DETAIL KOLEKSI

Hubungan obesitas dengan inkontinensia urin pada wanita usia dewasa


Oleh : Sheilla Ayu Pricilia Wiedodo

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1535

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Andy Atmaja

Subyek : Women - Obesity;Body mass index

Kata Kunci : obesity, body mass index (BMI), urinary incontinence (UI), adult women


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_SKD_03015181_Halaman-judul.pdf 1094.04
2. 2019_TA_SKD_03015181_Pengesahan.pdf 836.14
3. 2019_TA_SKD_03015181_Bab-1_Pendahuluan.pdf 883.5
4. 2019_TA_SKD_03015181_Bab-2_Tinjauan-literratur.pdf 1317.24
5. 2019_TA_SKD_03015181_Bab-3_Kerangka-kosep.pdf 1023.46
6. 2019_TA_SKD_03015181_Bab-4_.Metode.pdf 1135.47
7. 2019_TA_SKD_03015181_Bab-5_Hasil..pdf 771.14
8. 2019_TA_SKD_03015181_Bab-6_Pembahasan.pdf 762.24
9. 2019_TA_SKD_03015181_Bab-7_Kesimpulan.pdf 755.96
10. 2019_TA_SKD_03015181_Daftar-pustaka.pdf 987.04
11. 2019_TA_SKD_03015181_Lampiran.pdf 1750.59

M Menurut The Asia Pacific Continence Board (APCB) prevalensi inkontinensia urin (IU) berkisar antara 20,9 – 35% di mana IU lebih banyak terjadi pada wanita (15,1%) dibandingkan dengan pria (5,8%). Obesitas merupakan faktor resiko kuat terjadinya inkontinensia urin. Inkontinensia urin pada wanita dikaitkan dengan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih tinggi. Prevalensi inkontinensia urin meningkat seiring dengan meningkatnya usia, dengan tingkat yang khas pada dewasa muda (20-30%), dan puncaknya adalah sekitar usia menengah (30-40%) dan peningkatan yang stabil pada usia tua (30-50%).METODEPenelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang yang mengikutsertakan 169 wanita berusia dewasa (26-45 tahun) di Vision Corporation yang berlokasi di UOB Plaza. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner karakteristik sosiodemografi dan kuesioner 3IQ (3 Incontinence Questions) untuk menentukan IMT dan tipe inkontinensia urin. Analisis data menggunakan SPSS for windows versi 25.0 dan tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya 0,05.HASILHasil analisis data antara obesitas dan IUS berdasarkan Uji Chi-square didapatkan nilai p = 0,002 menunjukan terdapat hubungan yang bermakna (p <0,05). Namun, hasil analisis data berdasakan uji Chi-Square antara usia dan IUS didapatkan p = 0,337, yang menunjukan hubungan yang tidak bermakna (p > 0,05).KESIMPULANPenelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara obesitas dengan inkontinensia urin yang terjadi pada wanita usia dewasa.

A According to The Asia Pacific Continence Board (APCB), the prevalence of urinary incontinence (UI), where UI is more prevalent in women (15.1%) compared to men (5.8%). Obesity is a strong risk factor of urinary incontinence (UI). Urinary incontinence in women is associated with higher body mass index (BMI). The prevalence of urinary incontinence increases with age, with a specific enhancement in young adults (20-30%), and the peak is around middle age (30-40%) and a steady increase in elderly age (30-50%).METHODSThis research uses an observational analytic with cross sectional design that includes 169 adult women (26-45 years old) in Vision Corporation at UOB Plaza. The data was collected using demographic characteristics questionnaire and 3IQ (3 Incontinence Questions) questionnaire to determine the BMI and types of urinary incontinence. The data was analyzed by SPSS for windows version 25.0 with significance level of 0.05.RESULTThe results of the data analysis between obesity and UI based on the Chi-Square test that obtained p value = 0.002 showed there was a significant relationship (p 0.05). However, the results of the data analysis based on the Chi-Square test between age and UI that obtained p = 0.337, indicated a non-significant relationship (p > 0.05).CONCLUSIONThere is significant correlation between obesity and urinary incontinence in adult women.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?