DETAIL KOLEKSI

Penyisihan senyawa organik limbah cair industri minyak kelapa sawit (crude palm oil) dengan menggunakan kombinasi reaktor berpenyekat dan unggun tetap secara anaerob


Oleh : Roro Ajeng Pandanwangi

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2004

Pembimbing 1 : Edison E.

Pembimbing 2 : Astri R.N.

Subyek : Technology - Wastewater treatment;Industrial waste

Kata Kunci : crude palm oil (CPO) waste water, anaerobik ponds


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2004_TA_STL_08200059_Halaman-Judul.pdf 1735.29
2. 2004_TA_STL_08200059_Bab-1.pdf 896.69
3. 2004_TA_STL_08200059_Bab-2.pdf 1689.56
4. 2004_TA_STL_08200059_Bab-3.pdf 850.72
5. 2004_TA_STL_08200059_Bab-4.pdf 2940.78
6. 2004_TA_STL_08200059_Bab-5.pdf 672.7
7. 2004_TA_STL_08200059_Daftar-Pustaka.pdf 704.38
8. 2004_TA_STL_08200059_Lampiran.pdf 2706.11

J Jumlah limbah cair industri minyak kelapa sawit (IMKS) yang semakin besar, dengan konsentrasi COD berkisar 25.000 - 50.000 mg/I, merupakan salah satu sumber pencemar lingkungan yang potensial di Indonesia Proses pengolahan limbah cair IMKS yang banyak dilakukan sekarang adalah menggunakan kolam anaerobik yang membutuhkan waktu pengolahan yang cukup lama ( 15-20 hari), sehingga diperlukan sistem pengolahan yang memiliki kecepatan penguraian dan waktu pengolahan yang singkat.Penggunaan kombinasi bioreaktor anaerob berpenyekat dan unggun tetap dapat dijadikan sebagai altematif untuk mengolah limbah cair IMKS. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kinerja bioreaktor berpenyekat dan unggun tetap bermedia karbon aktif dalam mengolah limbah cair IMKS.Kombinasi bioreaktor ini berbentuk persegi panjang yang terdiri dari 6 ruang pada reaktor berpenyekat dipisahkan oleh penyekat yang dipasang vertikal danunggun tetap bermedia karbon aktif Percobaan dilakukan pada temperatur ruang 27-300C. Tahap seeding- aklimatisasl Bilangsungkan pada debit 0,0115 Vmnt dengan komposisi limbah segar 75% dan lumpur 25% yang disirkulasikan secara kontinyu.Kondisi tunak dicapai setelah 45 hari dengan tingkat efisiensi penyisihan sebesar81,03% dan konsentrasi biomassa sebesar 439+,49 mg\!SS/l.Berdasarkan hasil perhitungan pada penetapan parameter kinetika, diperoleh kinetika pada degradasi limbah cair IMKS sebagai berikut; µ=0,001-0,027(jam"1),µmax=0,2 (hari"), Ks=0,8 g/l, q=0,018-0,5439 (jam"), Kd=0,0224-0,0450 (jam"),Y=0,0493, Yt=0.0492 dan Yobs=0,0008-0,0268.Berdasarkan hasil penelitian pengoperasian reaktor secara kontinyu dengan variasi waktu tinggal 120 jam, 72 jam, 36 jam dan 18 jam, diketahui tingkat efisiensi penyisihan tertinggi terjadi pada waktu tinggal 120 jam untuk setiap parameter berturut-turut COD, TSS, minyak-lemak yaitu sebesar 90,25%, 73,94% dan 95,97%. Semakin lama waktu tinggal limbah dalam reaktor, maka semakin lama waktu kontak yang terjadt antara limbah dengan bakteri. Namun dari basil efluen menunjukkan, bahwa rnasih diperlukan proses pengolahan lanjutan seperti proses aerobik.Untuk kinetika penyisihan COD. TSS, minyak-lemak pada reaktor berpenyekat diperoleh harga k berikut; k=0,0133-0,0229 (hari' 1): k=0,0144-0,0249 (hari"); k=0,0163-0,0308 (hari") dan kinetika pada unggun tetap untuk harga o dan k,diperoleh berikut oCOD=0,2755; kCOD=3,8I87(hari•1 ): oTSS=0,2466. kTSS=l ,536(hari"1)~o minyak-lemak=0,5881: k minyak lemak=3.9182(harr1).Dari hasil isolasi dan identifikasi bakteri. diperoleh bebcrapa jenis bakten pendegradasi limbah cair IMKS sebagai berikut Woline/la recta, Acetivtbno cellulolyticus, Succinimonas amylolytica.Referesi: 25 (1980-2003)

T The increasing rate of wastewater from crude palm oil (CPO) industry wich contain the COD level around 25.000-50.000 mg/I, significantly contributes stream pollution to the environment in Indonesia Now a days, the most common wastewater treatment plan for CPO industry is conventional anaerobik treatment such as anaerobik ponds that needs 15-20 days of treatment. Therefore, to get more efficient in treatment time.it is necessary to develop the treatment system.The usage or baffle and fixed bed combination is alternative system for CPO industrial wastewater treatment. This research studies the performance of baffie and fixed bed combination in decreasing the organic matter in wastewater of CPO industry.The reactor design is a rectangular box which consist or compartment with vertical baffle alternately hanging and standing. In fixed bed, active carbon used as the media for microorganism attach. In seeding stage. the reactor is filled with CPO wastewater and active sludge at ratio 75% and 25%. It is resirculated continously in the flowrate 0,0115 l/mnt at temperature 27-30°C. The stedy stale condition gained after 45 days by the level of eficiency of COD removal 81 ,03% and the biomass concentration 4397,49 mg/I. Based on the calculation of kinetic parameter, the results obtained are µ=0,00l-0,027(jam-1), umax= 0,2 (days -1 ). Ks=0,8 g/l, q=0,018-0,5439 (hours"), Kd=0,0224-0,()450 (hours.1), Y==0.04913, Yt=0, 0493 and Yobs=0,0008-0,0268. The reactor is continously operated in v'arious detention time, 120 hours, 72 hours, 36 hours and 18 hours. The highest removal efficiency of COD, TSS, oil grease reached at the longest detention time (120 hours), the parameters are COD=90,25%, TSS=73,94% and oil-grease=95,97%. The longest detention time provides a longer lime of contact between the wastewater and the microorganism so that the efficiency increase. Although the result has shown, it is important to proceed advance treatment system as aerobic treatment system.The results or kinetic calculation of COD, TSS, oil grease on baffle for constanta o and k are k COD=O.O l 33-0,02:N (day-1) :kTSS=O,O 144-0,0249 (day-1);k oil-grease=0,0163-0,0308 (day") and the constanta o and k in fixed bed for COD. TSS, oil-grease are o COD= 0,2755; k COD=J,8187 (day" ); o TSS :=0,:!466;k TSS=l ,536(da/); o-oil-grease= 0,5881: k oil-grease=3,9 l 82 (day").The result of bacterial identification shown that Wolinella recta, Acetivibrio cellulolyticus. Succinimonas amylolytica was found in CPO wastewater.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?