DETAIL KOLEKSI

Usulan perbaikan kualitas produk baterai sepeda motor maintenance free dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) di PT. Yuasa Battery Indonesia


Oleh : Lydia Martha Sagita Olivia

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Dorina Hetharia, MSc

Pembimbing 2 : Sucipto Adisuwiro

Subyek : Quality control

Kata Kunci : failure mode, effect analysis, fault tree analysis


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STI_063001300059_Halaman-Judul.pdf 1269.41
2. 2020_TA_STI_063001300059_Lembar-Pengesahan.pdf 547.46
3. 2020_TA_STI_063001300059_Bab-1_Pendahuluan.pdf 600.84
4. 2020_TA_STI_063001300059_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 1301.25
5. 2020_TA_STI_063001300059_Bab-3_Metodologi-Penelitian.pdf 530.58
6. 2020_TA_STI_063001300059_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 2382.53
7. 2020_TA_STI_063001300059_Bab-5_Kesimpulan.pdf 259.81
8. 2020_TA_STI_063001300059_Daftar-Pustaka.pdf 519.12
9. 2020_TA_STI_063001300059_Lampiran.pdf 1814.09

P PT. Yuasa Battery Indonesia merupakan anak perusahaan dari Group Yuasa yang berpusat di Jepang. Produk aki yang diproduksi terbagi menjadi 3, yaitu produk aki mobil, sepeda motor, dan industri. Baterai sepeda motor maintenance free adalah produk yang difokuskan dalam penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya kegagalan pada produk dan memberikan usulan perbaikan terhadap permasalahan yang terjadi. Berdasarkan hasil penelitian dari data historis, jumlah produksi untuk produk baterai sepeda motor maintenance free pada bulan April – September 2019 adalah sebesar 3149913 unit dengan total reject sebesar 20381 unit. Rata-rata reject ratio produk adalah sebesar 0.64%. Untuk meminimasi permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengetahui penyebab kegagalan dari proses dan Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengetahui akar permasalahan dari penyebab kegagalan tersebut. Dari hasil pengolahan data dengan metode FMEA, didapatkan Potential Causes of Failure dengan nilai RPN tertinggi sebesar 224 adalah Mold Lengket. Selanjutnya, kegagalan Mold lengket dianalisa menggunakan metode FTA. Hasil analisa dengan metode FTA menunjukkan bahwa penyebab kegagalan dengan probabilitas tertinggi adalah pembersihan mold yang dilakukan kurang maksimal dengan nilai probabilitas sebesar 0.1143. Maka dari itu, usulan perbaikan yang diberikan terhadap penyebab kegagalan pembersihan mold yang dilakukan kurang maksimal adalah memperbaiki jadwal pembersihan mold dengan menambah frekuensi. Nilai proporsi cacat setelah dilakukan implementasi adalah sebesar 0.01713 dan proses dinyatakan stabil.

P PT. Yuasa Battery Indonesia is a subsidiary of the Yuasa Group, based in Japan. The battery products are divided into 3 divisions; automotive, motorcycle, and industrial battery products. The main focus of this research is maintenance free motorcycle battery. The purposes of this research are to identify the factors that cause failure and provide suggestions for improvement of the problems that occur. Based on the results of research from historical data, the total production for maintenance free motorcycle battery products in April - September 2019 is 3149913 units with total rejects of 20381 units. The average reject ratio of the product is 0.64%. To minimize this problem, the methods that are used on this research are Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method to determine the cause of failure of the process and Fault Tree Analysis (FTA) to determine the root causes of the failure. From the results of data processing using the FMEA method, the Potential Causes of Failure with the highest RPN’s value of 224 is Sticky Mold. Furthermore, the failure of the Sticky Mold was analyzed using the FTA method. The results of the analysis with FTA method shows that the cause of failure with the highest probability is that mold cleaning is not performed well, with a probability value of 0.1143. Therefore, the proposed improvement given to this problem is to improve the mold cleaning schedule by increasing the frequency. The value of the proportion of defects after implementation is 0.01713 and the process is declared stable.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?