DETAIL KOLEKSI

Pengaruh nano kitosan xylotrupes gideon dalam mempercepat penyembuhan luka gores pada mukosa mulut rattus norvegicus (laporan penelitian)


Oleh : Aubrey Kanya Rennata

Info Katalog

Nomor Panggil : 611.018 AUB p

Penerbit : FKG - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Drs. Del Afriadi Bustami, M.Biomed.

Subyek : Dentistry - Histology

Kata Kunci : nano chitosan, fibroblast, collagen, scars, wound healing


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_KG_040001500027_Halaman-Judul.pdf 1380.24
2. 2019_TA_KG_040001500027_Bab-1.pdf 698.43
3. 2019_TA_KG_040001500027_Bab-2.pdf 842.35
4. 2019_TA_KG_040001500027_Bab-3.pdf 751.88
5. 2019_TA_KG_040001500027_Bab-4.pdf 792.04
6. 2019_TA_KG_040001500027_Bab-5.pdf 1291.68
7. 2019_TA_KG_040001500027_Bab-6.pdf 686.49
8. 2019_TA_KG_040001500027_Bab-7.pdf 576.01
9. 2019_TA_KG_040001500027_Daftar-Pustaka.pdf 707.95
10. 2019_TA_KG_040001500027_Lampiran.pdf 1843.13

L Latar Belakang: Luka merupakan suatu bentuk rusak atau hilangnya kontinuitas kulit atau jaringan. Proses penyembuhan luka merupakan suatu proses kompleks yang terjadi dalam tubuh manusia. Tidak dipungkiri bahwa kegagalan dapat saja terjadi dalam proses penyembuhan luka, sehingga diperlukan keadaan yang optimal dan waktu yang cepat. Serat kolagen dan sel fibroblas memiliki peranan penting dalam proses penyembuhan, hasil proliferasi dari sel fibroblas ini akan menentukan hasil akhir dari penyembuhan luka. Kolagen yang dihasilkanfibroblas nantinya akan berguna membentuk kekuatan pada jaringan parut luka.Nano kitosan dapat mempercepat penyembuhan luka dengan meningkatkan selsel inflamasi seperti leukosit PMN, makrofag, proliferasi fibroblas serta mempercepat proses reepitelisasi. Perubahan ukuran partikel diterapkan padakitosan guna meningkatkan pengaruh terhadap penelitian, ukuran nano partikelakan mempermudah senyawa kitosan menembus lapisan mukosa. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian nano kitosanXylotrupes gideon dalam mempercepat penyembuhan luka gores pada mukosapipi kanan Rattus norvegocus, dengan melihat jumlah sel fibroblas serta depositserat kolagen. Metode: Penelitian ini menggunakan hewan coba Rattusnorvegicus yang mukosa pipi kanan telah dilukai dengan pisau scalpel no.12 dandibagi menjadi lima kelompok. Terdiri dari kelompok kontrol positif (K+),kelompok kontrol negatif (K-), kelompok perlakuan nano kitosan 3000 ppm (P1),kelompok perlakuan nano kitosan 1500 ppm (P2), dan kelompok perlakuan nanokitosan 750 ppm (P3) masing-masing kelompok terdiri dari lima ekor tikus.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan sel fibroblas pada hari ke-3 danpeningkatan deposit serat kolagen pada hari ke-14, yang menunjukkan terjadinya percepatan penyembuhan luka yang paling baik pada konsentrasi nano kitosan750 ppm.

B Background: Wounds are form of damage or loss of skin or tissue continuity.Wound healing process is a complex process that occurs in human body, it isundeniable that wound healing process can be failed at times, that for optimalcondition and right times are needed on wound healing. Collagen fibers andfibroblast cells plays an important role in he healing process, proliferation offibroblast would determine the end result of wound healing. Collagen thatproduced by fibroblast, later on would be useful to form strength in scar tissue.Nano chitosan can accelerate wound healing by increasing inflamatorry cellssuch as PMN leukocytes, macrophages, fibroblast proliferation, and acceleratingthe process of reepithelialization. Changes in particles size applied on chitosan inorder to increase the effect. Nano particles will make it easier for chitosan topenetrate into mucosa layers. Objective: The aim of this study were to determinethe effects of nano chitosan from Xylotrupes gideon in accelerating the healingprocess on oral mucosa of Rattus norvegicus, by looking at amount of fibroblastcells and collagen fibers deposit’s. Method: This reasearch used experimentalanimal Rattus norvegicus right cheek mucosa whom had been injured with no.12scalpel knife and divided into groups. The groups consists of positive controlgroup (K+), negative control groups (K-), Nano chitosan 3000 ppm (P1), Nanochitosan 1500 ppm (P2), Nano chitosan 750 ppm (P3). Each group consist of fiveRattus norvegicus. Result: An increased of fibroblast cells on day 3, andincreased of fibers collagen deposits on day 14, which later showed the bestacceleration wound healing process of nano chitosan concentration at 750 ppm.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?