DETAIL KOLEKSI

Hubungan Kecacingan Dengan Kadar Hemoglobin Pada Anak Usia Sekolah


Oleh : Angreany Patulak

Info Katalog

File Jurnal : 00000000000000099091.pdf

Nomor Panggil : S 1411

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Machrumnizar

Subyek : Student - Helminthiasis;Health - Hemoglobins

Kata Kunci : helminthiasis, soil transmitted helminths, hemoglobin


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_KD_TA_03015023_Halaman-judul.pdf 1153.64
2. 2019_KD_TA_03015023_Bab-1-Pendahuluan.pdf 535.69
3. 2019_KD_TA_03015023_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 974.84
4. 2019_KD_TA_03015023_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 609.19
5. 2019_KD_TA_03015023_Bab-4-Metode.pdf 803.01
6. 2019_KD_TA_03015023_Bab-5-Hasil.pdf 749.75
7. 2019_KD_TA_03015023_Bab-6-Pembahasan.pdf 592
8. 2019_KD_TA_03015023_bab-7-Kesimpulan.pdf 528.54
9. 2019_KD_TA_03015023_Daftar-pustaka.pdf 625.25
10. 2019_KD_TA_03015023_Lampiran.pdf 1968.91

L Latar belakang: Prevalensi kecacingan di Indonesia pada umumnya masih sangat tinggi, terutama pada golongan penduduk yang kurang mampu, dan sanitasi lingkungan yang buruk, prevalensi kecacingan bervariasi antara 2,5% - 62%. Kecacingan mempengaruhi asupan (intake), pencernaan (digestive), penyerapan (absorbs), dan metabolisme makanan bahkan dapat mempengaruhi kadar hemoglobin secara langsung dan tidak langsung saat cacing tersebut menempel di usus. Kecacingan paling sering disebabkan oleh cacing Soil Transmitted Helminths dimana cacing ini ditularkan melalui tanah. Kejadian kecacingan di Jakarta Barat sebesar 33,20% dan paling tinggi terjadi pada anak usia sekolah dengan umur 5 – 10 tahun karena seringnya kontak dengan tanah yang mungkin telah terkontaminasi dengan telur cacing infektif.Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional untuk mengetahui hubungan kecacingan dengan kadar hemoglobin. Sampel diambil dari 107 anak pada kelas 1 dan 2 SD dengan metode consecutive sampling, sampel feses diperiksa dengan metode sedimentasi menggunakan centrifuge dan kadar hemoglobin diperiksa menggunakan portable hemoglobinometer dengan finger prick lalu di analisis dengan uji statistik Fisher ExactHasil : Responden yang positif kecacingan pada penelitian ini sebesar (5.6%) dengan kadar hemoglobin <11.5g/dL (1,9%) dan nilai p 0,015 (p<0,05)Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kecacingan dengan kadar hemoglobin pada anak usia sekolah

B Background: In general the prevalence of helminthiasis in Indonesia is still very high, especially in poverty area, and poor sanitation, the prevalence of helminthiasis varies between 2.5% - 62%. Worms can affect the intake, digestion, absorption, and metabolism of food and can even directly and indirectly affect hemoglobin levels when the worm attaches to the intestine. Helminthiasis are most often caused by Soil Transmitted Helminths worms where these worms are transmitted through the soil. Worm infections in West Jakarta amounted to 33.20% and the highest occurred in school-aged children aged 5 - 10 years because of frequent contact with land that might have been contaminated with infective worm eggs.Method:This study was descriptive with a cross-sectional approach to determine the relationship of helminthiasis with hemoglobin levels. Samples were taken from 107 children in grade 1 and 2 elementary school with consecutive sampling method, faecal samples were examined by sedimentation method using centrifuge and hemoglobin levels were examined using a portable hemoglobinometer with finger prick then analyzed with Fisher’s Exact TestResults: The number of respondents with worm positive at this study was (5.6%) with a hemoglobin level <11.5 g / dL (1.9%) and p value of 0.015 (p <0.05)Conclusion: It can be concluded that there is a significant relationship between helminthiasis and hemoglobin levels in school-aged children

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?