DETAIL KOLEKSI

Evaluasi Hasil Perekahan Hidrolik Pada Sumur Nab-1


Oleh : Fazal Ridwan

Info Katalog

Nomor Panggil : 1110/TP/2019

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Abdul Hamid

Pembimbing 2 : Hari K. Oetomo

Subyek : Petroleum engineering - Hydraulic fracturing

Kata Kunci : hydraulic fracturing, net pressure, hydraulic horse power, fracture geometry, fracture conductivity,


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_TM_071001500050_Halaman-Judul.pdf 1955.31
2. 2019_TA_TM_071001500050_Bab-1.pdf 547.46
3. 2019_TA_TM_071001500050_Bab-2.pdf 1890.62
4. 2019_TA_TM_071001500050_Bab-3.pdf 643.72
5. 2019_TA_TM_071001500050_Bab-4.pdf 1631.65
6. 2019_TA_TM_071001500050_Bab-5.pdf 500.77
7. 2019_TA_TM_071001500050_Daftar-pustaka.pdf 632.04
8. 2019_TA_TM_071001500050_Lampiran.pdf 892.59

S Sumur NAB-1 yang terletak di Lapangan E-Massive yang berada di bagianTimur dari KKS Offshore North West Java (ONWJ). Wilayah kontrak kerja PHE(Pertamina Hulu Energi) ONWJ terletak di bagian lepas pantai cekungan NorthwestJava dimana cekungan Tersier asimetris berarah Barat Daya - Timur Laut terletakpada bagian tepi ujung Selatan lempeng benua Sunda yang terbentuk akhirCretaceous. Cekungan ini dapat dibagi dari Barat-Timur menjadi North SeribuThrough, cekungan Ardjuna, E-15 Graben, dan cekungan Jatibarang. Sumur NAB-1 merupakan sumur pada lapangan E-Main yang di bor pada tahun 2015. Pada awalsumur tersebut dilakukan pengujian, didapatkan bahwa lapisan prospek sumurtersebut memiliki permeabilitas 38,19 mD yang relative kecil menurut kalkulasiprediksi produksi. Bila sumur tersebut langsung diproduksikan, pay out time darisumur tersebut akan berlangsung lama karena produktivitas yang kecil, sehinggaperusahaan memutuskan untuk melakukan stimulasi pada lapisan tersebut. Jenisstimulasi yang dilakukan adalah stimulasi pada Tugas Akhir ini yaitu HydraulicFracturing.Hydraulic Fracturing atau perekahan hidrolik adalah salah satu metodeyang digunakan dalam hal stimulasi reservoir. Konsep dasar daripada perekahanhidrolik adalah membuat suatu rekahan pada lapisan produksi dalam upayameningkatkan produktivitas suatu sumur yang relative kecil karena adanyakerusakan formasi, permeabilitas yang kecil, atau deliverability sumur yangmemang rendah semenjak awal diproduksikan. Pekerjaan hydraulic fracturing inimulai banyak dilakukan semenjak pertama kali berhasil dilakukan pada tahun 1971di Kansas, Amerika Serikat. Teknologi hydraulic fracturing ini juga menjadi salahsatu penyebab dari penurunan harga minyak dunia pada tahun 2015, dikarenakanteknologi ini berhasil membuat supply minyak dunia meningkat drastis. Maka dariitu hydraulic fracturing menjadi salah satu solusi yang baik untuk meningkatkanproduktivitas dari suatu sumur.Hasil yang diharapkan dari pekerjaan ini adalah meningkatnya effectivewellbore radius pada sumur sehingga dapat menaikkan nilai productivity indexyang menjadi acuan nilai laju alir maksimum yang nantinya akan diproduksikan.Setelah dilakukannya hydraulic fracturing pada lapisan tersebut, denganperhitungan fold of increase metode Cinco-Ley, Samaneigo, dan Dominquezdidapatkan bahwa nilai productivity index meningkat sampai 4,15 kali dari nilaiproductivity index sebelumnya, dengan nilai absolute open flow potential sebesar1159,2 STB/day. Panjang dan lebar rekahan yang terbentuk bila menggunakanfluida perekah pada formasi FR-1 berturut-turut adalah sebesar 295 ft dan 0,45 inch. Fracture dimensionless conductivity sebesar 3,43. Hal ini menandakan bahwapekerjaan tersebut dinilai sukses. Dengan biaya operasi sebesar 250.000 USD danjuga laju alir produksi optimum yang meningkat menjadi 480 STB/day, biayatersebut akan terbayarkan setelah sumur tersebut 17 hari diproduksi bila dihitungdengan keekonomian sederhana.

N NAB-1 well is located in E-massive field which located in the east-side ofOffshore North West Java (ONWJ) KKS. PT. Pertamina Hulu Energi ONWJconcession territory is located on offshore North-West Java basin whereassimetrical tertiary basin north-west directed is located in the edge of southernSunda continental plate which is manifested in the end of Cretaceous. This basin isseparated from west to east becomes North Seribu Through, Ardjuna Basin, E-15Graben, and Jatibarang basin. NAB-1 is a well of E-massive field which is drilledin 2015. While this well is being tested by the end of drilling operation, the reservoirpermeability meassured of FR-1 layer is 38,19 mD which is categorized as lowpermeabilityreservoir. If this well is to be produced, long-period of pay out time ispredicted to happen due to low productivity, therefore the company decided toexecute a stimulation job in that layer. The stimulation executed is what is writtenin this Final Assignment, which is Hydraulic Fracturing.Hydraulic Fracturing is one of the methods used in terms of reservoirstimulation. The basic concept of hydraulic gluing is to make a break in theproduction layer in an effort to increase the productivity of a relatively small wellbecause of formation damage, small permeability, or the deliverability of wells thatSince the initial production. This hydraulic fracturing work started much done sinceit was first successfully conducted in the year 1971 in Kansas, United States. Thishydraulic fracturing technology is also one of the causes of the world oil pricedecline in 2015, because this technology successfully makes the world's oil supplyincreased dramatically. Therefore, hydraulic fracturing becomes one of the goodsolutions to increase the productivity of a well.The expected outcome of this work is the increase in effective wellboreradius at the well so as to increase the productivity index value of the maximumflow rate that will be later to be produced. After the hydraulic fracturing in thecoating, with the calculation of the Cinco-Ley method, Samaneigo, and Dominquezobtained that the productivity index value increased to 4,15 times from the previousproductivity index value, Absolute open Flow potential value of 1159,2 STB/day.The length and width of the tape formed when using the glued fluid in theconsecutive FR-1 formation is 295 ft and 0,45 inch. Fracture dimensionlessconductivity of 3,43. This indicates that the work was judged successfully. With theoperating cost of 250.000 USD and also the optimum flow rate of productionincreased to 480 STB/day, the fee will be paid after the well 17 days produced whencalculated with a simple economics.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?