarakat menjadi berkurang dan upaya mitigasi menjadi kegiatan paling efektif dalam hal penanggulangan bencana dan kerugian harus ditekan sekecil mungkin. Metode analisis yang dilakukan adalah analisis deskriptif rata-rata dan analisis spasial. Ditemukan bahwa kapasitas yang mendominasi di masyarakat adalah kapasitas absortif, kemudian antisipatif dan terakhir adalah adaptif, gabungan antara ketiganya adalah kapasitas transformatif. Kapasitas transformatif dijadikan acuan dalam memberikan arahan mitigasi bencana, yang pertama adalah mitigasi jangka panjang yang meliputi mitigasi struktural yaitu pembangunan tanggul dan sirine bahaya banjir, serta mitigasi jangka pendek yang meliputi mitigasi non-struktural yaitu sistem peringatan dini banjir dan peningkatan peran serta masyarakat dalam mengelola sungai

J Jakarta as the capital city of Indonesia is one of the city which is susceptible to flooding. The impact of the current and future floods demands that it is increasingly urgent to make flood risk management in urban areas as a high priority on the political and policy agenda. Research on the level of community capacity in dealing with disasters is very important to do, as an effort to prevent the occurrence of material losses and casualties due to disasters because it is often found in many events that the community is more prepared in the event of a disaster, the longer the time interval for community preparedness to be reduced and mitigation efforts be the most effective activity in terms of disaster management and losses should be minimized. The analytical method used is the average descriptive analysis and spatial analysis. It was found that the capacity that dominates in the community is absorptive capacity, then anticipatory and finally adaptive, the combination of the three is transformative capacity. Transformative capacity is used as a reference in providing direction for disaster mitigation, the first is long-term mitigation which includes structural mitigation, namely the construction of flood embankments and sirens, as well as short-term mitigation which includes non-structural mitigation namely flood early warning systems and increased community participation in managing river

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?