DETAIL KOLEKSI

Perbaikan perencanaan pemesanan bahan baku proyek tower transmisi pada PT. Wijaya Karya Industri dan Konstruksi


Oleh : Anisa Harasti Pratiwi

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Dian Mardi Safitri

Subyek : Raw materials

Kata Kunci : inventory, ABC classification, LFL, EOQ, and MRP.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STI_063001500235_Halaman-Judul.pdf 293.9
2. 2020_TA_STI_063001500235_Lembar-Pengesahan.pdf 632.88
3. 2020_TA_STI_063001500235_Bab-1_Pendahuluan.pdf 271.12
4. 2020_TA_STI_063001500235_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 342
5. 2020_TA_STI_063001500235_Bab-3_-Metodologi-Penelitian.pdf 126.11
6. 2020_TA_STI_063001500235_Bab-4_Analisis-dan-Pembahasan.pdf 2750.32
7. 2020_TA_STI_063001500235_Bab-5_Kesimpulan.pdf 103.81
8. 2020_TA_STI_063001500235_Daftar-Pustaka.pdf 130.61
9. 2020_TA_STI_063001500235_Lampiran.pdf 4143.12

P PT. Wijaya Karya Industri dan Konstruksi merupakan perusahaan yang bergerakdi bidang industri konstruksi dan fabrikasi baja, salah satunya dalam pembuatantower transmisi. Pada tower transmisi PT. Wijaya Karya Industri dan Konstruksiini memiliki masalah dalam perencanaan pemesanan material bahan baku, yaitusistem perencanaan pemesanan material yang tidak optimum oleh divisiengineering, sehingga sering terjadi pemesanan bahan baku yang tidak sesuaidengan surat perintah kerja dari pihak produksi dan menyebabkan bahan bakumenumpuk pada stockyard yang akan berdampak pada biaya simpan yang tinggiuntuk perusahaan. Tujuan untuk penelitian ini adalah memberikan usulanperbaikan perencanaan pemesanan bahan baku proyek tower oleh divisiengineering dengan melakukan perhitungan MRP untuk kebutuhan bahan baku.Metode yang digunakan adalah teknik lot sizing lot for lot (LFL) dan economicorder quantity (EOQ). Tahapan pengolahan data yang dilakukan terlebih dahuluyaitu membuat precedence table untuk mengetahui hubungan antar aktivitas,membuat bar- chart untuk memudahkan dalam melihat hubungan aktivitas antarajadwal pekerjaan yang satu dengan yang lainnya berdasarkan durasi yang telahditentukan oleh masing-masing item pekerjaan, melakukan perhitungan klasifikasiABC, menyusun jadwal induk produksi, dan melakukan perhitungan MRP. Hasilyang diperoleh pada teknik lot sizing lot for lot (LFL) untuk total biaya persediaansebesar Rp. 409.422.100 dengan rincian biaya pembelian Rp. 306.174.100 danbiaya pesan Rp. 103.248.000. Sedangkan pada teknik economic order quantity(EOQ) untuk total biaya persediaan sebesar Rp. 361.231.600 dengan rincian biayapembelian Rp. 306.174.100, biaya simpan Rp. 2.579.805 dan biaya pesan Rp.55.057.500. Biaya Persediaan yang ada pada perusahaan saat ini adalah sebesarRp. 492.947.725. Dilihat dari perbandingan metode yang diusulkan, biayapersediaan yang didapatkan lebih kecil dibandingkan dengan biaya persediaanpada saat ini, dimana terjadi penghematan biaya sebesar Rp. 83.525.625menggunakan lot for lot dan penghematan biaya sebesar Rp. 131.716.125menggunakan EOQ.

P PT. Wijaya Karya Industrial and Construction is a company that engaged in thesteel construction and fabrication industry, one of which is in the manufacture oftransmission towers. Transmission tower of PT. Wijaya Karya Industrial andConstruction has a problem in planning the ordering of raw materials, whichthere is no system to manage the planning of ordering raw materials optimally sothat frequent orders of raw materials are not in accordance with work ordersfrom the production, causing raw materials to pile up in stockyard which willhave an impact on high save costs for the company. The purpose of this researchis to propose improvements to the procurement of tower project raw materials bycalculating MRP for raw material requirements, which the method used is thetechnique of lot sizing lot for lot (LFL) and economic order quantity (EOQ). Thefirst step in data processing is making precedence table to find out therelationship between activities, making a bar-chart to make it easier to see therelationship between the work schedules with each other based on the durationdetermined by each work item, calculating ABC classification, arrange masterproduction schedules, and do MRP calculations. The results obtained in the lotsizing lot for lot (LFL) technique for a total inventory cost is IDR 409,422,100with details of the purchase cost of IDR 306,174,100 and order costs IDR103,248,000. Whereas in the economic order quantity (EOQ) technique for thetotal inventory cost is IDR 361,231,600 with details of the purchase cost of IDR306,174,100, a storage cost of IDR 2,579,805 and a purchase fee of IDR55,057,500. Current Inventory costs that exist in the company is amounted to IDR492,947,725. Judging from the comparison of the proposed methods, the cost ofinventory obtained is smaller than the current inventory cost, where there is a costsavings of IDR 83,525,625 using lot for lot and cost savings of IDR 131,716,125using EOQ.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?