DETAIL KOLEKSI

Hubungan nyeri punggung bawah dengan insomnia pada usia produktif


Oleh : Sekar Hayu Para Dirgantara

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1532

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Andini Aswar

Subyek : Low back pain;Insomnia

Kata Kunci : lower back pain, insomnia, productive age


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_SKD_03015177_Halaman-judull.pdf 752.44
2. 2019_TA_SKD_03015177_Pengesahan.pdf 495.47
3. 2019_TA_SKD_03015177_Bab-1_Pendahuluan.pdf 301.63
4. 2019_TA_SKD_03015177_Bab-2_Tinjauan-literaturpdf.pdf 392.88
5. 2019_TA_SKD_03015177_Bab-3_Kerangka-kosnsep.pdf 229.31
6. 2019_TA_SKD_03015177_Bab-4_Metode.pdf 343.94
7. 2019_TA_SKD_03015177_Bab-5_Hasil.pdf 296.96
8. 2019_TA_SKD_03015177_Bab-6_Pembahasan.pdf 302.4
9. 2019_TA_SKD_03015177_Bab-7_Kesimpulan.pdf 218.86
10. 2019_TA_SKD_03015177_Daftar-pustaka.pdf 301.38
11. 2019_TA_SKD_03015177_Lampiran.pdf 1376.35

T Tidur merupakan salah satu komponen penting untuk menjaga kesehatan individu. Bagi sebagian besar orang, tidur adalahhal yang mudah, namun bagi beberapa orang tidur merupakan suatu halyang sangat sulit dilakukan. Kondisi sulit tidur saat ini disebut sebagaiinsomnia. Penelitan di RS Ciptomangunkusumo mendapatkan hasil 10%penduduk Indonesia menderita insomnia. Salah satu penyebab insomniaadalah nyeri punggung bawah. Tujuan penelitian ini untuk menurunkanfrekuensi insomnia pada usia produktif dengan cara mengetahui hubunganantara nyeri punggung bawah (NPB) dan karakteristik responden (usia danjenis kelamin) dengan insomnia.METODE Penelitian secara observasional analitik dengan pendekatanstudi potong lintang (cross sectional) yang mengikut sertakan 68responden di Dinas Lingkungan dan Kebersihan Kota Depok pada bulanSeptember 2018 - Desember 2018. Penelitian ini meliputi pengambilandata NPB diperoleh dari kuesioner ODI dan kejadian insomnia darikuesioner ISQ. Analisis data menggunakan SPSS 20.HASIL Ada hubungan antara NPB dengan insomnia p = 0,000 dan antarausia dengan insomnia p = 0,000 pada usia produktif. Tidak ada hubunganantara jenis kelamin dengan insomnia pada usia produktif p = 0,079.KESIMPULAN Terdapat hubungan NPB dan usia dengan insomnia padausia produktif. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jeniskelamin dengan insomnia. Semakin berat derajat nyeri dan semakin mudausia, semakin tinggi kejadian insomnia.

S Sleep is one of the important components formaintaining individual health. For most people, sleep is an easy thing, butfor some people sleep is a very difficult thing to do. Conditions forsleeplessness are now called insomnia. Research in theCiptomangunkusumo Hospital found that 10% of the Indonesianpopulation suffered from insomnia. One of the causes of insomnia is lowerback pain. The purpose of this study was to reduce the frequency ofinsomnia in productive age by knowing the relationship between lowerback pain (NPB) and respondent characteristics (age and sex) withinsomnia.METHODS Observational analytical study with cross sectional approachwhich included 68 respondents in Depok City Environmental and HygieneOffice in September 2018 - December 2018. This study included NPB datacollection obtained from ODI questionnaire and insomnia event from ISQquestionnaire . Data analysis using SPSS 20.RESULTS There was a relationship between NPB and insomnia p = 0,000and between ages with insomnia p = 0,000 in productive age. There wasno relationship between sex with insomnia at productive age p = 0.079.CONCLUSION There is a relationship between NPB and age withinsomnia in productive age. There is no significant relationship betweensex with insomnia. The more severe the pain and the younger the age, thehigher the incidence of insomnia.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?