DETAIL KOLEKSI

Kajian tingkat kebisingan di Terminal Bus Baranangsiang Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor


Oleh : Trisna Maulana Nugraha

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2020

Pembimbing 1 : Hernani Yulinawati

Pembimbing 2 : Pramiati Purwaningrum

Subyek : Noise - Environmental aspects;Bus terminals - West Java

Kata Kunci : noise level, ldn (24 hours), sound level meter, surfer, v/c ratio, bus station


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2020_TA_STL_082001500058_Halaman-judul.pdf 983.72
2. 2020_TA_STL_082001500058_Lembar-pengesahan.pdf 1538.3
3. 2020_TA_STL_082001500058_Bab-1_Pendahuluan.pdf 1653.17
4. 2020_TA_STL_082001500058_Bab-2_Tinjauan-pustaka.pdf 337.05
5. 2020_TA_STL_082001500058_Bab-3_Metode-penelitian.pdf 336.65
6. 2020_TA_STL_082001500058_Bab-4_Hasil-dan-pembahasan.pdf 1425.65
7. 2020_TA_STL_082001500058_Bab-5-_Simpulan-dan-saran.pdf 162.91
8. 2020_TA_STL_082001500058_Daftar-pustaka.pdf 162.3
9. 2020_TA_STL_082001500058_Lampiran.pdf 1054

S Semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk terhadap di berbagai kota besar di Indonesia, semakin besar pula tuntutan pemerintah untuk melayani kebutuhan masyarakat seperti dalam bidang sarana transportasi, termasuk pembangunan terminal salah satu dampak kemajuan teknologi disektor transportasi yang bersifat negatif adalah pencemaran suara atau kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kebisingan di Terminal Bus Baranangsiang, Bogor Pengambilan data dilakukan pada 7 titik sampling : 6 titik di lingkungan terminal, dan 1 titik di tepi Jalan Raya Pajajaran. Sampling dilakukan tanggal 6- 13 September 2019. Dalam satu hari dibagi menjadi 7 segmen waktu: 4 segmen mewakili kebisingan siang hari (LS 06.00 – 22.00) dan 3 segmen mewakili kebisingan malam hari (LM 22.00 – 06.00). Data diolah menggunakan metode sesuai KepMenLH 48/1996 untuk memperoleh kebisingan siang malam (LSM). Tingkat kebisingan kemudian dianalisis secara visual basic dan dipetakan dalam bentuk kontur menggunakan software Surfer 11. Pada penelitian ini ditinjau korelasi tingkat kebisingan terukur dengan tingkat kebisingan terhitung. Jenis kendaraan bermotor yang disurvei dikategorikan dalam 3 jenis; yaitu roda 2, roda 4 dan roda 6. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat kebisingan di Terminal Bus Baranangsiang rata-rata berkisar antara 66,7–78,9 dB(A) sudah melebihi baku mutu KepGub DKI Jakarta No. 551/2001 yaitu sebesar 70 dB(A). Baku mutu KepGub DKI Jakarta No. 551/2001 digunakan karena Kep-48/Menlh/11/1996 dan KepGub Jawa Barat belum mengeluarkan baku mutu untuk Terminal. Rata-rata kebisingan lalu lintas terukur Jalan Raya Pajajaran sebesar 71,3 dB(A). Korelasi tingkat kebisingan terukur dengan volume per kapasitas jalan (v/c ratio) mendapatkan persamaan y = -0,4144x + 71,532 R² = 0,0006 menunjukan korelasi yang sangat lemah, atau hampir tidak ada hubungan sama sekali. Penelitian ini merekomendasikan upaya pengendalian kebisingan dengan memberikan penghalang antara sumber dengan penerima, berupa barrier tanaman, yaitu sekelompok pohon yang memiliki ketinggian di bawah 6 m (perdu)

A As the increasing population growth in various big cities in Indonesia, the greater the government's demand to serve the community needs in the sector of transportation, including development of the bus station. One of the negative technological impacts in the transportation sector is sound pollution or noises. The aim of this study is to assess noise level at the Baranangsiang Bus Station, Bogor. Data collection was conducted at 7 sampling points which 6 points was taken in the station area and 1 point on the edge of the Pajajaran highway. Sampling activities was carried out from 6 - 13 September 2019. In one day divided into 7 time segments: 4 segments representing daytime (LS 06.00 - 22.00) and 3 segments representing the night time (LM 22.00 - 06.00). The data is then analyzed using KepMenLH 48/1996 method to obtain the noise level at day and night (NGOs). The noise level is then analyzed on a visual basis way and mapped in the form of contours using the Surfer 11 software. In this study, the correlation between measured noise levels and counted noise levels was compared. Vehicle types that has been surveyed is categorized in 3 types which are 2, 4, and 6 wheeled vehicles. This study concluded that the noise level in the Baranangsiang Bus Station reached an average of between 66.7-78.9 dB(A) that had exceeded the quality standards of the Jakarta Governor's Decree No. 551/2001 which is 70 dB (A). The DKI Jakarta KepGub quality standard No. 551/2001 is used in this case because Kep-48 / Menlh / 11/1996 and the West Java KepGub have not yet issued quality standard for the Station. The data also shown that the average noise level in the Pajajaran highway is 71,3 dB (A). Correlation with volume per road capacity (ratio v/c) resulted the equation of y = -0,4144x + 71,532 and R² = 0,0006. This indicates the result of no correlations at all. This study provides recommendation is to control noise by providing a barrier between the source and the receiver. The barrier consist of plants is the form of a group of trees that have a height below 6 m (shrubs)

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?