DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara preeklampsia dengan persalinan prematur pada kehamilan usia resiko tinggi

4.5


Oleh : Hani Fatimah

Info Katalog

Nomor Panggil : S 913

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2016

Pembimbing 1 : Revalita Wahab

Subyek : Pre-eclampsia;Infant - Premature

Kata Kunci : preeclampsia, premature, maternal age


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2016_TA_SKD_03012120_Halaman-judul.pdf 789.31
2. 2016_TA_SKD_03012120_Pengesahan.pdf 736.51
3. 2016_TA_SKD_03012120_Bab-1_Pendahuluan.pdf 654.49
4. 2016_TA_SKD_03012120_Bab-2_Tinjauan-literatur.pdf 844.12
5. 2016_TA_SKD_03012120_Bab-3_Kerangka-konsep.pdf 726.84
6. 2016_TA_SKD_03012120_Bab-4_Metode.pdf 822.55
7. 2016_TA_SKD_03012120_Bab-5_Hasil.pdf 735.88
8. 2016_TA_SKD_03012120_Bab-6_Pembahasan.pdf 730.71
9. 2016_TA_SKD_03012120_Bab-7_Kesimpulan.pdf 649.51
10. 2016_TA_SKD_03012120_Daftar-pustaka.pdf 734.51
11. 2016_TA_SKD_03012120_Lampiran.pdf 1837.96

L Latar belakang: Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2014 dilaporkan 15 juta bayi lahir terlalu dini setiap tahun. Hampir 1 juta anak meninggal setiap tahun akibat komplikasi dari kelahiran prematur. Tahun 2005 diperkirakan bahwa 9,6% dari seluruh kelahiran didunia adalah prematur atau sekitar 12,9 juta kelahiran didefinisikan sebagai prematur. Secara global, prematuritas adalah penyebab utama kematian pada anak di bawah usia 5 tahun. Hampir semua negara dengan data yang ada, tingkat kelahiran prematur meningkat.Lebih dari 60% dari kelahiran prematur terjadi di Afrika dan Asia Selatan, namun kelahiran prematur adalah benar-benar masalah global. Negara-negara berkembang, rata-rata 12% dari bayi yang lahir terlalu diniatau preamatur dibandingkan dengan 9% di negara-negara maju .Negara berkembang berada pada risiko yang lebih tinggi,Indonesia memasuki ranking 10 besar sebagai negara dengan insidensi prematur yang tinggi yaitu 675.700 kelahiran prematur. Dekker GA (2012) melaporkan risiko melahirkan prematur 2 kali lebih tinggi pada kehamilan dengan preeklampsia. Ibu hamil pada usia kurang dari 20 tahun mempunyai resiko terjadi preeklampsia 3,58 kali lebih besar dibandingkan ibu hamil yang berusia 20-35 tahun. Hal ini terjadi karena fisik dan psikis pada seorang wanita yang usianya terlalu muda belum siap dalam menghadapi kehamilan dan persalinan. Wanita usia lebih dari 35 tahun mempunyai resiko untuk menderita hipertensi kronik yang akan berlanjut menjadi superimposed preeclampsia ketika sedang hamil.Metode:Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Penelitian ini bersifat retrospektif dengan memanfaatkan data dari rekam medik di RSUD Kabupaten Tangerang. Jumlah responden sebanyak 118 orang dimana analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Analisis diolah dengan program SPSS 20.0.Hasil:Tidak terdapat hubungan antara usia dengan kejadian kelahiran prematur (P=0.583).Terdapat hubungan antara preeklampsia dengan kejadian kelahiran prematur (P=0.017).

B Background : According to WHO in 2014 has been reported that 15 million babies were born pre term every year. Almost 1 million children died every year due to complication of premature. In 2005, it was estimated that 9,6% of all births in the world is premature, or about 12.9 million preterm births is defined as premature. Globally, prematurity is the main cause of mortality in children under the age of 5. Almost all country with a sufficient data has a rise of rate of preterm birth. More than 60% of preterm birth occurs in Africa and South Asia, but premature birth is truly a global issue. In developing countries on average of 12% of babies were born preterm or premature compared with 9% in developed countries. Developing countries are at a higher risk, Indonesia has the ranking of the top 10 as a country with a high incidence of prematurity. Dekker GA (2012) reported the risk of preterm birth 2 times higher in pregnancies with preeclampsia. Pregnant women at age less than 20 years old have a risk of preeclampsia occurred 3.58 times more likely than pregnant women aged 20-35 years. This happens because of the physical and psychic on a woman who was too young not yet prepared to deal with pregnancy and childbirth. Women aged over 35 years are at risk to suffer from chronic hypertension which will continue to be superimposed preeclampsia while pregnant.Methode The study used an analytic observational study with cross sectional design. This study is retrospective, using the data from medical records of RSUD Kabupaten Tangerang which involved 118 subject. This study involves univariat and bivariate using chi-square with 95% level of significance. This study is using data analysis SPSS version 21.0Results:Chi-square test results show there is a statically no significant relationship between age and the incident of premature birth (p=0.583), and significant relationship between preeclampsia and incident of premature birth (p=0.017)

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?