DETAIL KOLEKSI

Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease Pada Karyawan X


Oleh : Ammar Amran

Info Katalog

File Jurnal : 00000000000000098958.pdf

Nomor Panggil : S 1407

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Suriptiastuti

Subyek : Stomach disease - Gastroesophageal

Kata Kunci : body mass index, gastroesophageal reflux, employees


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_KD_03015017_Halaman-judul.pdf 1765.95
2. 2019_TA_KD_03015017_Bab-1-Pendahuluan.pdf 861.98
3. 2019_TA_KD_03015017_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 1029.82
4. 2019_TA_KD_03015017_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 837.52
5. 2019_TA_KD_03015017_Bab-4-Metode.pdf 1003.75
6. 2019_TA_KD_03015017_Bab-5-Hasil.pdf 870.04
7. 2019_TA_KD_03015017_Bab-6-Pembahasan.pdf 714.71
8. 2019_TA_KD_03015017_Bab-7-Kesimpulan.pdf 720.76
9. 2019_TA_KD_03015017_Daftar-pustaka.pdf 723.14
10. 2019_TA_KD_03015017_Lampiran.pdf 2020.13

G Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan keadaan melemahnya Lower Esophageal Sphincter (LES) yang mengakibatkan refluks cairan asam lambung ke dalam esophagus. Terdapat beberapa faktor seperti obat–obatan, makanan berlemak, kopi, alkohol, faktor genetik, faktor lingkungan dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Semakin tinggi nilai IMT, maka risiko terjadinya GERD juga semakin tinggi. GERD dipengaruhi pula oleh faktor genetik dan lingkungan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kenaikan indeks massa tubuh (IMT) berkaitan dengan GERD. WHO membagi kategori IMT menjadi beberapa kelompok. Seseorang dikatakan normal jika IMT 18–24,9, overweight jika IMT 25–29,9, dan obesitas jika IMT ≥30. Rancangan yang digunakan peneliti adalah jenis analitik observasional, dengan rancangan cross-sectional pada 140 Karyawan/Karyawati yang bekerja di PT Fajar Mas Murni, Bekasi Selatan. Data yang digunakan adalah data Primer di mana tiap variable diukur secara langsung dengan wawancara menggunakan kuesioner GERD - Q dan pengukuran Indeks Massa tubuh menggunakan Timbangan untuk berat badan dan menggunakan stature meter untuk tinggi badan. Didapatkan data jenis kelamin laki-laki 90 orang (64,3%) dan perempuan 50 orang (35,7%). Perhitungan Indeks Massa Tubuh didapatkan IMT 22,9 (Berat badan kurang dan Normal) 70 orang (50%) dan yang mempunyai IMT >22,9 (Berat badan lebih dan Obesitas) 70 orang (50%). dan untuk variabel GERD didapatkan hasil, 45 orang (32,1%) mengalami GERD dan 95 orang (67,9) tidak mengalami kejadian GERD. Dilakukan uji Chi-square dan menunjukan tidak adanya hubungan bermakna antara Indeks Massa Tubuh dengan GERD (p = 0,856). Tidak terdapat hubungan bermakna antara Indeks Massa Tubuh dengan kejadian Gastroesophageal Reflux Disease pada karyawan PT. Fajar Mas Murni.

G Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a weaking condition of the Esophageal Sphincter (LES) that can affect reflux of gastric acid into the esophagus. There are several factors such as drugs, fatty foods, coffee, alcohol, genetic factors, environmental factors and body mass index (BMI). The higher the BMI value, the higher the risk of GERD. GERD is also influenced by genetic and environmental factors. Many studies show an increase in body mass index (BMI) associated with GERD. WHO divides the BMI category into several groups. Normal is BMI = 18–24,9, overweight is BMI = 25–29,9, and obesity is BMI ≥30. The design is an observational analytic type, with a cross-sectional design on 140 employees of PT Fajar Mas Murni, South Bekasi. The data are Primary data where each variable is measured directly by using the GERD - Q questionnaire and measurements of the Body Mass Index was using weigher for weight and stature meters for height.RESULTSThe data obtained by sex are 90 men (64.3%) and 50 women (35.7%). The calculation of the Body Mass Index obtained BMI ≤ 22.9 (Less and Normal Weight) 70 people (50%) and those who have BMI > 22.9 (Overweight and Obesity) 70 People (50%). The GERD variables obtained 45 people (32.1%) had GERD and 95 people (67.9) had not GERD incidence. Results of Chi-Square test showed there is no significant relationship between Body Mass Index and GERD (p = 0.856). There is no significant relationship between the Body Mass Index and the incidence of Gastroesophageal Reflux Disease on employees of PT. Fajar Mas Murni

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?