DETAIL KOLEKSI

Analisis keekonomian skema PSC gross split lapangan perpanjangan offshore dengan dan tanpa penambahan biaya development


Oleh : Satrio Pramanta Sakti

Info Katalog

Nomor Panggil : 1184/TP/2019

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Dwi Atty Mardiana

Pembimbing 2 : Havidh Pramadika

Subyek : Petroleum - Management;Petroleum engineering

Kata Kunci : gross split, government discretion, contractor economy


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_TM_071001500136_Halaman-judul.pdf 2205.16
2. 2019_TA_TM_071001500136_Bab-1.pdf 496
3. 2019_TA_TM_071001500136_Bab-2.pdf 937.91
4. 2019_TA_TM_071001500136_Bab-3.pdf 774.36
5. 2019_TA_TM_071001500136_Bab-4.pdf 1088.17
6. 2019_TA_TM_071001500136_Bab-5.pdf 474.13
7. 2019_TA_TM_071001500136_Daftar-pustaka.pdf 534.19
8. 2019_TA_TM_071001500136_Lampiran.pdf 778.32

T Tahun 2017 pemerintah Indonesia telah menerbitkan aturan baru terkaitusaha hulu migas yaitu skema gross split. Lapangan X merupakan lapangan dengankontrak perpanjang yang terletak di lepas pantai pulau Jawa. Penggunaan secaraluas atas komponen penilaian split, perlu dianalisis terutama untuk lapangan lepaspantai. Penelitian ini akan menghitung keekonomian lapangan lepas pantai yangmerupakan lapangan dengan kontrak perpanjangan membandingkan dengankondisi jika lapangan tersebut merupakan lapangan baru, dimana seluruh fasilitasperlu dibangun dari awal dengan skema PSC gross split. Perhitungan produksidimulai pada tahun 2018 sebagai awal dari kontrak berlaku serta perhitungankeekonomian dimulai. Lapangan ini rencananya akan memproduksikan minyak dangas sampai tahun 2038 dengan total produksi minyak sebanyak 201 MMbbl dan gassebanyak 664 BSCF. Tiga skenario dikembangkan dimana Case A merupakanlapangan perpanjangan dengan kegiatan tambahan sesuai ketentuan, dan Case Bmerupakan lapangan case A dengan asumsi lapangan baru dengan tambahan biayadevelopment (sumur dan fasilitas), serta Case B plus diskresi merupakanpengembangan Case B dan tambahan diskresi dari pemerintah untuk meningkatkankeekonomian kontraktor.Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil keekonomian antaraketiga case tersebut diatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSC gross splitmemberikan keuntungan positif bagi kontraktor pada lapangan perpanjangan, jikatidak memperhitungkan signature bonus, dengan nilai NPV total sebesar 2,0675MMUSD. Sedangkan pada Case B, tambahan 2% belum dapat mengkompensasibiaya development yang dikeluarkan kontraktor. Tambahan diskresi sebesar 10%mampu menaikkan keekonomian lapangan menjadi sebesar 315 MMUSD untukNPV dan IRR sebesar 13.54% serta kenaikan POT menjadi tahun ke-8.

I In 2017 the Indonesian government has issued a new regulation related toupstream oil and gas business, namely the gross split scheme. Field X is a field withan extended contract located off the coast of Java. The wide use of split assessmentcomponents needs to be analyzed especially for offshore fields. This research willcalculate the economics of the offshore field which is a field with an extensioncontract comparing with the condition if the field is a new field, where all facilitiesneed to be built from the start with the PSC gross split scheme. The productioncalculation starts in 2018 as the beginning of the contract is valid as well as theeconomic calculation starts. This field is planned to produce oil and gas until 2038with a total oil production of 201 MMbbl and gas as much as 664 BSCF. Threescenarios were developed where Case A was an extension field with additionalactivities in accordance with the provisions, and Case B was a case A field assuminga new field with additional development costs (wells and facilities), and Case Bplus discretion were Case B developments and additional discretion from thegovernment. to improve the economics of the contractor.The analysis is done by comparing the economic results between the threecases mentioned above. The results showed that the gross split PSC provided apositive advantage for the contractor in the extension field, if it did not take intoaccount the signature bonus, with a total NPV value of 2.0675 MMUSD. Whereasin Case B, an additional 2% cannot compensate the development costs incurred bythe contractor. An additional discretion of 10% was able to increase the fieldeconomy to 315 MMUSD for NPV and IRR by 13.54% and POT increase to the8th year.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?