DETAIL KOLEKSI

Efektifitas mekanisme transmisi kebijakan moneter pada jalur suku bunga periode 2005:07-2010:06


Oleh : Muhammad Alfian

Info Katalog

Penerbit : FEB - Usakti

Kota Terbit : Jakrta

Tahun Terbit : 2011

Pembimbing 1 : Syafri

Subyek : Money markets;economic policy;monetary policy

Kata Kunci : monetary instrumen, target of monatary policy


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2011_TA_IE_021070023_7.pdf 3014.64
2. 2011_TA_IE_021070023_6.pdf 294.74
3. 2011_TA_IE_021070023_5.pdf 1155.67
4. 2011_TA_IE_021070023_4.pdf 480.38
5. 2011_TA_IE_021070023_3.pdf 498.6
6. 2011_TA_IE_021070023_2.pdf 366.96
7. 2011_TA_IE_021070023_1.pdf 690.63

V Vektor Oto Regresi (VAR) adalah metode statistic atau analisis yang bisa digunakan untuk memprediksi variabel runtun waktu dan menganalisis dampak dinamis factor gangguan dalam sebuah sistem variabel. Selain itu, analisis VAR sangat berguna untuk menilai keterkaitan antar variabel ekonomi. Penelitian ini melalui tahapan pengujian sebagai berikut: uji akar unit, uji lag optimal, uji kausalitas granger dan pemodelan vector oto regresi (VAR). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), suku bunga pasar uang antar bank (PUAB), suku bunga deposito (DEP), suku bunga pinjaman (KDRT) dan jumlah kredit (AGKDRT) di Indonesia periode 2005:07-2010:06. Efektivitas diukur dengan dua indicator, yaitu (1) seberapa cepat atau berapa banyak jeda waktu yang dibutuhkan sejak kejutan instrument moneter (SBI) sampai realisasi sasaran akhir kebijakan moneter (inflasi) (2) seberapa kuat variabel respon Jalur Tingkat Bunga terhadap kejutan suku bunga SBI dan variabel lainnya. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan respon variabel dalam jalur suku bunga terhadap instrument shock kebijakan moneter (SBI) sampai mencapai target antara sekitar 4 bulan. Sedangkan fungsi impulse response variabel dalam saluran ini untuk instrument shock kebijakan moneter (SBI) adalah sangat lemah dan variabel utama di pasar suku bunga uang antara bank (PUAB) mampu menjelaskan target keanekaragaman target antara kebijakan moneter (Agregat Moneter) sekitar 2,82%. Hasil ini sekali menunjukkan kausalitas Granger yang lemah dan daya prediksi antara PUAB sebagai sasaran operasional dengan Agregat Moneter sebagai sasaran antara kebijakan moneter. Jadi, kita dapat menyimpulkan bahwa mekanisme transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga tidak efektif untuk mencapai sasaran antara kebijakan moneter di Indonesia tahun 2005:07-2010:06.

V Vector auto regression (VAR) is an analysis or statistic method which can be used to predict time series variable and to analyst dynamic impact of disturbance factor in the variable system. In addition, VAR analysis is very useful to assess the interrelationship between economics variable. This research through the following test phases: unit root test, optimal lag test, granger causality test, and form a vector auto regression model (VAR). The data used in this research is the Bank Indonesia Certificate rate data (SBI), interbank offered rate data (PUAB), deposit rate data (DEP), loan rate data (KDRT) and credit aggregate data (AGKDRT) of Indonesia in the period 2005:07-2010:06. The effectiveness was measured by two indicators. They are : (1) how fast and how many time lag needed since the sock of monetary instruments (SBI) until the realization of intermediary target of monetary policy (monetary aggregate). (2) How strong the variables of interest rate channel response the stock of SBI interest rate and other variable. This study used secondary data issued by Bank Indonesia. The result of the study shows that response velocity of variable in Interest Rate Channel towards shock instrument of monetary policy (SBI) until reach the final target about 4 months. While impulse response function of variables in this channel to the shock instrument of monetary policy (SBI) is quiet weak and the main variable in interest rate money market among bank (PUAB) able to explain diversity intermediary target of monetary policy (monetary aggregate) about 2.82%. this result once shows a weak Granger causality and predictive power between PUAB as the operational target of monetary aggregate as the intermediary target of monetary policy. This we can conclude that mechanism of monetary policy transmission through interest rate channel is not effective to reach the intermediary target of monetary policy of Inodnesia period of 2005:07-2010:06.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?