DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara status gizi dengan angka kejadian hipertensi di klinik perusahaan X


Oleh : Tiara Hana Keisha

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.132 Kei h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Fransisca Chondro

Subyek : Nutritional Status;Hypertension

Kata Kunci : nutritional status, body mass index, food recall, calories consumption, sodium consumption, hyperten


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_SKD_03010266_Halaman-Judul.pdf 1155.76
2. 2014_TA_SKD_03010266_Pengesahan.pdf 1003.52
3. 2014_TA_SKD_03010266_Bab-1_Pendahuluan.pdf 569.51
4. 2014_TA_SKD_03010266_Bab-2_Tinjauan-Literatur.pdf 641.86
5. 2014_TA_SKD_03010266_Bab-3_Kerangka-Konsep.pdf 619.09
6. 2014_TA_SKD_03010266_Bab-4_Metode.pdf 601.72
7. 2014_TA_SKD_03010266_Bab-5_Hasil.pdf 579.37
8. 2014_TA_SKD_03010266_Bab-6_Pembahasan.pdf 553.58
9. 2014_TA_SKD_03010266_Bab-7_Kesimpulan.pdf 528.26
10. 2014_TA_SKD_03010266_Daftar-Pustaka.pdf 545.89
11. 2014_TA_SKD_03010266_Lampiran.pdf 2497

H Hipertensi disebut sebagai pembunuh gelap karena merupakan penyakit mematikan tanpa gejala terlebih dahulu. Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa penyakit hipertensi membuka peluang 12 kali lebih besar untuk menderita stroke dan 6 kali lebih besar untuk terkena serangan jantung serta 5 kali lebih besar kemungkinan meninggal karena gagal jantung (congestive heart failure). Berkembangnya hipertensi dipengaruhi oleh banyak faktor. Karena perubahan pola hidup dan kultur yang mengarah kebarat-baratan, akhirnya banyak orang yang menjurus kepada pola makanan siap santap yang mengandung banyak lemak, protein dan garam tinggi tetapi rendah serat pangan dapat menyebabkan peningkatan berat badan yang melebihi Body Mass Index (BMI). Hal ini menjurus kepada overweight dan obesitas yang akhirnya berdampak terhadap peningkatan tekanan darah. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi pada masyarakat. Desain penelitian yang digunakan adalah studi observasional dengan metode potong lintang yang mengikutsertakan 260 pegawai perusahaan X di daerah Jakarta Selatan. Data yang dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner yang meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat stress, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, indeks massa tubuh, konsumsi sodium dan kalori dalam 24 jam. Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan menggunakan alat sphygmomanometer clock dan stetoskop serta pengukuran berat badan menggunakan timbangan injak dan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise. Analisis data dengan menggunakan SPSS for Windows versi 22.0 dan tingkat kemaknaan yang digunakan besarnya 0,05. Analisis Chi Square menunjukkan ada keterkaitan antara usia (p=0,000), jenis kelamin (p=0,001), kebiasaan merokok (p=0,000), indeks massa tubuh (p=0,000), konsumsi kalori (p=0,000) dan sodium (p=0,000) dalam 24 jam terhadap angka kejadian hipertensi pada pegawai di perusahaan X. Sedangkan tingkat stress (p=0,215), tingkat pendidikan (p=0,727), dan kebiasaan olahraga (p=0,594) menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna dengan angka kejadian hipertensi di perusahaan X. Penelitian ini menunjukkan perbedaan usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, indeks massa tubuh, konsumsi kalori dan sodium dalam 24 jam berdampak terhadap angka kejadian hipertensi pada pegawai perusahaan X. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi terutama bagi para pegawai perusahaan X serta perlu diadakannya pengukuran tekanan darah secara berkala pada pegawai perusahaan X sehingga kasus hipertensi dapat dideteksi sedini mungkin

H Hypertension is called as the sillent killer because it kills people without causing any symptoms. Various research has shown that the risk of having stroke is 12 times bigger, having heart attack 6 times bigger and 5 times bigger having congestive heart failure on people who suffer from hypertension. The development of hypertension is affected by many factors. Because of the changes in lifestyle and culture which are mainly about western culture and lifetyle, it leads people to consume junk food which contains a lot of saturated fats, proteins, and natrium that can cause the obesity and finally the rise of blood pressure. Because of this, there should be a research to find the association of nutritional status with the number of incidences of hypertension. A cross-sectional study was conducted and a total of 260 employees were included at company in South Jakarta. Data collection was by questionnaire-based interviews, covering age, gender, the level of education, smoking habits, exercise habits, stress level, body mass index, calories and sodium consumption in 24 hours. Assessment of blood pressure was performed using sphygmomanometer and stethoscope, while the assessment for the weight of the subject was performed using weight scale and for the height using microtoise. Data analysis was performed using SPSS 22.0 for Windows and level of significance was set at 0,05. Chi Square results showed that there were relations between age (p=0,000), gender (p=0,001), smoking habits (p=0,000), body mass index (p=0,000), calories (p=0,000) and sodium consumption in 24 hours (p=0,000) with the number of incidences of hypertension in company X’s clinic.Whereas there were no relations between the stress level (p=0,215), the level of education (p=0,727) and exercise habits (p=0,594) with the number of incidences of hypertension in company X’s clinic. This study revealed that the differences in age, gender, smoking habits, body mass index, calories and sodium consumption in 24 hours impacted the incidences of hypertension in company X’s clinic. This research might be useful for the employees as material information of hypertension and there should be periodic checks to detect hypertension in employees as early as possible

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?