DETAIL KOLEKSI

Hubungan kecemasan dengan prestasi akademik siswa di asrama x


Oleh : Putri Fatwa Nabilla Yamin

Info Katalog

Nomor Panggil : S 842

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Lukman Halim

Subyek : Anxiety;Learning

Kata Kunci : anxiety, academic achievement


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_SKD_03012215_Halaman-judul.pdf 1600.58
2. 2016_TA_SKD_03012215_Pengesahan.pdf 1230.7
3. 2016_TA_SKD_03012215_Bab-1_Pendahuluan.pdf 802.22
4. 2016_TA_SKD_03012215_Bab-2_Tinjauan-literatur.pdf 933.34
5. 2016_TA_SKD_03012215_Bab-3_Kerangka-konsep.pdf 1004.35
6. 2016_TA_SKD_03012215_Bab-4_Metode.pdf 1204.13
7. 2016_TA_SKD_03012215_Bab-5_Hasil.pdf 906.43
8. 2016_TA_SKD_03012215_Bab-6_Pembahasan.pdf 786.62
9. 2016_TA_SKD_03012215_Bab-7_Kesimpulan.pdf 782.31
10. 2016_TA_SKD_03012215_Daftar-pustaka.pdf 922.04
11. 2016_TA_SKD_03012215_Lampiran.pdf 1828.13

G Gangguan kecemasan atau ansietas adalah keadaan psikiatri yang paling sering ditemukan di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Setiap individu tidak terlepas dari timbulnya kecemasan, Seperti siswa disekolah yang mengalami kecemasan karena berbagai alasan seperti kecemasan dalam menghadapi mata pelajaran, kecemasan dalam prestasi dan lainnya. Kecemasan dicetuskan oleh adanya situasi atau objek yang sebenarnya tidak membahayakan, sehingga objek atau situasi tersebut dihindari atau dihadapi dengan rasa takut. Prevalensi penduduk yang mengalami gangguan mental emosional secara nasional sebanyak 6,0%. Provinsi dengan prevalensi gangguan mental emosional tertinggi adalah Sulawesi Tengah (11,6%), sedangkan yang terendah di Lampung (1,2%). National Comorbidity Study melaporkan bahwa satu dari empat orang memenuhi kriteria untuk sedikitnya satu gangguan ansietas.Gangguan kecemasan adalah salah satu bentuk psikopatologi yang paling sering terjadi di masa muda, dengan perkiraan prevalensi berkisar antara 5% sampai 25% di seluruh duniaMETODEPenelitian ini menggunakan studi observasi dengan metode analitik dengan pendekatan Cross-sectional. Jumlah seluruh responden dalam penelitian ini adalah 106. Penelitian meliputi nilai rata-rata rapot siswa dan kuisioner mengenai gejala ansietas. Analisis data dengan menggunakan SPSS 16.HASILBerdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji Chi-square, terdapat hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan prestasi akademik siswa di asrama. Hal ini ditemukan dengan didapatkannya nilai p sebesar 0,021 .KESIMPULANTerdapat hubungan antara kecemasan dengan prestasi akademik siswa di asrama

B Background Anxiety is a psychiatric condition found most in UnitedStates and the world. There is no individual that never experiencedanxiety. Every student in school experienced anxiety because of manyreason like school subject, achievements, and many more. Anxiety iscaused by situations or objects that not actually harmful until it isavoided or faced it with fear. The prevalence of people who havemental emotional problem in our nation is about 6,0%. The highestmental emotional distubance rate is Central Sulawesi province (11,6%)with the lowest in Lampung (1,2%). National Comorbidity Study reportedtha one in four people fulfill the criteria of at least one anxietydisturbances. Anxiety disturbances is one of the most occuringpsychopathology event in youth with prevalence of 5% unti 25% aroundthe world.METHODThis study use observational analytic study with cross-sectional design that included 106 dormitory students. This research includes measurements of the average value of academic , and questionnaires anxiety symptom. Data analysis using SPSS 21 .RESULTSBased on the results of bivariate analysis by using Chi-square test, there is a significant correlation between anxiety and academic achievement of dormitory students. It was proved by value of p =0,021.CONCLUSIONThere is a correlation between anxiety and academic achievement of dormitory students

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?