DETAIL KOLEKSI

Hubungan Penambahan Berat Badan Ibu Hamil Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah


Oleh : Alysa Masytha Masyhudi

Info Katalog

File Jurnal : 00000000000000098947.pdf

Nomor Panggil : S 1404

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Juni Chudri

Subyek : Pregnancy - Weight;Birt - Baby's weight

Kata Kunci : weight gain in pregnant women, low birth weight infants


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_KD_03015014_Halaman-judul.pdf 966.22
2. 2019_TA_KD_03015014_Bab-1-Pendahuluan.pdf 823.06
3. 2019_TA_KD_03015014_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 1252.72
4. 2019_TA_KD_03015014_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 809.48
5. 2019_TA_KD_03015014_Bab-4-Metode.pdf 1092.87
6. 2019_TA_KD_03015014_Bab-5-Hasil.pdf 996.45
7. 2019_TA_KD_03015014_Bab-6-Pembahasan.pdf 688.6
8. 2019_TA_KD_03015014_Bab-7-Kesimpulan.pdf 682.78
9. 2019_TA_KD_03015014_Daftar-pustaka.pdf 811.44
10. 2019_TA_KD_03015014_Lampiran.pdf 1732.45

B Bayi berat lahir rendah (BBLR) tergolong bayi dengan risiko tinggi karena angkakesakitan dan kematiannya tinggi. Akibat BBLR pada anak adalah kecerdasanmenurun, pertumbuhan terganggu, immunitas rendah dan morbiditas meningkat,mortalitas meningkat, dan menyebabkan penyakit degeneratif. Data Riskesdas tahun 2013 menunjukan bahwa prevalensi BBLR di Indonesia sebesar 10,2%,dimana hanya mengalami penurunan sebesar 0,9% dari data Riskesdas tahun2010. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kenaikan berat badan ibu yang tidak memadai selama kehamilan merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap BBLR di negara-negara berkembang. Penelitian inidilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan penambahan berat badanibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah. Penelitian menggunakan studi cross sectional pada 127 ibu hamil cukup bulandengan IMT normal yang melakukan ANC dan melahirkan bayinya di RSAB Harapan Kita pada bulan Januari – Juni 2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara consecutive non probability sampling. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23.0 dan dilakukan uji Chi-Square. Dari 34 ibu hamil dengan penambahan berat badan yang kurang dari 11,5 kg, 11 diantaranya melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Hasil analisis data antarapenambahan berat badan ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah berdasarkan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna (p =0.001). Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara penambahan berat badan ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah.

B BACKGROUNDLow birth weight infants are classified as high risk infants because of it’s highmorbidity and mortality. Several effects of LBW in infants are decreased inintelligence, immunity, impaired growth, increased in morbidity, mortality, anddegenerative diseases. Riskesdas statistical result in 2013 showed that theprevalence of LBW in Indonesia was 10.2%, decreasing only by 0.9% from 2010.According to the World Health Organization (WHO), inadequate maternal weightgain during pregnancy is one of the factors that contributes to LBW in developingcountries. This study was conducted to find a relationship between weight gain inpregnant women and incidence of low birth weight infants.METHODThe study used a cross sectional approach to 127 term pregnant women withnormal BMI who performed ANC and gave birth at Harapan Kita Hospital inJanuary - June 2018. Sampling was done by consecutive non probabilitysampling. Data was processed using SPSS version 23.0 and performed Chi-Square test.RESULTSFrom 34 pregnant women who gained weight less than 11,5 kg, 11 of them hadinfants with LBW. The results of data analysis between weight gain in pregnantwomen and incidence of low birth weight infants based on the Chi-Square testshowed a significant association (p = 0.001).CONCLUSIONThis study showed a significant relationship between weight gain in pregnantwomen and incidence of low birth weight infants.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?