DETAIL KOLEKSI

Analisis keekonomiaan sistem kontrak PSC gross split pada lapangan EKW

5.0


Oleh : Edo Kalandoro Wibowo

Info Katalog

Nomor Panggil : 1234/TP/2020

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Bayu Satyawira

Pembimbing 2 : Harin Widiyatni

Subyek : Productivity

Kata Kunci : production sharing contract, gross split.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STP_071001500045_Halaman-judul.pdf 1584.67
2. 2020_TA_STP_071001500045_Pengesahan.pdf 609.41
3. 2020_TA_STP_071001500045_Bab-1_Pendahuluan.pdf 500.67
4. 2020_TA_STP_071001500045_Bab-2_Tinjauan-literatur.pdf 1097.29
5. 2020_TA_STP_071001500045_Bab-3_Kerangka-Konsep.pdf 677
6. 2020_TA_STP_071001500045_Bab-4_Metode.pdf 770.41
7. 2020_TA_STP_071001500045_Bab-5_Kesimpulan.pdf 477.07
8. 2020_TA_STP_071001500045_Daftar-pustaka.pdf 476.47
9. 2020_TA_STP_071001500045_Lampiran.pdf 1068.8

P Production Sharing Contract (PSC) Cost Recovery dan PSC Gross Split adalah dua sistem kontrak yang umum digunakan pada kegiatan migas di Indonesia. Cost Recovery adalah kewajiban pemerintah untuk mengembalikan biaya operasional sesuai dengan jumlah yang telah dikeluarkan oleh kontraktor.Cost recovery tidak di bayarkan oleh pemerintah jika memakai sistem kontrak Gross Split. Kontraktor akan mendapatkan tambahan split lebih besar apabila wilayah kerjanya memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Biaya operasi kegiatan yang dilakukan di hulu akan di tanggung oleh kontraktor dan sebaliknya, pemerintah akan mendapatkan hasil dari pembagian produksi. Penentuan split tambahan kepada kontraktor dapat diberikan dengan melihat berapa persen tambahan variable split dan progressive split yang didapatkan sesuai dengan peraturan yang ada. Kontraktor akan mendapatkan tambahan split lebih besar apabila wilayah kerjanya mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. Jika tingkat kandungan lokal yang dipakai kontraktor lebih tinggi maka akan mendapatkan tambahan split yang lebih tinggi.Maksud dan tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah menganalisis PSC Gross Split untuk nilai indikator keekonomian pada lapangan yang di analisis, secara lebih spesifik, melihat variabel-variabel yang paling mempengaruhi keekonomian pada lapangan yang di analisis, serta menganalisis sensitivitas variabel-variabel tersebut berdasarkan sistem kontrak yang digunakan.

I In Indonesia there are two types of contract systems that can be used for oil and gas activities, namely the Cost Recovery Production Sharing Contract (PSC) and the Gross Split PSC. Cost Recovery is the government's obligation to return operational costs in accordance with the amount spent by the contractor.In the Gross Split scheme, the Cost Recovery component is eliminated. The contractor will get bigger split if the diffuculty level is higher. The upstream operation cost will be covered by the contractor and vice versa, the government only gets results from the distribution of production. Determination of additional split to the contractor can be given by looking at what percentage of additional split and progressive split variables are obtained in accordance with existing regulations. The contractor will get bigger split if the diffuculty level is higher. If the local componen that being used by the contractor higher hence the higher split that will the contractor get.The purpose and objective of this final project is to analyze Gross Split PSC to see the value of economics indicator in the field that being analyzed, more specifically, looking at the variables that most affect the economy in the field being analyzed, and analyzing the sensitivity of these variables based on the contract systems used.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?