DETAIL KOLEKSI

Hubungan ngemil pada saat menonton televisi dengan status gizi pada remaja


Oleh : Kristian Ernawati Silaban

Info Katalog

Nomor Panggil : S 800

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Muchtar

Subyek : Teenager - Nutrition

Kata Kunci : snacking, nutritional status, adolescent


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_KD_03012143_Halaman-judul.pdf 1521.98
2. 2016_TA_KD_03012143_Bab-1-Pendahuluan.pdf 789.16
3. 2016_TA_KD_03012143_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 1120.05
4. 2016_TA_KD_03012143_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 999.59
5. 2016_TA_KD_03012143_Bab-4-Metode.pdf 920.53
6. 2016_TA_KD_03012143_Bab-5-Hasil.pdf 1031.52
7. 2016_TA_KD_03012143_Bab-6-Pembahasan.pdf 986.22
8. 2016_TA_KD_03012143_Bab-7-Kesimpulan.pdf 767.18
9. 2016_TA_KD_03012143_Daftar-pustaka.pdf 1034.99
10. 2016_TA_KD_03012143_Lampiran.pdf 1626.18

D Di zaman modern seperti ini televisi adalah bentuk sarana informasi yang sangat akrab di masyarakat. Menonton televisi telah menciptakan berbagai penyakit sosial termasuk menciptakan pelajar pasif yang sulit untuk berkonsentrasi dalam belajar yang akan menyebabkan menurunnya nilai ujian, aktifitas yangkurang yang dapat menyebabkan obesitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan ngemil pada saat menonton televisi dengan status gizi. Penelitian menggunakan pendekatan secara cross-sectional dilakukan kepada semua siswa siswi remaja sekolah agama HKBP Purwakarta. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2016. Data dikumpulkan dengan pengisian kuesioner yang meliputi karakteristik responden dan kuesioner tentang frekuensi ngemil, kemudian dilakukan pemeriksaan berat badan dan tinggi badan oleh peneliti. Analisis data dengan menggunakan SPSS for Windows versi 20 dengan tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya 0,05. Sebagian besar responden memiliki ngemil saat menonton televisi 85,7%, sedangkan 61,4% responden memiliki frekuensi ngemil yang tinggi. Responden yang memiliki frekuensi ngemil yang tinggi memiliki status gizi normal 42,9% (p=0,154). Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisa yang dilakukan peneliti, didapatkan hasil tidak terdapat hubungan antara ngemil pada saat menonton televisi dengan status gizi.

T The Background of Problem In modern times like this television is a form of facilities information that is familiar in the community. Watching television has created various social malfunction including created students passive that is hard to concentrate in learning that will cause the decline in test scores , activity less that can cause obesity. This study was conducted to determine snacking relations at the time watching television with nutritional status. The Methods This research using cross-sectional approach be made to all students adolescent religious schools hkbp purwakarta. The data collection was done in December 2016.The data collected by filling a questionnaire that includes the characteristics of respondents and a questionnaire about frequency snacking, then examination weight and height by researchers. The data analysis using SPSS for Windows version 20 with a significance level used as 0.05.The Research Result Most respondents having snacking while watching television 85,7 % , while 61,4 % respondents have snacking high frequency .Respondents have snacking high frequency having status normal nutrition 42,9 % ( p = 0,154 ) Conclusion Based from the investigation and from the result of the analysis that done by the researcher, showed that there are no correlation between snacking at the time watching television with nutritional status.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?