DETAIL KOLEKSI

Perencanaan Teknis Operasional Pengumpulan Dan Pengangkutan Sampah Di Kecamatan Bogor Selatan


Oleh : Muhamad Afifaldi

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Dwi Indrawati

Pembimbing 2 : Pramiati Purwaningrum

Subyek : Refuse and refuse disposal - Transportation - Bogor

Kata Kunci : operational technical, solid waste collection, solid waste transport


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_STL_08212039_Halaman-judul.pdf 1770.66
2. 2019_TA_STL_08212039_Bab-1.pdf 117.72
3. 2019_TA_STL_08212039_Bab-2.pdf 842.18
4. 2019_TA_STL_08212039_Bab-3.pdf 409.31
5. 2019_TA_STL_08212039_Bab-4.pdf 305.83
6. 2019_TA_STL_08212039_Bab-5.pdf 3684.61
7. 2019_TA_STL_08212039_Bab-6.pdf 772.19
8. 2019_TA_STL_08212039_Bab-7.pdf 149.63
9. 2019_TA_STL_08212039_Daftar-pustaka.pdf 134.96
10. 2019_TA_STL_08212039_Lampiran.pdf 1106.27

M Menurut data Dinas Kebersihan Kota Bogor Tahun 2018, terdapat beberapa kecamatan yang masih memiliki capaian persentase pelayanan sampah dibawah target yang ditentukan oleh Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 yaitu sebesar 70% di tahun 2025. Tujuan dari perencanaan ini adalah untuk melakukan evaluasi kondisi eksisting dan merencanakan teknis operasional pengumpulan dan pengangkutan sampah di Kecamatan Bogor Selatan untuk periode 2019 sampai dengan 2038. Perencanaan ini dilakukan dengan melakukan pengamatan lapangan, penyebaran kuisoner dan analisis data sekunder . Dari kondisi eksisting didapatkan persentase tingkat pengangkutan sampah sebesar 47% dengan jumlah penduduk sebanyak 95.900 jiwa dan timbulan sampah sebesar 359,6 m3/hari. Pola pengumpulan dan pengangkutan sampah terdiri dari pola individual langsung (22%) dengan unit pengumpul dan pengangkut berupa dump truk (8 m3), pola individual tidak langsung (24%) dengan unit pengumpul berupa gerobak dorong (1 m3), dan pola komunal langsung (54%) dengan unit pengangkut berupa dump truk (8 m3) dan armroll. Komposisi sampah di Kecamatan Bogor Selatan didominasi sampah organik (81%). Proyeksi jumlah penduduk terlayani pada tahun 2019 adalah 101.169 jiwa dengan timbulan sampah sebesar 379,3 m3/hari. Total peningkatan persentase pelayanan sampah di akhir tahun perencanaan ditargetkan sebesar 90% dengan scenario pola pengumpulan dan pengangkutan terpilih. Perencanaan direncanakan dengan dua (2) alternatif, yaitu alternatif satu (1) dengan penambahan kendaraan angkut berupa compactor truk (5 m3), dan alternatif dua (2) tanpa compactor truk. Pada alternatif terpilih (alternatif satu (1)) hingga akhir tahun perencanaan didapati kebutuhan alat pengumpul berupa gerobak dorong sebanyak 170 unit, dan kendaraan angkut berupa dump truck sebanyak 24 unit, armroll sebanyak 22 unit, dan compactor truck sebanyak 36 unit. Alternatif satu (1) dipilih berdasarkan keunggulan compactor truck dibandingkan dump truck dalam pengumpulan dan pengangkutan sampah komunal.

A According to Bogor City Sanitary Office 2018, there are some district at Bogor that have solid waste service percentage achievement below goal from PP No 97/2017 that is 70%. This planning purposes are to evaluate existing condition and solid waste collection and transport operational technical planning at South Bogor District for 2019 until 2038 period. This planning is done by field observation, questionnaire spreading, and secondary data anylisis. From eixisting condition is acquired service level percentage 47% with total populatin 95.900 person and solid waste 359,6 m3/day. Solid waste collection and transport pattern consist of 22% direct individual with dump truck (8 m3), 24% indirect individual with pushing cart (1 m3) and 54% direct communal with dump truck and armroll. Solid waste composition at South Bogor District dominated by organic waste of 81%. Population projection of 2019 is 101.169 person and solid waste 379,3 m3/day. Solid waste service improvement for short term (2019-2022) is 9 %, mid term (2023-2028) is 13 %, and long term (2029-2038) is 21% in 2038. There are 2 alternatif for this collection and transport operational technical planning, which is alternatif 1 with compactor (5 m3) and alternatif 2 without compactor. Detailed unit of solid waste collection and transport in the end of planning years for alternatif 1 is obtained 170 unit pushing cart, 44 unit container, 24 unit dump truck, 22 unit armroll and 36 unit compactor truck. Meanwhile alternatif 2 is obtained 170 unit pushing cart, 44 unit container, 24 unit dump truck, 22 unit armroll. Total of operational cost for alternatif 1 is Rp.66.950.360.000 and alternatif 2 is Rp.64.364.960.000 which alternatif 2 is chosen because it has lower operational cost

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?