DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara kecemasan dengan gangguan memori pada perawat wanita di rumah sakit X


Oleh : Siti Lidyana Samsidar

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1539

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Riani Indiyarti

Subyek : Anxiety;Nursing - Memory disorders

Kata Kunci : anxiety, memory disorders


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_SKD_03015185_Halaman-judul.pdf 1517.02
2. 2019_TA_SKD_03015185_Pengesahan.pdf 795.24
3. 2019_TA_SKD_03015185_Bab-1_Pendahuluan.pdf 776.08
4. 2019_TA_SKD_03015185_Bab-2_Tinjauan-literatur.pdf 1118.14
5. 2019_TA_SKD_03015185_Bab-3_kerangka-konsep.pdf 863.85
6. 2019_TA_SKD_03015185_Bab-4_Metode-penelitianpdf.pdf 1000.8
7. 2019_TA_SKD_03015185_Bab-5_Hasil.pdf 658.87
8. 2019_TA_SKD_03015185_Bab-6_Pembahasan.pdf 771.93
9. 2019_TA_SKD_03015185_Bab-7_Kesimpulan.pdf 648.48
10. 2019_TA_SKD_03015185_Daftar-pustaka.pdf 778.22
11. 2019_TA_SKD_03015185_Lampiran.pdf 1744.66

L Latar belakang : Gangguan memori adalah kondisi otak memiliki kesulitanuntuk menyimpan, mengendalikan, dan mengingat kembali memori. Tingkatkecemasan yang tinggi dapat mempengaruhi kinerja memori, menurunkan dayaingat, dan mengganggu konsentrasi. Menurut sebuah penelitian, orang yangmengalami gangguan memori tidak bisa mengerjakan beberapa tugas dalam satuwaktu (multitasking). Masih kurangnya penelitian mengenai hubungan antarakecemasan dengan gangguan memori melatarbelakangi dilakukannya penelitianini.Metode : Penelitian ini menggunakan metode studi observasional dengan desaincrosssectional yang mengikutsertakan 84 perawat wanita di Jakarta. Datadikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Kecemasan diukurdengan menggunakan Zung’s Self-rating Anxiety Scale sedangkan Gangguanmemori diukur dengan menggunakan Rey Auditory Verbal Learning Test. Analisisdata dengan menggunakan SPSS versi 24.0 dan tingkat kemaknaan yangdigunakan besarnya 0,05.Hasil : Didapatkan angka kejadian perawat yang mengalami kecemasan adalah35,7% dan yang mengalami gangguan memori adalah 28,6%. Gangguan memorilebih banyak terjadi pada perawat yang mengalami kecemasan yang bermaknasecara statistik (p=0,000 dan OR=0,059).Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dangangguan memori, dimana seseorang yang mengalami kecemasan memilikikecenderungan mengalami gangguan memori 0,059 kali lebih besar dibandingkandengan mereka yang tidak mengalami kecemasan.

B Background : Memory disorder is the condition of the brain having difficultystoring, controlling, and recalling memory. High levels of anxiety can affectmemory performance, reduce memory, and interfere with concentration.According to one study, people who experience memory disorders cannot work onmultiple tasks at one time (multitasking). There is still a lack of research regardingthe relationship between anxiety and memory disorders behind this research.Methods : This study used an observational study method with a cross sectionaldesign which included 84 female nurses in Jakarta. Data was collected byinterview using a questionnaire. Anxiety is measured using Zung’s Self-ratingAnxiety Scale while Memory disorders are measured using the Rey AuditoryVerbal Learning Test. Data analysis using SPSS version 24.0 and the level ofsignificance used is 0.05.Results : The incidence of nurses who experienced anxiety was 35.7% and thosewith memory disorders were 28.6%. Memory disorders are more common innurses who experience anxiety which is statistically significant (p = 0,000 and OR= 0,059).Conclusions : There is a significant relationship between anxiety and memorydisorders, where someone who experiences anxiety has a tendency to experiencememory disorders 0.059 times greater than those who do not experience anxiety.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?