DETAIL KOLEKSI

Kajian kualitas air tanah dan sebaran bakteri coliform di Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan


Oleh : Fadhila Afifah

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Melati Ferianita Fachrul

Pembimbing 2 : Diana Irvindiaty Hendrawan

Subyek : Enviromental management - Water quality

Kata Kunci : escherichia coli, pollution, groundwater, most probable number, septic tank, total coliform


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_STL_082001300018_Halaman-judul.pdf 2071.06
2. 2019_STL_082001300018_Bab-1.pdf 187.34
3. 2019_STL_082001300018_Bab-2.pdf 241.97
4. 2019_STL_082001300018_Bab-3.pdf 384.9
5. 2019_STL_082001300018_Bab-4.pdf 1823.95
6. 2019_STL_082001300018_Bab-5.pdf 176.55
7. 2019_STL_082001300018_Daftar-Pustaka.pdf 363.05
8. 2019_STL_082001300018_Lampiran.pdf 371.5

T Total coliform dan Escherichia coli (E. coli) adalah bakteri yang keberadaannya dapat diindikasikan dari air yang terkontaminasi oleh kotoran manusia atau hewan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan distribusi total coliform dan E. coli sebagai indikator biologis dalam air tanah yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, (6 ° 14 '37,039 "S106 ° 48' 0,504" E). Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel terdiri dari 24 titik yang diambil pada Bulan Agustus dan Oktober 2017 di Kecamatan Kebayoran Baru. Penentuan titik pengambilan sampel diklasifikasikan berdasarkan PermenPUPR No. 7 tahun 2013. Tingkatperumahan dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu Rumah Mewah, Rumah Menengah dan Rumah Sederhana. Kehadiran total coliform dan E. coli dihitung menggunakan metode Most Probable Number. Hasil Kualitas Air tanah jika mengacu pada Baku Mutu PP No. 82 Tahun 2001, di keseluruhan titik sampel Kecamatan Kebayoran Baru tidak layak dikonsumsi secara langsung karena mengandung Bakteri Coliform dimana jumlah coliform tertinggi pada Bulan Oktober terdapat di titik 1, 4, 7 dan 23 sebesar 1100 MPN/100 ml dimana baku mutu yang ditetapkan adalah 1000 MPN/100 ml untuk kelas 1 dan jumlah coliform terendah untuk Bulan Agustus terdapat pada titik 8, 18 dan 21 dengan nilai 6 MPN/100 ml dan untuk Bulan Okober terdapat pada titik 24 dengan nilai 9 MPN/100 ml. Titik sampling yang mengandung Bakteri E. coli tertinggi terdapat pada titik 4 dengan nilai 257 MPN/100 ml untuk Bulan Agustus dan 290MPN/100 ml untuk Bulan Oktober. Dari data yang diambil dapat dianalisis bahwa terdapat hubungan yang lemah antara jumlah coliform maupun Bakteri E. coli di dalam air tanah dengan jarak tangki septik maupun dengan kedalaman sumur dimana hubungan tersebut menandakan korelasi antara hubungan tersebut kecil. Pada penelitian ini menunjukkan adanya korelasi antara coliform dengan kedalaman sumur yaitu pada Bulan Oktober sebesar 0,29 dan pada Bulan Agustus sebesar 0,34. Korelasi antara coliform dengan jarak antara sumur dengan tangki septik yaitu pada Bulan Oktober sebesar 0,33 dan pada Bulan Agustus sebesar 0,35. Dari hasil nilai R2 yang didapat maka dapat disimpulkan bahwa korelasi antara jumlah coliform dengan kedalaman sumur maupun jarak antara sumur dengan tangki septik adalah lemah karena berada pada kisaran 0,21 – 0,40. Korelasi antara jumlah E. coli dengan kedalaman sumur yaitu pada Bulan Agustus sebesar 0,19 dan pada Bulan Oktober sebesar 0,20 dimana hubungan tersebut bersifat sangat lemah karena berada di kisaran 0,01 – 0,20. Terdapat pula korelasi antara jumlah E. coli dan jarak sumur terhadap tangki septik pada Bulan Agustus sebesar 0,33 dan pada Bulan Oktober sebesar 0,35 dimana korelasinya juga bersifat lemah. Persebaran E. coli berdasarkan peta yang dibuat menggunakan perangkat lunak ArcGIS dimana perbandingan persebaran antara kedua periode tidak terlalu terlihat karena didapat nilai MPN pada kedua periode tidak terlalu berbeda. Peta distribusi yang didapatkan dapat digunakan untuk pengelolaan kualitas lingkungan untuk pemerintah.

T Total coliform and Escherichia coli (E. coli) are bacteria which the presence can be indicated from water contaminated by human or animal feces. The purpose of this study is to determine the distribution of total coliform and E. coli as a biological indicator inside groundwater, located in Kebayoran Baru, South Jakarta, (6° 14' 37.039" S 106° 48' 0.504"E). The method used for sampling consists of 24 sampling points which was taken in August and October 2017. Determinations of sampling points are classified based on PermenPUPR No. 7 2013, they are, namely with Luxurious Settlement, Average Settlement and Seedy Settlement. The presence of total coliform and E. coli is calculated using Most Probable Number (MPN) method. If we refer to PP No. 82 of 2001 for the groundwater quality result in all sample points of Kebayoran Baru Subdistrict, the water in this area not suitable for direct consumption because they contain Coliform bacteria where the highest number of coliforms in October were at points 1, 4, 7 and23 at 1100 MPN / 100 ml where the specified quality standard is 1000 MPN / 100 ml for class1and the lowest number of coliforms for August were at points 8, 18 and 21 with a value of 6MPN / 100 ml and for October there is at point 24 with a value of 9 MPN / 100 ml. The samplingpoint containing the highest E. coli bacteria was at point 4 with a value of 257 MPN / 100 ml for August and 290 MPN / 100 ml for October. From the data taken it can be analyzed that there is a weak relationship between the number of coliforms and E. coli bacteria in ground water with the distance of the septic tank and with the depth of the well where the relation indicates the correlation between the two is small. In this study, there was a correlation between coliforms and depth of wells, which was 0.29 in October and 0.34 in August. The correlation between coliform with the distance between the well with the septic tank is 0.33 in October and 0.35 in August. From the results of R2, it can be concluded that the correlation between the number of coliforms with depth of wells, the distance between wells and septic tanks is weak because it is in the range of 0.21 - 0.40. The correlation between the amount of E. coli with the depth of the wells is 0.19 in August and 0.20 in October where the correlation is very weak because the range of 0.01 - 0.20. There is also a correlation between the amount of E. coli and the distance of the well to the septic tank in August of 0.33 and in October of 0.35 where the correlation is also weak. Distribution of E. coli based on the maps made using ArcGIS software where the comparison between the two periods is not very different because the MPN values obtained in the two periods are not too different. The distribution map obtained can be used for environmental quality management for the government.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?