DETAIL KOLEKSI

Perancangan Sentul Internasional Stadion Pacuan Kuda, Jawa Barat dengan pendekatan arsitektur high-tech fasad kontemporer


Oleh : Muhammad Roeliano Akbar

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : I G. Oka Sindhu Pribadi

Pembimbing 2 : Dwi Rosnarti

Subyek : High technology - Architecture;Sports facilities - Designs and plans

Kata Kunci : horse racing, stadium, High-tech.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_SAR_052001600041_Halaman-Judul.pdf 1256.71
2. 2020_TA_SAR_052001600041_Bab-1_Pendahuluan.pdf 945.11
3. 2020_TA_SAR_052001600041_Bab-2_Tinjauan-Pustaka.pdf 3820.27
4. 2020_TA_SAR_052001600041_Bab-3_Analisis-Pemograman.pdf 1862.43
5. 2020_TA_SAR_052001600041_Bab-4_Transformasi-Konsep-Programatik.pdf 2822.13
6. 2020_TA_SAR_052001600041_Bab-5_Pengembangan-Perancangan.pdf 2351.69
7. 2020_TA_SAR_052001600041_Daftar-Pustaka.pdf 606.72
8. 2020_TA_SAR_052001600041_Lampiran.pdf 21117.86
9. 2020_TA_SAR_052001600041_Lembar-Pengesahan.pdf 3948.86

I Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jenis kuda terbanyakdiantara negara-negara lain, tetapi kurangnya perhatian masyarakat akan olah ragaberkuda dinilai merupakan olahraga dengan biaya yang tinggi. Sehingga kurangnyawadah untuk menampung atlet berkuda dan wadah untuk berkembangbiakkan kuda.Tujuan perancangan Sentul internasional stadion pacuan kuda adalah agar Indonesiamemiliki stadion pacuan kuda bertaraf internasional pertama di Indonesia dan dapatmembuat acara bertaraf internasional, serta sebagai wadah bagi para pecinta kuda untukmengadakan lomba tingkat nasional. Harapannya agar dapat memberikan kebanggaanuntuk Indonesia. Hal yang diperhatikan dalam perancangan ialah bagaimana stadioninternasional pacuan kuda dapat mewadahi berbagai macam kebutuhan, dengan adanyafasilitas seperti hotel, museum kuda Indonesia,area rekreasi,dan juga sekolah kuda.Kawasan ini diharapkan menjadi salah satu pusat berkuda yang dapat menjadi lanmarkSentul bahkan Indonesia,serta tidak termakan oleh jaman. Tema yang digunakan adalaharsitektur high-tech. Dengan memadukan antara iklim di Indonesia dengan menggunakanfasad kontemporer agar arsitektur high-tech berjalannya waktu tidak menjadi “lowtech”.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode deskriptif, studi literaturdan studi banding. Dan metode analisis data menggunakan metode dari RobertHershberger, yaitu metode H.E.C.T.T.E.A.S.

I Indonesia is one of the countries that has the most horse species among othercountries, but the lack of public attention to equestrian sport is considered a sport withhigh costs. So that the lack of a place to accommodate equestrian athletes and a placefor horse breeding. The aim of designing the international Sentul horse racing stadiumis for Indonesia to have the first international horse racing stadium in Indonesia and beable to create international standard events, as well as a forum for horse lovers to holdnational level competitions. The hope is that it can provide pride for Indonesia. Thingsto consider in the design are how the international horse racing stadium canaccommodate various needs, with facilities such as hotels, Indonesian horse museums,recreation areas, and horse schools. This area is expected to become one of theequestrian centers that can become a lanmark for Sentul and even Indonesia, and is notconsumed by the times. The theme used is high-tech architecture. By combining theclimate in Indonesia by using contemporary facades so that high-tech architecture doesnot become “low-tech” over time. Data collection methods used are descriptivemethods, literature studies and comparative studies. And the data analysis method usesthe method from Robert Hershberger, with H.E.C.T.T.E.A.S. method.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?