DETAIL KOLEKSI

Studi karakteristik mekanik beton geopolimer pada terak nikel dan terak besi


Oleh : Emye Raka Bernusya

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Lisa Oksri Nelfia

Subyek : Geopolymer;Civil engineering

Kata Kunci : nickel and steel slag, mechanical characteristic, lab-scale spun pile


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_TS_051001500038_Halaman-Judul.pdf 1865.59
2. 2020_TA_TS_051001500038_Bab-1.pdf 202.48
3. 2020_TA_TS_051001500038_Bab-2.pdf 589.72
4. 2020_TA_TS_051001500038_Bab-3.pdf 2166.87
5. 2020_TA_TS_051001500038_Bab-4.pdf 2882.54
6. 2020_TA_TS_051001500038_Bab-5.pdf 64.59
7. 2020_TA_TS_051001500038_Daftar-Pustaka.pdf 192.46
8. 2020_TA_TS_051001500038_Lampiran.pdf 917.27

M Material yang paling berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur adalah semen sebagai bahan dasar beton. Produksi semen berkontribusi dalam menyebabkan emisi gas karbondioksida ke atmosfir bumi yang dapat menyebabkan efek rumah kaca. Terak nikel merupakan limbah dari produksi peleburan bijih nikel, dan terak besi merupakan limbah dari industri besi. Kedua limbah tersebut menumpuk sehingga dapat membahayakan bagi tanah dan air tanah. Terak nikel (NSP) dan terak besi (GGBFS) ditemukan dapat dijadikan sebagai bahan mentah dalam pembuatan beton. Kedua bahan tersebut bereaksi dengan larutan alkali sebagai aktivator untuk mengikat material campuran beton. Beton yang tidak menggunakan semen disebut beton geopolimer, inovasi baru yang dapat mengurangi dampak negatif dari produksi semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mekanik beton geopolimer menggunakan terak nikel dan terak besi untuk dibandingkan dengan beton normal, serta mencoba mengaplikasikannya ke spun pile ukuran skala lab. Komposisi benda uji dengan 100% NSP dan subtitusi parsial GGBFS terhadap NSP yaitu 25%, 50%, dan 75%. NSP dan GGBFS akan diuji karakteristik fisik menggunakan Le Chatelier dan pengujian mineral dengan SEM dan XRF. Beton geopolimer yang diamati memiliki kadar molaritas 4M dan 8M dengan rasio Na2SiO3:NaOH adalah 1.5:1. Benda uji beton silinder akan di curing dengan alat steamer dengan suhu 60°C selama 4 jam. Hasil kuat tekan beton geopolimer dengan molaritas 4M pada 28 hari sebesar 75.06 MPa, 62.72 MPa, 55.31 MPa, dan 40.99 MPa, sedangkan untuk molaritas 8M pada 28 hari sebesar 82.84 MPa, 72.76 MPa, 61.34 MPa, dan 46.77 MPa. Beton geopolimer dapat diaplikasikan pada spun pile ukuran skala lab.

T The most contributing material in infrastructure development is cement as a base material for concrete. Cement production contributes to causing carbon dioxide emissions to the earth's atmosphere which can cause the greenhouse effect. Nickel slag is waste from the production of nickel ore smelting, and steel slag is waste from the iron industry. Both of these wastes piling up so they can endanger the soil and groundwater. Nickel slag (NSP) and steel slag (GGBFS) were found to be used as raw material for making concrete. Both materials react with an alkaline solution as an activator to bind concrete mixture materials. Concrete that does not use cement is called geopolymer concrete, a new innovation that can reduce the negative impact of cement production. This study aims to determine the mechanical characteristics of geopolymer concrete using nickel slag and steel slag for comparison with normal concrete, and try to apply it to lab-scale spun pile. The composition of test specimens with 100% NSP and partial substitution of GGBFS against NSP is 25%, 50%, and 75%. NSP and GGBFS will be tested for physical characteristics using Le Chatelier method and mineral testing with SEM and XRF. Geopolymer concrete that was observed had 4M and 8M molarity levels with a ratio of Na2SiO3: NaOH was 1.5: 1. Cylindrical concrete specimens will be cured with a steamer with temperature of 60 ° C for 4 hours. The compressive strength results of geopolymer concrete with 4M molarity at 28 days amounted to 75.06 MPa, 62.72 MPa, 55.31 MPa and 40.99 MPa, while for 8M molarity at 28 days amounted to 82.84 MPa, 72.76 MPa, 61.34 MPa, and 46.77 MPa. Geopolymer concrete can be applied to lab-scale size spun pile.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?