DETAIL KOLEKSI

Studi penentuan pola injeksi air dengan menggunakan simulasi reservoir untuk optimasi produksi lapangan RR


Oleh : Rantan

Info Katalog

Nomor Panggil : 2020/TP/2020

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Maman Djumantara

Pembimbing 2 : Samsol

Subyek : Reservoirs;Oil well drilling

Kata Kunci : reservoir simulation, water injection, injection pattern, scenario.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STP_071001500118_Halaman-Judul.pdf 2146.05
2. 2020_TA_STP_071001500118_Pengesahan.pdf 674.57
3. 2020_TA_STP_071001500118_Bab-1_Pendahuluan.pdf 598.35
4. 2020_TA_STP_071001500118_Bab-2_Tinjauan-Umum.pdf 1238.75
5. 2020_TA_STP_071001500118_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 636.99
6. 2020_TA_STP_071001500118_Bab-4_Hasil-Dan-Pembahasan.pdf 1947.88
7. 2020_TA_STP_071001500118_Bab-5_Kesimpulan-Dan-Saran.pdf 535.46
8. 2020_TA_STP_071001500118_Daftar-Pustaka.pdf 560.28

L Lapangan ‘RR’ merupakan model lapangan yang mendekati ideal dengan kriteria model, yaitu layer cake model dan homogen. Lapangan ‘RR’ ini akan dikembangkan dengan penerapan injeksi air (waterflooding) sejak awal produksinya. Kemungkinan pola injeksi yang diterapkan adalah nornal five spot, inverted five spot, normal seven spot, atau inverted seven spot. Untuk itu dilakukan studi untuk menentukan pola injeksi dan laju injeksi yang tepat guna mendapatkan perolehan minyak yang optimum dari lapangan ini. Dalam Tugas Akhir ini dilakukan studi pada suatu sektor/bagian dari Lapangan 'RR'. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan studi simulasi reservoir. Simulator yang digunakan adalah Black Oil Simulator IMEX dari CMG. Pada studi simulasi ini di-run skenario pengembangan dengan menggunakan 4 pola injeksi, yaitu normal five spot, inverted five spot, normal seven spot, dan inverted seven spot. Setiap pola injeksi menggunakan luas 40 acre per pola. Untuk menentukan laju injeksi optimum dilakukan sensitivitas pengaruh laju injeksi air terhadap produksi kumulatif minyak. Sementara itu sebagai acuan (basecase) untuk mengevaluasi pengaruh injeksi air (waterflood), maka di-run skenario jika semua sumur digunakan sebagai sumur produksi, baik untuk pola five spot maupun seven spot. Dari evaluasi akan ditentukan pola injeksi dan laju injeksi yang tepat untuk memperoleh minyak secara optimum dari Lapangan 'RR'. Prediksi performa produksi injeksi air yang diamati kumulatif produksinya dimulai dari tahun 2019 hingga 2040. Dimulai dari skenario I yaitu pola injeksi five spot normal dengan rate injeksi 35000 BWPD menghasilkan Np sebesar 16.72 MMSTB (RF 60.56%), skenario II pola five spot inverted dengan rate injeksi 100000 BWPD menghasilkan Np sebesar 16.64 MMSTB (RF 60.27 %) skenario III pola seven spot normal dengan rate injeksi 35000 BWPD menghasilkan Np sebesar 16.06 MMSTB (RF 58.18 %), dan skenario IV pola seven spot inverted dengan rate injeksi 100000 BWPD menghasilkan Np sebesar 16.34 MMSTB (RF 59.21 %). Berdasarkan kumulatif produksinya, skenario yang paling optimum adalah skenario I yaitu pola five spot normal dengan rate injeksi 35000 BWPD.

T The Filed 'RR' is a field model that is close to ideal with the model criteria, namely the cake layer model and homogeneous. The Field ‘RR’ will be developed with the application of water injection (waterflooding) from the beginning of its production. Possible injection patterns applied are nornal five spots, inverted five spots, normal seven spots, or inverted seven spots. For this reason, a study was conducted to determine the right injection pattern and injection rate to obtain the optimum oil recovery from this field.In this Final Project a study is carried out on a sector/part of the Field 'RR'. To achieve this goal a reservoir simulation study was conducted. The simulator used is the IMEX Black Oil Simulator from CMG.In this simulation study a development scenario was run using 4 injection patterns, namely the normal five spot, the inverted five spot, the normal seven spot, and the inverted seven spot. Each injection pattern uses an area of 40 acres per pattern. To determine the optimum injection rate, the sensitivity of the effect of water injection rate is carried out on the cumulative oil production. Meanwhile as a reference (basecase) to evaluate the effect of water injection, a scenario is run if all wells are used as production wells, both for the five spot and seven spot patterns. From the evaluation will be determined the right injection pattern and injection rate to obtain optimum oil from the Field 'RR'. .The prediction of water injection production performance that is observed by cumulative production starts from 2019 until 2040. Starting from scenario I, which is a normal five-spot injection pattern with an injection rate of 35000 BWPD produces an Np of 16.72 MMSTB (RF 60.56%), scenario II is a five-spot inverted pattern with a rate of rate injection of 100000 BWPD produces Np of 16.64 MMSTB (RF 60.27%) scenario III normal seven spot pattern with an injection rate of 35000 BWPD produces Np of 16.06 MMSTB (RF 58.18%), and scenario IV pattern of seven spot inverted with injection rate of 100000 BWPD produces an Np of 35000 BWPD 16.34 MMSTB (RF 59.21%). Based on the cumulative production, the most optimum scenario is scenario I, which is a normal five-spot pattern with an injection rate of 35000 BWPD.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?