DETAIL KOLEKSI

Analisis kondisi minyak transformator dengan metode pengujian minyak transformator daya 150 kv PLTGU Blok 2 Muara Karang


Oleh : Irfan Andrianto

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Syamsir Abduh

Subyek : Electric transformers

Kata Kunci : transformer, DGA (dissolved gas analysis), dissolved gas, ethane (C2H6)


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STE_062001500017_Halaman-Judul.pdf 1013.08
2. 2020_TA_STE_062001500017_Lembar-Pengesahan.pdf 855.95
3. 2020_TA_STE_062001500017_Bab-1_Pendahuluan.pdf 860.14
4. 2020_TA_STE_062001500017_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1260.13
5. 2020_TA_STE_062001500017_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 1273.75
6. 2020_TA_STE_062001500017_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 1070.63
7. 2020_TA_STE_062001500017_Bab-5_Kesimpulan.pdf 743.5
8. 2020_TA_STE_062001500017_Daftar-Pustaka.pdf 818.13

T Transformator merupakan salah satu bagian yang penting dalam suatu sistem tenaga listrik. Sebagai peralatan listrik, permasalahan yang umum terjadi pada operasional transformator adalah munculnya fenomena kegagalan (failure),baik kegagalan thermal maupun kegagalan elektris. Kegagalan elektris umumnya menghasilkan gas-gas yang dikenal sebagai Combustible gas. Mengindentifikasi jenis dan jumlah kosentrasi gas yang terlarut pada minyak transformator dapat memberikan informasi akan adanya indikasi kegagalan yang terjadi padatransformator. Metode untuk menganalisis gas terlarut pada minyak transformatordisebut sebagai DGA (Dissolved Gas Analysis).Penelitian ini akan membahas bagaimana pengujian minyak transformatordengan metode DGA dapat mengindentifikasikan indikasi kegagalan yang terjadipada transformator PLTGU GT 2.2 Blok 2 Muara Karang. Sejumlah sampelminyak transformator diambil dari sebuah transformator tenaga lalu sampelminyak tersebut dimasukan kedalam peralatan uji DGA. Metode analisis yangdigunakan untuk menganalisis masalah adalah menggunakan metode visual,TDCG, Key Gas, Roger’s Ratio, dan Duval Triangle.Berdasarkan hasil pengujian kondisi transformator dalam keadaan baikdan masih bisa beroperasi normal, tetapi transformator mengindikasikan panasberlebih pada inti besi karena konsentrasi fluks dan overheat pada besi karenaeddy current. Hal ini diperkuat dengan hasil analisis dengan metode analisisDuval Triangle (Segitiga Duval) dimana keadaan transformator GT 2.2 beradapada kondisi T1 (kegagalan termal pada temperatur dibawah 300oC).

T Transformer is one of the important parts in the electric power system. Aselectrical equipment, a common problem in operational transformers is thephenomenon of failure (failure), both thermal failure and electrical failure.Electrical failure generally produces gases known as flammable gases. Identifyingthe type and amount of gas concentration dissolved in transformer oil can provideinformation that will affect the use that occurs in the transformer. The method foranalyzing dissolved gas in an oil transformer is called DGA (Dissolved GasAnalysis).This study will discuss how the testing of transformer oil using the DGAmethod can identify indications of failure that occurred in the Block 2 MuaraKarang GT 2.2 PLTGU transformer. A number of transformer oil samples weretaken from a power transformer and then the oil samples were inserted into theDGA test equipment. The analytical method used to analyze the problem is usingthe visual method, TDCG, Key Gas, Roger's Ratio, and Duval Triangle.Based on the test results the condition of the transformer is in goodcondition and can still operate normally, but the transformer indicates excessiveheat in the iron core due to the concentration of flux and overheat in iron due toeddy current. This is confirmed by the results of analysis with the Duval Triangle(Duval Triangle) analysis method where the GT 2.2 transformer is in T1 (thermalfailure at temperatures below 300oC).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?