DETAIL KOLEKSI

Identifikasi permasalahan produksi pada sumur-sumur di lapangan Kamojang dengan metode analisa decline curve


Oleh : Rendhatya Padmodwiputra

Info Katalog

Nomor Panggil : 2024/TP/2013

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2013

Pembimbing 1 : Sri Wahyuni

Subyek : Reservoir

Kata Kunci : decline curve analysis, trend decline, wells, non-condensable gas


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2013_TA_TM_07107110_8.pdf 2704.62
2. 2013_TA_TM_07107110_7.pdf 584.27
3. 2013_TA_TM_07107110_6.pdf 725.95
4. 2013_TA_TM_07107110_5.pdf 1072.48
5. 2013_TA_TM_07107110_4.pdf 801.54
6. 2013_TA_TM_07107110_3.pdf 761.1
7. 2013_TA_TM_07107110_2.pdf 414.33
8. 2013_TA_TM_07107110_1.pdf 1679.48

I Identifikasi permasalahan sumur produksi Lapangan Panas Bumi Kamojang akan dipusatkan pada 8 sumur yang mewakili 4 jalur pipa transmisi uap ke PLTP 140 MW. Dalam kaitannya dengan sejarah kinerja produksi suatu sumur, untuk meramalkan produksi dapat menggunakan metode analisa penurunan produksi (decline curve analysis). Peramalan kinerja produksi dalam hubungannya terhadap identifikasi permasalahan produksi akan dilakukan pada beberapa sumur yang diamati dengan menggunakan bantuan program Spivey. Program Spivey ini merupakan simulasi perhitungan secara numerik yang akan digunakan untuk mengetahui trend decline dari sumur panas bumi satu fasa. Sumur yang memiliki laju penurunan produksi terbesar adalah sumur J-BG dengan 4.93% /tahun dan yang rendah adalah J-BB dan J-AH dengan besar penurunan masing-masing 0.25% /tahun dan 0.41% /tahun. Penurunan produksi yang besar terdapat pada sumur-sumur terletak pada jaringan pipa alir PL-404 yaitu J-BF dan J-BG dengan penurunan sebesar 4-5 % /tahun. Sementara sumur yang lainnya mengalami penuruan yang sekitar 2-3 % / tahun. Penyebab penurunan produksi pada sumur-sumur yang diamati adalah alami akibat eksploitasi yang disebabkan oleh berkurangnya massa di reservoir. Hal ini dikonfirmasi dengan adanya penurunan tekanan pada reservoir selama produksi dilakukan dan meningkatnya kadar non-condensable gas (NCG).

I Identify problems production wells of Kamojang Geothermal Field will be focused on 8 wells that represent 4 vapor transmission pipeline to 140 MW geothermal power plants. In relation to the history of the well production performance, to predict the production can use production decline analysis method (decline curve analysis). Forecasting production performance in relation to the identification of production problems in several of the wells were observed by using the help of Spivey program. Spivey program is a simulation of a numerical calculation will be used to determine the trend decline of single-phase geothermal wells. The well, which has the biggest production decline rate is well J-BG by 4.93% / year and the low are J-BB and J-AH with a large decrease respectively 0.25% / year and 0.41% / year. There is large decline in production wells located on the pipeline flow is PL-404-J and J-BF BG with a decrease of 4-5% / year. While other wells had decline about 2-3% / year. The cause of the decline in production wells is observed due to natural exploitation caused by the reduced mass in the reservoir. This was confirmed by the reduced pressure in the reservoir during production and increased levels of non-condensable gas (NCG).

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?