DETAIL KOLEKSI

Hubungan paparan debu batubara terhadap gangguan fungsi paru pada pekerja Tambang Batubara


Oleh : Munfika Maulida

Info Katalog

Nomor Panggil : 616.24/MAU/h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2015

Pembimbing 1 : Achmad Jana Maulana

Subyek : Lung diseases;Air pollution

Kata Kunci : coal dust exposure, lung function disorders, lung function, coal workers


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2015_TA_SKD_03011200_Halaman-judul.pdf 2336.79
2. 2015_TA_SKD_03011200_Pengesahan.pdf 1125.27
3. 2015_TA_SKD_03011200_Bab-1_Pendahuluan.pdf 278.16
4. 2015_TA_SKD_03011200_Bab-2_Tinjauan-literatur.pdf 496.37
5. 2015_TA_SKD_03011200_Bab-3_Kerangka-konsep.pdf 313.12
6. 2015_TA_SKD_03011200_Bab-4_Metode.pdf 291.5
7. 2015_TA_SKD_03011200_Bab-5_Hasil.pdf 237.94
8. 2015_TA_SKD_03011200_Bab-6_Pembahasan.pdf 243.01
9. 2015_TA_SKD_03011200_Bab-7_Kesimpulan.pdf 267.43
10. 2015_TA_SKD_03011200_Daftar-pustaka.pdf 280.66
11. 2015_TA_SKD_03011200_Lampiran.pdf 905.37

S Seiring berkembangnya industri batubara nasional memunculkan dampakkesehatan akibat pajanan debu batubara yang timbul selama proses produksi.Sebuah studi menyebutkan 10-30% penyakit akibat kerja mengakibatkangangguan paru. Di Indonesia sendiri angka kesakitan dari pekerja yang terpapardebu tinggi mencapai 70%. Gangguan kesehatan yang dapat timbul pada sektorpertambangan seperti pneumokoniosis, PPOK, asma kerja, batuk kronis, dll dapatmenyebabkan penurunan kualitas pekerja. Masalah ini yang melatar belakangipenelitiaan ini, untuk mengetahui hubungan antara paparan debu batubara dengangangguan fungsi paru pada pekerja tambang.METODEPenelitiaan ini menggunakan studi analitik observasional dengan desain potonglintang yang mengikutsertakan 67 pekerja tambang batubara. Data dikumpulkandengan menggunakan kuisioner dan pemeriksaan fungsi paru dengan spirometer.Analisis data dengan SPSS for windows versi 20.0 dan tingkat kemaknaan yangdigunakan besarnya 0,05.HASILDidapatkan prevalensi 29 responden (43,3%) memiliki gangguan fungsi parudengan besar obstruksi ringan satu responden (1,5%), restriksi ringan 27responden (40,3%), restriksi sedang satu responden (1,5%), sedangkan tidakterdapat obstruksi sedang maupun berat, restriksi berat dan campuran. Hasilanalisis data dengan uji Fisher dengan tingkat kemaknaan p<0,05 menunjukantidak adanya hubungan antara paparan debu batubara dengan gangguan fungsiparu (p=0,1).KESIMPULANPenelitiaan ini menunjukan tidak terdapat hubungan antara paparan debu batubaradengan gangguan fungsi paru pada 67 pekerja tambang

A As the development of national coal industry raises health effect due to coal dustexposure during production. A study showed that 10-30% of occupationaldiseases was pulmonary disorders. In Indonesia, morbidity rate among dustexposed workers reaches 70%. There’s some health problems that can arise in thissector such as pneumoconiosis, COPD, asthma, chronic cough, etc that candecrease work performance. Based on that, this study was conducted to determinethe relationship between coal dust exposure and lung function disorders in coalminers.METHODSA cross-sectional analytical observational sttudy was conducted to 67 coal miners.Data were collected by questionnaires and lung function test using spirometer.Data analysis was performed using SPSS for windows version 20.0 and level ofsignificance was set at 0,05.RESULTThe prevalence of lung function disorders is 29 respondent (43,3%) included onerespondent (1,5%) with mild obstructive disorder, 27 respondent (40,3%) withmild restrictive disorder, one respondent (1,5%) with moderate restrictivedisorder, there’s no moderate or severe obstructive disorder, severe rstrictivedisorder and mixed lung disorder. The result of data analysis using Fisher withsignificant value p<0,05 shows that there is no relation between coal dustexposure and lung function disorders (p = 0,1)CONCLUSIONThis study shows no relation between coal dust exposure and lung functiondisorders among 67 coal miners.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?