DETAIL KOLEKSI

Evaluasi hasil peledakan menggunakan diameter lubang ledak 200 MM dan 171,45 MM, di panel 1 PIT Pinang South PT kaltim Prima Coal, Sangatta, Kalimantan Timur


Oleh : Era Ekselensia Eksak

Info Katalog

Nomor Panggil : 397/TT/2017

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Pancanita Novi Hartami

Pembimbing 2 : Irfan Marwanza

Subyek : Mining - Blasting

Kata Kunci : blast-hole, fragmentation, powder factor, blasting


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_TB_07312059_Halaman-judul.pdf 3467.04
2. 2017_TA_TB_07312059_Bab-1.pdf 689.19
3. 2017_TA_TB_07312059_Bab-2.pdf 2854.62
4. 2017_TA_TB_07312059_Bab-3.pdf 2172.89
5. 2017_TA_TB_07312059_Bab-4.pdf 941.97
6. 2017_TA_TB_07312059_Bab-5.pdf 2057.72
7. 2017_TA_TB_07312059_Bab-6.pdf 775.16
8. 2017_TA_TB_07312059_Bab-7.pdf 636.16
9. 2017_TA_TB_07312059_Daftar-pustaka.pdf 641.24
10. 2017_TA_TB_07312059_Lampiran.pdf 1946.66

S Salah satu kegiatan penambangan di PT. KPC adalah pengupasan tanahpenutup dengan kegiatan peledakan. Dalam kegiatan peledakan, diameter lubangledak merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil peledakan. Olehkarena itu pada penelitian ini akan diteliti bagaimana pengaruh penggunaan lubangledak ukuran 171,45 mm terhadap hasil peledakan, khususnya fragmentasi, powderfactor, dan rancangan pola peledakan yang optimum. Untuk merancang polapeledakan yang optimum dihitung menggunakan rumus R.L Ash, yang telahdikembangkan C.V.B Cunningham, Brighton Conference Proceedings 2005.Setelah dihitung, rancangan tersebut diuji (trial) untuk mendapatkan hasil peledakanaktual di lapangan. Untuk menghitung fragmentasi aktual di lapangan digunakanbantuan software Wipfrag. Syarat presentase fragmentasi ukuran ≤ 30 cm yangditetapkan oleh PT. KPC senilai 80%. Rancangan peledakan dengan dengan lubangledak ukuran 171,45 mm menggunakan pola peledakan sebagai berikut : lebarburden 7,4 m dan spasi 8,5 m. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa powder factormenggunakan lubang ledak 171,45 mm adalah senilai 0,194 kg/m3, turun daripowder factor saat menggunakan diameter 200 mm sebesar 0,265 kg/m3. Untukfragmentasi dengan menggunakan lubang ledak diameter 171,45 mm senilai85,67%, sedangkan untuk lubang ledak ukuran 200 mm sebesar 89,16%. Jadi padaPanel 1 Pit Pinang South, dapat digunakan bit 171,45 mm untuk menurunkanpowder factor namun tetap memenuhi standar fragmentasi hasil peledakan.

O Overburden stripping by blasting is one of the mining activities that takesplace in PT. KPC. Drilling and blasting utilizes many different variables to obatindesired result, such as blast-hole diameter in design. This research was conductedto find the effect of applying 171,45 mm blast-hole in blast design to blastedmaterial characteristics, mainly fragmentation size, powder factor and optimumblast design. R.L. Ash formula is used to calculate an optimum blast design, theresult was burden width of 7,4 meter and spacing of 8,5 meter. The design was thenput into trial, to obtain an actual result which will later be analyzed using “Wipfrag”software. PT. KPC desired a minimum of 80% fragment size distribution formaterials below 30 cm in diameter. Comparing results from different blast-holediameter used in blast design, the powder factor is now reduced at 0,194 kg/m3compared to 0,265 kg/m3 when applying 200 mm blast-hole diameter.Fragmentation distribution size of less than 30 cm is now less at 85,67% comparedto 89,16%. A conclusion could be made that by applying 171,45 mm blast-hole inmine design at Panel 1 Pit Pinang South, powder factor could be lowered but stillretain the blasted material desired fragmentation size standard.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?