DETAIL KOLEKSI

Perancangan simulasi lantai produksi hot strip mill untuk mencapai target waktu produksi di PT. Krakatau Steel


Oleh : Desi Widyaningsih

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Parwadi Moengin

Pembimbing 2 : Emelia Sari

Subyek : Production control

Kata Kunci : theory of constraint, bottlenecks, simulation models, production targets, production floor


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STI_063001600126_Halaman-Judul.pdf 518.09
2. 2020_TA_STI_063001600126_Lembar-Pengesahan.pdf 461.81
3. 2020_TA_STI_063001600126_Bab-1_Pendahuluan.pdf 969.07
4. 2020_TA_STI_063001600126_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1455.32
5. 2020_TA_STI_063001600126_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 980.45
6. 2020_TA_STI_063001600126_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 3413.1
7. 2020_TA_STI_063001600126_Bab-5_Kesimpulan.pdf 899.73
8. 2020_TA_STI_063001600126_Daftar-Pustaka.pdf 320.98
9. 2020_TA_STI_063001600126_Lampiran.pdf 2448.83

P PT Krakatau Steel adalah sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang produksi baja. Pokok permasalahan yang dialami oleh PT. Krakatau Steel ialah bagian lini produksi Hot Strip Mill(HSM) yang belum mencapai target produksi dalam waktu yang telah ditentukan yang disebabkan adanya penumpukan pada salah satu stasiun kerja yaitu Hot Skin Pass Mill(HSPM). Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang model simulasi lantai produksi HSM untuk minimasi waktu produksi di PT Krakatau Steel. Langkah awal ialah menganalisis lantai produksi dengan pengamatan langsung ke lantai produksi dan pembuatan peta aliran proses untuk mengetahui kondisi awal pada pabrik HSM. Selanjutnya perancangan model simulasi lantai produksi awal, lalu dilakukan verifikasi dan validasi model awal. Jika model awal dinyatakan valid maka dilanjutkan dengan perbaikan terhadap permasalahan menggunakan metode TOC untuk mengelompokkan stasiun kerja yang mengalami bottleneck dan tidak. Terdapat usulan pada permasalahan ini yaitu penambahan mesin HSPM sebanyak 1 sehingga jumlah mesin menjadi 2 dan pembagian pekerjaan dengan melakukan subkontrak. Mesin HSPM mengalami bottleneck karena beban kerja yang banyak dikarenakan produk yang diproses pada mesin HSPM memiliki permintaan yang tinggi dibandingkan dengan produk lain sehingga waktu yang dibutuhkan lebih besar daripada waktu yang tersedia. Setelah dilakukan simulasi pada model usulan terpilih yaitu melakukan subkontrak didapatkan waktu simulasi sebesar 556.47 jam dan jika dibandingkan dengan waktu simulasi awal yaitu 638.12 jam maka usulan perbaikan dapat meminimasi waktu sebanyak 81.65 jam terhadap simulasi awal dengan penurunan waktu sebesar 13%.

P PT Krakatau Steel is a State-Owned Enterprise (SOE) company engaged in steel production. The main problems experienced by PT. Krakatau Steel is part of the Hot Strip Mill (HSM) production line that has not reached its production target within the allotted time due to the buildup of one work station, the Hot Skin Pass Mill (HSPM). The purpose of this study was to design a HSM production floor simulation model using the Theory of Constraint (TOC) method to minimize production time at PT Krakatau Steel. The initial step is to analyze the production floor with direct observation to the production floor and make a process flow map to determine the initial conditions at the HSM plant. Furthermore, the design of the initial production floor simulation model, then carried out verification and validation of the initial model. If the initial model is declared valid then proceed with the improvement of the problem using the TOC method to classify work stations that experience bottlenecks and not. There is a proposal on this problem, namely the addition of 1 HSPM machine so that the number of machines becomes 2 and the division of work by subcontracting. HSPM machines experience bottlenecks due to the large workload due to products processed on HSPM machines that have high demand compared to other products so that the time required is greater than the time available. After simulating the selected proposal model that is subcontracting, the simulation time is 556.47 hours and compared to the initial simulation time of 638.12 hours, the proposed improvement can minimize the time of 81.65 hours to the initial simulation with a time reduction of 13%.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?