DETAIL KOLEKSI

Usulan Penerapan Lean Six Sigma Berdasarkan Right The First Time (rft) Dalam Usaha Untuk Meningkatkan Performansi Proses Produksi Sepatu Adipure Trx Fg Di Pt.xyz


Oleh : Santi

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2008

Pembimbing 1 : Andri Bagio S

Pembimbing 2 : Inten Tejaasih

Subyek : Six sigma (Quality control standard);Shoe industry - Quality control

Kata Kunci : lean six sigma, production process, sepatu adipure trx fg di PT.xyz


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2008_TA_TI_06304253_Halaman-Judul.pdf 6836.62
2. 2008_TA_TI_06304253_Bab-1.pdf 1509.23
3. 2008_TA_TI_06304253_Daftar-Pustaka.pdf 485.47

P PT.XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai jenis sepatu, khususnya sepatu sport. PT.XYZ selalu memperhatikan pelayanan dan kualitas untuk para pelanggannya. Hal ini dilakukan dengan menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen dalam waktu yang relatif singkat, agar produk dapat sampai ke tangan konsumen dengan tepat waktu. Perusahaan dituntut untuk selalu melakukan continuous improvement, agar perusahaan dapat selalu belajar dan memperbaiki apa yang menjadi kekurangannya.Berdasarkan penelitian pendahuluan, permasalahan yang sedang dihad pi olehPT.XYZ adalah tingkat performansi proses produksi sepatu Adipure TRX FG yang masih rendah , yang dapat dilihat dari tingkat RFT (Right the First Time) perusahaan masih berada di bawah target 95%. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyaknya produk cacat yang harus di-rework, khususnya di bagian Assembling. Hal ini merupakan suatu pemborosan yang ' mengakibatkan rendahnya efisiensi siklus proses (process cycle efficiency). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa cacat yang paling dominan di bagian Assembling adalah cacat open bond.Berdasarkan hasil pengolahan data, diketahui bahwa efisiensi pada lini perakitanadalah sebesar 55.83%, yang menunjukkan bahwa lini perakitan ini belum seimbang. Dengan keadaan lini perakitan yang seperti ini, tingkat sigma yang diperoleh adalah 3.37. Oleh karena itu perlu dilakukan penyeimbangan lini agar performansi proses produksi dapat ditingkatkan.Berdasarkan hasil analisa, selain pengaruh dari lini yang tidak seimbang, tingkat sigma yang tidak mencapai "six sigma" ini juga dikarenakan setting pada mesin yang tidak tepat. Setelah dianalisa lebih lanjut, diketahui bahwa faktor-faktor terkt:ndali yang mempengaruhi variabel respon Gumlah produk yang cacat open bond) adalah Faktor A (tekanan marking), Faktor B (waktu press), Faktor C (tekanan press), dan Faktor D (temperatur mesin). Untuk memperoleh setting optimum dari keempat faktor ini digunakan suatu perancangan percobaan dengan menggunakan metode Taguchi.Setelah dilakukan percobaan dengan metode Taguchi, diperoleh setting optimum untuk keempat faktor tersebut adalah Faktor A dengan nilai level 1 kg, Faktor B dengan nilai level 15 detik, Faktor C dengan nilai level 45 Newton, dan Faktcr D dengan nilai level48°C.Penyeimbangan lini dilakukan dengan menggunakan 3 metode, yaitu Reversed RPW, Moddie-Young, dan COMSOAL. Setelah dilakukan pengolahan data diperoleh metode terbaik yaitu Reversed RPW dan Moddie-Young, yang mengelompokkan 50 elemen kerja ke dalam 35 stasiun kerja, dengan Line Efficiency (LE) = 79.75%, Balance Delay (BD) = 20.25%, dan Smoothness Index (SI) = 65.58, serta mengurangi jumlah operator dari 46 orang menjadi 34 orang.

P PT.XYZ is a company that produces various shoe types, especially the sport shoes. PT.XYZ always pays attention to the service and quality to all its customers. It is shown by producing in short time some products match with customer taste, in order to the products can be delivered to market punctually . The company is always demanded to do some continuous improvement , so it will always learn and improve its weaknesses.Be based on the former research , problem which is being faced by PT.XYZ is the performance level of the production process of Adipure TRX FG shoe which has low quality, which can be seen from level ofRFT (Right the First Time) company is still undergoals 95%. It shows that the number of defective products that must be rdworked, especially in the Assembling Division. This matter represents the waste that makes the low process cycle efficiency. Result of observation shows that most dominant" defect in Assembling Division is open bond defect.Be based on the• data processing result, it is known that efficiency at assembly line equals to 55.83%, it shows that line of the Assembling Division is not balanced yet. With this circumstance of assembly line, the sigma level obtained to 3.37. Therefore it isrequired to do the line balancing in order to the performance of production process can be improved.In pursuant of analyze result, beside the influence of the uneven line, sigma level which doesn't reach "six sigma" this also caused by the imprecise of the setting of machine. After the further examination, known that controlled factor influencing response variable (sum up of open bond defect products) is Factor A (pressure of marking), Factor B (time of pressure), Factor C (pressure of pressing), and Factor D (machine temperature). To obtain optimum setting from these four factors is used an attempt scheme by using Taguchi method.After conducting an experiment with this method , abtained optimum setting for the fotr factors are, Factor A with 1 kg as its level value, Factor B with 15 seconds as its level value, Factor C with 45 Newton as its level value, and Factor D with 48°C as its level value.Line balancing was done by using 3 methods, they are Reversed-RPW, Moddie­ Young, and COMSOAL. After conducting the data processing obtained a best method that are Reversed RPW and Moddie-Young, that grouped 50 work elements into 35 work station , with Line Efficiency (LE) = 79.95%, Balance Delay (BD) = 20.25%, andSmoothness Index (SI) = 65.58, and lessening operator amount from 46 people become 34people.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?