DETAIL KOLEKSI

Analisis pengaruh penambahan variasi jenis presentasi superplasticizer terhadap beton geopolimer berbasis fly ash (studi literatur)


Oleh : Anggie Velinda Aldini

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Liana Herlina

Subyek : Geopolymer concrete;Concrete - Environmental aspects

Kata Kunci : geopolymer concrete, workability, compressive strength, superplasticizer, fly ash, polycarboxylate,


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STS_051001600009_Halaman-Judul.pdf 1482.82
2. 2020_TA_STS_051001600009_Lembar-Pengesahan.pdf 553.62
3. 2020_TA_STS_051001600009_Bab-1_Pendahuluan.pdf 753.92
4. 2020_TA_STS_051001600009_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1752.2
5. 2020_TA_STS_051001600009_Bab-3_Metodelogi-Penelitian.pdf 627.51
6. 2020_TA_STS_051001600009_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 1361.7
7. 2020_TA_STS_051001600009_Bab-5_Kesimpulan.pdf 650.12
8. 2020_TA_STS_051001600009_Daftar-Pustaka.pdf 823.61
9. 2020_TA_STS_051001600009_Lampiran.pdf 684.02

P Permintaan beton meningkat dari hari ke hari untuk memenuhi kebutuhan pengembangan fasilitas infrastruktur. Namun penggunaan semen sebagai pengikat beton memiliki banyak kerugian pada lingkungan, sehingga dibutuhkan bahan alternatif untuk menurunkan dampak lingkungan akibat produksi semen. Bahan alternatif yang dapat digunakan untuk menurunkan dampak lingkungan akibat produksi semen adalah beton geopolimer. Bahan dasar yang digunakan pada pembuatan beton geopolimer adalah bahan yang memiliki kandungan unsur silika dan alumina yang tinggi. Fly ash merupakan bahan yang berasal dari sisa hasil pembakaran industri batu bara yang dapat digunakan dalam pembentukan beton geopolimer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur. Karakteristik mekanik pada beton geopolimer dapat dipengaruhi oleh metode perawatan dan waktu perawatan beton, rasio alkali aktivator/fly ash dan penggunaan admixtures. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan persentase superplasticizer terhadap nilai kuat tekan dan kemampuan kerja beton geopolimer berbasis fly ash. Persentase penggunaan superplasticizer yang tepat akan mendapatkan kekuatan tekan yang optimal dan workability yang baik. Setelah melakukan analisis data dari penelitian-penelitian sebelumnya, hasil kuat tekan tertinggi pada beton geopolimer diperoleh sebesar 57.4 MPa pada umur 7 hari dengan penggunaan 0.5%-1% superplasticizer polycarboxylate dan menghasilkan kuat tekan 65 MPa pada umur 28 hari dengan penggunaan 1.5% superplasticizer naphthalene. Semakin banyak penggunaan persentase superplasticizer, nilai slump dan nilai slump flow semakin meningkat sehingga dapat menghasilkan workability yang baik. Metode dan durasi perawatan beton geopolimer menghasilkan nilai kuat tekan tertinggi dengan curing oven 24 jam pada suhu 60℃.

D Demand for concrete increases day by day to meet the needs of developing infrastructure facilities. However, the use of cement as a concrete binder has many disadvantages to the environment, so alternative materials are needed to reduce the environmental impact due to cement production. An alternative material that can be used to reduce the environmental impact of cement production is geopolymer concrete. The basic materials used in the manufacture of geopolymer concrete are materials that contain high levels of silica and alumina elements. Fly ash is a material derived from the combustion products of the coal industry which can be used in the formation of geopolymer concrete. The method used in this research is literature study method. The mechanical characteristics of geopolymer concrete can be affected by the treatment method and treatment time of the concrete, the alkaline activator / fly ash ratio and the use of admixtures. The purpose of this study was to determine the effect of adding the percentage of superplasticizer on the compressive strength and workability of fly ash based geopolymer concrete. The correct percentage of superplasticizer usage will get optimal compressive strength and good workability. After analyzing data from previous studies, the highest compressive strength results in geopolymer concrete were obtained at 57.4 MPa at 7 days of age using 0.5% -1% polycarboxylate superplasticizer and producing a compressive strength of 65 MPa at 28 days of age with the use of 1.5% naphthalene superplasticizer . The more the percentage of the superplasticizer is used, the slump value and slump flow value increase so that it can produce good workability. The method and duration of treatment for geopolymer concrete produced the highest compressive strength values with curing oven 24 hours at 60℃.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?