DETAIL KOLEKSI

Penerapan Metode Lean Six Sigma pada proses produksi kemasan glade continuous freshness 8 gr dalam mengurangi pemborosan (WASTE) di PT. Ecobliss Kemasindo


Oleh : Minda Khairunnsa

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Dorina Hetharia

Pembimbing 2 : Iveline Anne Marie

Subyek : Six sigma (Quality control standard);Air freshener - Quality control

Kata Kunci : lean six sigma, DMAIC, value stream mapping, DPMO, process cycle efficiency


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_TI_06316096_Halaman-Judul.pdf 605.47
2. 2020_TA_TI_06316096_Lembar-Pengesahan.pdf 3268.86
3. 2020_TA_TI_06316096_Bab-1_Pendahuluan.pdf 275.16
4. 2020_TA_TI_06316096_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 602.34
5. 2020_TA_TI_06316096_Bab-3_Metodelogi-Penelitian.pdf 210.62
6. 2020_TA_TI_06316096_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 3348.25
7. 2020_TA_TI_06316096_Bab-5_Kesimpulan.pdf 128.61
8. 2020_TA_TI_06316096_Daftar-Pustaka.pdf 204.35
9. 2020_TA_TI_06316096_Lampiran.pdf 2069.27

T T. Ecobliss Kemasindo bergerak pada industri kemasan produk dengan sistem make-to-order. Konsumen utama perusahaan adalah JHHP, perusahaan penghasil pengharum ruangan. Permasalahan utama perusahaan adalah produk cacat bulan Oktober - November 2019 sebesar 2,16% melebihi target yaitu 1%. Selain produk cacat, pada proses produksi kemasan juga terdapat pemborosan (waste) yaitu aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah pada produk atau aktivitas yang dapat menurunkan produktivitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk, efisiensi dan produktivitas dengan cara menghilangkan pemborosan di sepanjang aliran proses produksi. Metode yang digunakan yaitu Lean Six Sigma dimana dalam pengolahan data menggunakan tahapan DMAIC yang sistematis. Tahapan awal berupa define digunakan untuk mengidentifikasi aliran produksi berupa diagram SIPOC dan CTQ produk. Tahap selanjutnya measure digunakan untuk menghitung nilai DPMO, tingkat sigma, PCE, dan pemetaan VSM untuk mengidentifikasi pemborosan. Hasil measure didapatkan nilai DPMO sebesar 6650 DPMO dengan tingkat sigma sebesar 3,97, dan PCE sebesar 9,18%. Pemborosan yang ditemukan sepanjang aliran proses produksi yaitu produk cacat, waktu menunggu, dan transportasi. Tools yang digunakan dalam tahapan analyze penyebab pemborosan adalah diagram ishikawa, FMEA, dan FTA. Hasil analisis penyebab pemborosan yaitu kesalahan operator, dies rusak, proses pengeringan yang lama, peletakan material, dan perpindahan material secara manual. Usulan perbaikan yang diberikan berupa pengawasan, pelatihan, standarisasi instruksi kerja pada proses coating, pencatatan pemakaian dies, pembuatan rak pengering lem kertas dan alat material handling menggunakan katrol. Setelah dilakukannya implementasi didapatkan persentase cacat sebesar 1,91%, nilai DPMO menjadi 4765,795 berada pada tingkat sigma sebesar 4,092 dan PCE menjadi 14,81%.

P PT. Ecobliss Kemasindo is engaged in the product packaging industry with a make-to-order system. The company's main consumer is JHHP, a manufacturer of air freshener. The main problem of the company is the defective products in October - November 2019 by 2.16% exceeding the target of 1%. In addition to defective products, in the packaging production process there is also waste (waste), namely activities that do not add value to the product or activities that can reduce product productivity. This research aims to improve product quality, efficiency and productivity by eliminating waste along the production process flow. The method used is Lean Six Sigma where in data processing uses systematic DMAIC steps. The initial stages in the form of define are used to identify the production flow in the form of SIPOC and CTQ product diagrams. The next stage measure is used to calculate the value of DPMO, sigma level, PCE, and VSM mapping to identify waste. The measurement results obtained a DPMO value of 6650 DPMO with a sigma level of 3.97, and a PCE of 9.18%. Waste that is found along the production process flow is defective products, waiting time, and transportation. The tools used in analyzing the causes of waste are the Ishikawa diagram, FMEA, and FTA. The results of the analysis of the causes of waste are operator error, dies damaged, a long drying process, laying down material, and moving material manually. Proposed improvements in the form of supervision, training, standardization of work instructions on the coating process, recording the use of dies, making paper glue drying racks and material handling tools using pulleys. After implementation, the percentage of defects was 1.91%, the DPMO value to 4765.795 was at the sigma level of 4.092 and PCE to 14.81%.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?