DETAIL KOLEKSI

Hubungan masa premenstruasi dengan perubahan psikologis pada perempuan usia reproduktif


Oleh : Anggi Miranda Tanjung

Info Katalog

Nomor Panggil : 618.172 Tan h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Elly Herwana

Subyek : Premenstrual syndrome;Women - Psychology

Kata Kunci : premenstruation period, psychological symptoms


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_KD_03010031_Halaman-Judul.pdf 1774.44
2. 2014_TA_KD_03010031_Bab-1-Pendahuluan.pdf 563.5
3. 2014_TA_KD_03010031_Bab-2-Tinjauan-Literatur.pdf 771.87
4. 2014_TA_KD_03010031_Bab-3-Kerangka-Konsep.pdf 541.77
5. 2014_TA_KD_03010031_Bab-4-Metode.pdf 589.54
6. 2014_TA_KD_03010031_Bab-5-Hasil.pdf 537.14
7. 2014_TA_KD_03010031_Bab-6-Pembahasan.pdf 558.54
8. 2014_TA_KD_03010031_Bab-7-Kesimpulan.pdf 527.06
9. 2014_TA_KD_03010031_Daftar-Pustaka.pdf 540.61
10. 2014_TA_KD_03010031_Lampiran.pdf 1971.03

P Pada masa premenstruasi, yaitu sekitar 7 hari sebelum menstruasi, seringkali terjadi perubahan psikologis pada perempuan. Perubahan ini disebut sebagai sindrom premenstruasi (SPM). Penderita SPM sangat banyak jumlahnya,terutama wanita usia produktif. Intensitas gejala SPM dipengaruhi oleh banyak hal, seperti waktu mengalaminya (sebelum atau saat menstruasi), usia, indeksmassa tubuh, dan aktivitas fisik. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara masa premenstruasi dengan gejala psikologis pada perempuan usia produktif. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan desain potong silang yang mengikutsertakan 103 mahasiswi fakultas kedokteran Universitas Trisakti. Data dikumpulkan mulai November-Desember 2013, dengan wawancara menggunakan kuesioner. Variabel bebas dari penelitian ini adalah masa premenstruasi dan variabel tergantungnya adalah gejala psikologis. Analisis data dengan menggunakan SPSS versi 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara masa premenstruasi dengan gejala psikologis (p = 0,002). Hal tersebut membuktikan bahwa pada masa premenstruasi (7 hari sebelum menstruasi)berpengaruh dengan gejala psikologis SPM yang lebih berat dibandingkan pada saat menstruasi. Akan tetapi, untuk faktor lainnya seperti usia, IMT, dan aktivitas fisik tidak berhubungan dengan gejala psikologis SPM. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara masa premenstruasidengan gejala psikologis pada perempuan usia produktif. Namun, usia, IMT, dan aktivitas fisik tidak berhubungan dengan gejala psikologis SPM.

I In premenstruation period (7 days before menstruation), most women happen to feel the changes in their body and mind. It’s called premenstruation syndrome(PMS). The prevalence of PMS is very high especially among women in productive age. The intensity of PMS is affected by many factors, like the period(before or during menstruation), age, body mass index, and physical activity. This study was conducted to see if there is a correlation between premenstruation period and psychological symptoms in productive-aged women. A cross-sectional analytical observational study was conducted, involving 103 medical students in Trisakti University. Data was collected in November-December 2013, by questionnaire-based interviews. The independent variable of this study is premenstruation period and the dependent variable is psychological symptoms. Data analysis was performed using SPSS version 17.0. The result of the analysis showed that there is a positive and significant correlation between premenstruation period with psychological symptoms (p =0,002). It proves that when 7 days before menstruation occurs, most women have more severe symptoms than during menstruation. But, other factors such as age,BMI, and physical activity don’t have a significant correlation with psychological symptoms. This study revealed that time/period (before or during menstruation) affects the intensity of psychological symptoms. But, there is no significant correlation between ages, BMI, and physical activity with psychological symptoms.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?