DETAIL KOLEKSI

Perhitungan portal dengan balok beton prategang parsial pada bangunan satu tingkat

1.0


Oleh : Poppy Maria Ulfa

Info Katalog

Penerbit : FTSP - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2013

Pembimbing 1 : Ridwan Suhud

Pembimbing 2 : Grace Kurniawati

Subyek : Structural Design

Kata Kunci : prestressed concrete, bending stress, the ratio of partial prestressed, press and tension, the loca


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2013_TA_SP_05108037_1.pdf 470.54
2. 2013_TA_SP_05108037_2.pdf 133.31
3. 2013_TA_SP_05108037_3.pdf 1769.58
4. 2013_TA_SP_05108037_4.pdf 797.64
5. 2013_TA_SP_05108037_5.pdf 1160.49
6. 2013_TA_SP_05108037_6.pdf 500.39
7. 2013_TA_SP_05108037_7.pdf 580.18

M Maksud dan Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah : 1). Untuk memenuhi persyaratan guna meyelesaikan pendidikan pada jenjang S-1 pada Jurusan Teknik Sipil, Fakultas teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti. 2). Memperkenalkan Teori Beton Prategang. 3). Membuat perancangan bangunan portal dengan balok prategang parsial 4). Mengemukakan cara pelaksanaan konstruksi beton prategang parsial pada portal dengan balok prategang. 5). Mengaplikasikan SNI 03-2847-2002 untuk suatu bangunan dengan struktur beton prategang. Dalam tugas akhir ini, model variabel yang dikembangkan adalah rasio prategang parsial, tegangan tarik dan tekan, lokasi tendon simetris dan asimetris gaya prategang awal,serta kehilangan gaya prategang, Tegangan pada tendon dari sebuah beton prategang mengalami pengurangan seiring berjalannya waktu. Maka perlu diperkirakan besarnya kehilangan gaya prategang secara keseluruhan agar dapat menentukan gaya prategang efektif yang dibutuhkan pada perencanaan. Berdasarkan beberapa hal yang telah dipaparkan pada tugas akhir ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1). Untuk struktur portal bangunan satu tingkat dengan balok bentang panjang 25 m cukup baik digunakan beton prategang parsial. 2). Momen nominal beton prategang parsial harus sama dengan momen nominal beton prategang penuh. 3). Pada portal dengan balok beton prategang parsial ini,diijinkan timbulnya tegangan tarik. Tetapi masih dalam batas-batas tegangan tarik ijin. 4). Pada momen akhir dari portal prategang parsial bangunan satu tingkat ini, terjadi tegangan tarik sebesar 2.19 MPa, namun masih dibawah tegangan ijin beton (st) sebesar 3.16 MPa. Maka balok prategang masih dalam keadaan aman ditambah dengan tulangan non-prategang pada balok prategang yang menambah kekuatan batas,memperkuat bagian yang tidak terjangkau oleh baja prategang dan memberikan keamanan tambahan untuk kondisi pembebanan yang tak terduga.

A Aims and Objectives of this study are: 1). To meet the requirements for completing education at levels of S-1 in the Department of Civil Engineering, Faculty of Civil engineering and Planning, University of Trisakti. 2). Introducing Prestressed Concrete Theory. 3). Creating and building design portal with prestressed beams partial. 4). Suggests how partial prestressed concrete construction the portal with prestressed beams. 5). SNI 03-2847-2002 apply for a building with prestressed concrete structures. In this thesis, the model developed variable is the partial prestressing ratio, tensile stress and the press, the location of the tendon symmetric and asymmetric initial prestressing force, as well as the loss of prestressing force, tension on tendons of prestressed concrete experienced a reduction over time. Estimated amount of loss it is necessary prestressing force as a whole in order to determine the effective prestressing force required in the planning. Based on some things that have been presented in this thesis, it can be concluded as follows: 1). For one-story buildings portal structure with long-span beam 25 m good enough to use partial prestressed concrete. 2). Nominal moment of partial prestressed concrete must be equal to the nominal torque of prestressed concrete filled. 3). On the portal with the partial prestressed concrete beams, allowed the emergence tensile stress. But still within the bounds of permission tensile stress. 4). In the final moments of prestressed partial portal is one-story buildings, occurred at 2:19 MPa tensile stress, but still below the voltage permit concrete (st) at 3:16 MPa. Then it is still in the prestressed beams secure state coupled with non-prestressed reinforcement in the beam prestressing which add strength limit, amplify part prestressing steel and affordable by providing additional security for unexpected loading conditions.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?