DETAIL KOLEKSI

Desain Interior Cinema XXI Mall Kota Kasablanka Jakarta Selatan


Oleh : Oudilia Azhar Violaningtyas

Info Katalog

Nomor Panggil : 011/2-DI/2020

Penerbit : FSRD - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Sangayu K. Laksemi N

Pembimbing 2 : Atridia Wilastrina

Subyek : Recreation - Interior design

Kata Kunci : movie theatre, entertainment, Cinema XXI, interior design


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_DI_091101600037_Halaman-judul.pdf 1303.12
2. 2020_TA_DI_091101600037_Pengesahan.pdf 1093.49
3. 2020_TA_DI_091101600037_Bab-1_Pendahuluan.pdf 112.02
4. 2020_TA_DI_091101600037_Bab-2_Tinjauan-data.pdf 1478.95
5. 2020_TA_DI_091101600037_Bab-3_Metodologi-penelitian.pdf 97.55
6. 2020_TA_DI_091101600037_Bab-4_Hasil-penelitian-dan-pembahaan.pdf 1895.75
7. 2020_TA_DI_091101600037_Bab-5_Konsep-perancangan-interior.pdf 478.78
8. 2020_TA_DI_091101600037_Bab-6_Penutup.pdf 88.61
9. 2020_TA_DI_091101600037_Daftar-pustaka.pdf 144.87
10. 2020TA_DI_091101600037_Lampiran.pdf 1424.45

H Hiburan dan rekreasi merupakan salah satu dari 14 komponen kebutuhan manusia. Untuk itu sebuah bioskop harus mampu mendukung dunia perfilman dalam pertunjukan layar lebar. Bioskop atau cinema merupakan salah satu fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut, dalam bidang perfilman yang saat ini sangat berkembang dari sisi teknologi suara, sistem pembelian tiket, dan sirkulasi gerak pengunjung. Permasalahan Interior yang ditemukan dalam Cinema XXI Kota Casablanka kurang mendukung pengolahan akustik pada ruang-ruang studio. Masalah lain sistem pembelian tiket serta area tunggu yang kurang mengikuti perkembangan kebutuhan penggunanya. Dalam mendukung masyarakat untuk menikmati pertunjukan film, pengolahan akustik dan sirkulasi gerak serta fungsi ergonomi pada Cinema XXI masih belum maksimal sehingga diperlukan proses perancangan elemen interior bioskop yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung.Tema Days Of Future Past in Java Cultureplex digunakan untuk mendukung Citra masa depan dengan mengkolaborasikan konsep lokal konten Jawa Tengah dengan penggunaan sistem touch screen pada area pembelian tiket dan display menu film yang diputar serta penggunaan gaya futuristik pada elemen interior juga permainan pencahayaan sebagai pelengkap elemen estetika. Penerapan konsep motif Jawa Tengah bertujuan ditengah gaya hidup yang sarat akan digital namun tetap dapat memperkenalkan budaya lokalnya pada masyarakat luas.

E Entertainment and recreation are some of 14 components of human needs. Therefore, a movie theatre must be able to support a cinema world for a widescreen entertainment. A movie theatre or a cinema is one of facilities that can fulfill those needs. In cinema industry, sound technology, ticket purchasing system, and visitor moving circulation vastly develop. The interior problem found in Cinema XXI Kota Casablanka is the inability of the interior to fully support acoustic management in its studios. Moreover, the system of ticket purchasing system and lounge are no longer able to support the visitors’ needs. To support movie-goers in enjoying films, acoustic management, moving circulation, and ergonomic function of Cinema XXI have not functioned optimally. As a result, it requires a process of designing the interior elements of the cinema that suits the needs of movie-goers.The of theme of Days Of Future Past in Java Cultureplex is applied to support futuristic image by collaborating the concept of central java local contents with the use of touch-screen system in ticket purchasing area, display menu for played-on films, the use of futuristic style on interior elements, and lightning techniques as a complementary esthetic element. The application of the concept of central Javanese motif aims at introducing local culture amid fully-digital life style in the society.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?