DETAIL KOLEKSI

Hubungan domain kualitas hidup terhadap kepatuhan berobat pada kelompok waria dengan HIV


Oleh : Meria Dwi Fitrianti

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1482

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Gita Handayani Tarigan

Subyek : HIV (viruses)

Kata Kunci : HIV, domain of quality of life, adherence to treatment, ARV, transgender.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_SKD_03015112_Halaman-judul.pdf 1162.54
2. 2019_TA_SKD_03015112_Pengesahan.pdf 832.57
3. 2019_TA_SKD_03015112_Bab-1_Pendahuluan.pdf 842.02
4. 2019_TA_SKD_03015112_Bab-2_Tinjauan-literatur.pdf 1366.29
5. 2019_TA_SKD_03015112_Bab-3_Kerangka-konsep.pdf 843.35
6. 2019_TA_SKD_03015112_Bab-4_Metode.pdf 836.37
7. 2019_TA_SKD_03015112_Bab-5_Hasil.pdf 962.71
8. 2019_TA_SKD_03015112_Bab-6_Pembahasan.pdf 942.22
9. 2019_TA_SKD_03015112_Bab-7_Kesimpulan.pdf 723.14
10. 2019_TA_SKD_03015112_Daftar-pustaka.pdf 845.24
11. 2019_TA_SKD_03015112_Lampiran.pdf 2169.03

H HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS yang merupakan penyakit mematikan di dunia dan menjadi masalah global. Penyebaran HIV semakin meluas terutama pada kelompok risiko tinggi, dimana salah satunya adalah kelompok waria. Banyak pasien HIV sekarang ini dapat bertahan hidup lebih lama dengan meminum obat antiretroviral (ARV) setiap hari. Namun terapi ini membutuhkan tingkat kepatuhan berobat yang tinggi. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan berobat seseorang, salah satunya adalah kualitas hidup. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara domain kualitas hidup terhadap kepatuhan berobat HIV pada kelompok waria.METODEPenelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang yang mengikutsertakan 54 waria yang sedang dalam pengobatan ARV di Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner domain kualitas hidup dari WHO, serta catatan medis pasien di Puskesmas Pasar Minggu untuk melihat kepatuhan berobat pasien. Analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan yang digunakan p<0,05.HASILResponden yang mengikuti penelitian ini terbanyak di kelompok usia 25-35 tahun dan tingkat pendidikan terbanyak adalah lulusan SMA. Sebagian besar responden memiliki kualitas hidup serta kepatuhan berobat ARV yang baik. Hasil analisis data bivariat dengan untuk hubungan antara usia dengan kepatuhan berobat ARV didapatkan nilai p 0,543. Sementara untuk hubungan antara tingkat pendidikan dan kepatuhan berobat ARV nilai p=0,346. Dan hasil analisa hubungan antara masing-masing domain kualitas hidup terhadap kepatuhan berobat HIV didapatkan nilai p=0,003 untuk domain fisik, p=0,002 untuk domain psikologis, p=0,003 untuk domain sosial, dan p=0,001 untuk domain lingkungan.KESIMPULANDari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara domain kualitas hidup terhadap kepatuhan berobat pada kelompok waria dengan HIV. Namun tidak didapatkan hubungan antara usia dan tingkat pendidikan dengan kepatuhan berobat ARV.

H HIV (Human Immunodeficiency Virus), the virus that causes AIDS, is a disease that a leading cause of deaths worldwide and becomes a major global problem. The spread of HIV is increasingly widespread, especially in high-risk groups, one of which is the transgender. Many people diagnosed with HIV now can live much longer lives with HIV medicines known as antiretroviral therapy (ART). But the therapy needs a high level of adherence to treatment. There are several factors that influence the treatment adherence, one of which is quality of life. This study was conducted to determine the relationship between domain of quality of life and adherence to ARV treatment among transgender living with HIV.METHODSThis study used an observational analytic study with a cross-sectional design which included 54 transgender who currently receiveing ARV treatment at Puskesmas Pasar Minggu. Data were collected by interview using WHO questionaire on quality of life, as well as medical records data at Puskesmas Pasar Minggu to assess the treatment adherence of patient. Data analysis using the Fisher Exact Test with the significance level for a given hypothesis test used a p-value < 0.05.RESULTThe respondents who participated in this study were mostly in the 25-35 year age group and the level of education mostly high school graduates. Most respondent had good quality of life and adherence to ARV treatment. The results of the bi-variable analysis to determine the relationship between age and adherence to ARV treatment obtained a p-value=0.543. Meanwhile, the result of the relationship between education level and adherence to ARV treatment obtained p-value=0.346. And the results of the analysis of the relationship between each domain of quality of life and ARV treatment adherence obtained p-value=0.003 for the physical domain, p-value=0.002 for the psychological domain, p-value=0.003 for the social domain, and p-value=0.001 for the environmental domain.CONCLUSIONDomain of quality of life were found significant related to ARV treatment adherence among transgender with HIV in this study. But there were no significant associations between age and level of education with adherence to ARV treatment.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?