DETAIL KOLEKSI

Laporan perancangan Taman Jelajah Dunia Kota Wisata, Cibubur (Final report on landscape design of The World's Wander Park At Leisure City, Cibubur)


Oleh : Santoso Jatmiko

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 1999

Pembimbing 1 : Rustam Hakim

Pembimbing 2 : Hernani Barnas

Subyek : Recreation - Designs and plans

Kata Kunci : water recreation, water supply, outdoor recreation.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 1999_TA_SAL_08194057_Halaman-Judul.pdf 1003.38
2. 1999_TA_SAL_08194057_Lembar-Pengesahan.pdf 641.43
3. 1999_TA_SAL_08194057_Bab-1_Pendahuluan.pdf 661.34
4. 1999_TA_SAL_08194057_Bab-2_Studi-Kepustakaan-Dan-Penyigihan-Lapangan.pdf 2070.36
5. 1999_TA_SAL_08194057_Bab-3_Identifikasi-Potensi,-Kendala-Dan-Permasalahan.pdf 554.2
6. 1999_TA_SAL_08194057_Bab-4_Program-Kebutuhan-Ruang-Dan-Fasilitas.pdf 670.35
7. 1999_TA_SAL_08194057_Bab-5_Konsep-Perancangan-Lansekap.pdf 536.44
8. 1999_TA_SAL_08194057_Bab-6_Rancangan-Lansekap.pdf 719.11
9. 1999_TA_SAL_08194057_Daftar-Pustaka.pdf 491.53
10. 1999_TA_SAL_08194057_Lampiran.pdf 4262.48

K Kota Wisata, yang bertema Kota Sejuta Pesona, sebagai kawasan pemukiman baru merupakan bagian dari perkembangan Jakarta, memerlukan berbagai sarana untuk menampung kebutuhan warganya. Di samping kebutuhan-kebutuhan pokok ada satu kebutuhan yang juga dirasa penting, yaitu suatu taman lingkungan sebagai sarana rekreasi ruang terbuka yang dapat menjadi resort kawasan perumahan tersebut. Oleh karena itu perlu adanya usaha untuk menciptakan sarana tersebut seorang arsitek lansekap, sebagai suatu sumbangan kepada pengembangan ruang luar di kawasan tersebut sesuai dengan kebutuhan. Keadaan lingkungan alami menjadi kendala dalam perancangan,yaitu kelembaban yang tinggi, kecepatan angin yang rendah, relatif datarnya tapak dan tanahnya yang becek waktu hujan. Namun jangan dilupakan curah hujan sebagai sumber air, kesuburan tanahnya yang baik, tekstur tanah yang mendukung untuk rekreasi air dan rencana induknya yang baik sebagai potensi. Rencana induk dari arsitek juga merupakan suatu potensi dan dapat menjadi dasar yang dalam perancangan lansekap, tentu apabila dianggap baik.Ruang luar pada tapak dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pelaku kegiatan, yaitu pengelola dan pengunjung. Tapak dikembangkan menjadi sarana rekreasi ruang luar aktif dan pasif dengan perhitungan ukuran berdasarkan standar ruang gerak anak-anak dan dewasa. Sistem dan pola sirkulasi dibuat untuk manusia dan kendaraan yang masuk ke dalam tapak, demikian pula fasilitas dikembangkan sesuai kebutuhan sarana rekreasi danKonsep dasar perancangan adalah rekreasi ruang luar dalam bentuk petualangan atau penjelajahan dengan menampilkan karakteristik-karakteristik benua yang dapat menguatkan rencana induknya. Diperlukan adanya keikutsertaan warga dalam menjaganya untuk menjaga keberadaan tapak tersebut. Ditempatkannya fasilitas-fasilitas dalam tapak yang dapat disewakan untuk rnendapat pemasukan bagi tapak.Tapak sendiri dibagi dalam tiga area, yaitu penerima, rekreasi dan pemeliharaan. Area penerima-.merupakan area yang masih bersifat umum dan transisi, fasilitasnya dapat berupa pintu masuk-keluar, parkir, kantor pengelola dan sarana-sarana umum lainnya. rekreasi adalah area yang menghasilkan bentukan-bentukan yang khusus disajikan untuk berékreasi sesuai dengan tujuan dan sasaran perancangan. Sementara area pemeliharaan merupakan area yang di dalamnya terdapat fungsi-fungsi pemeliharaan padatapak.

K Kota Wisata (Leisure City), with its theme, in free terms, The City with Million Charms, as a new housing district and as part of the Jakarta development requires many facilities to fulfill the people’s need. Besides the basic needs, there is one need that consider important and that is the need of a neibourhood park as an outdoor recreation facility, which also function as a landmark for the district. Therefore, the need demand any action by a landscape architect to create such facility, in terms of giving contribution to the development of the district according to the people’s neeeds. And we may fi.nd that not so easy.The problems to make such places are tied up with natural conditions such as high level humidity, slow wind blow, flat site and muddy ground which occur after rains. But we must also know that the site got potential, such as intensive rain for water supply, fertile soil, soil texture that can give alternative to water recreation and good master plan to back up design process.So, the outdoor area are developed according to the needs of the users, the managers and the visitors. Site is transformed into active and passive outdcior recreation facilities with standard of adults and children movement spaces as a basic calculation of the space required. The circulation system and pattern are created for man and vehicles entering the site and facilities are developed according to need for recreation and landmark. There is also a basic concept to develop the site, which is creating an outdoor recreation in form of an adventure that shows characteristics of the continents of the world which can strengthen the master plan. It is necessary to have the contributions from the neibourhood people to preserve the existence of the site. There will be ‘spots that can beleased to get income.To make it clearly in order, site is divided into three areas, those are the welcoming area, recreation area and service area. The welcoming area is a public area and. in transitional form which contains gate, manager office, parking. area andi other public facilities. Recreation area is an area with special features for community activities or as a place for family to gather and have leisure activities. And service area is one area that s e(and can reach into every area exist.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?