DETAIL KOLEKSI

Analisis resapan air permukaan untuk air tanah wilayah Kodya Jakarta Pusat Provinsi DKI Jakarta

3.3


Oleh : Narendra Surya Aditya Krisna

Info Katalog

Nomor Panggil : 487/TG/2014

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Abdurrachman Assegaf

Subyek : Soil Infiltration Rate - Measurement - Instruments

Kata Kunci : infiltration analysis, floods, water puddles, potential map


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_GL_TA_07208029_7.pdf 3271.37
2. 2014_GL_TA_07208029_6.pdf 494.83
3. 2014_GL_TA_07208029_5.pdf 2727.41
4. 2014_GL_TA_07208029_4.pdf 703.14
5. 2014_GL_TA_07208029_3.pdf 1028.1
6. 2014_GL_TA_07208029_2.pdf 565.74
7. 2014_GL_TA_07208029_1.pdf 768.76

L Lokasi daerah penelitian secara administratif terletak pada daerah Kotamadya Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta. Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km2 (lautan: 6.977,5 km2), dengan penduduk tahun 2010 memiliki jumlah 9.607.787 jiwa (Sumber : BPS,2010). Wilayah metropolitan Jakarta (Jabotabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia. Tahun ke tahun, wilayah Jakarta Pusat terus mengalami peningkatan jumlah genangan air dan mengalami banjir yang cukup parah, oleh karena itu diperlukan pembuatan Peta Potensial Resapan Air Permukaan dengan parameter litologi dan ketinggian muka air tanah yang ditambahkan dengan tata guns lahan sehingga bisa untuk mengetahui kapasitas besaran resapan air permukaan Jakarta Pusat dan bisa digunakan untuk menentukan kapasitas saluran yang diperlukan. Pembuatan peta ini menggunakan metoda penggabungan peta tematik. Daerah yang memiliki limpasan di wilayah terbuka hanya daerah dengan satuan Pematang Pantai, sebagian besar lahan terbuka memiliki kapasitas yang bail( untuk peresapan. Limpasan air pada wilayah Jakarta Pusat sbesar dengan kisaran per jamnya mencapai 50,999 meter kubik per jamnya. Untuk kapasitas resapan maksimal, wilayah Jakarta Pusat memiliki kapasitas resapan sebesar 84.543.325 meter kubik, sedangkan kapasitas air yang turun dalam bentuk curah hujan itu sebesar 95.496.492 meter kubik per tahunnya. Ada sekitar 69.394.689 meter kubik air yang terlimpas per tahunnya. Kegiatan sosialisasi terhadap masyarakat sangat dibutuhkan agar masyarakat lebih peka terhadap lingkungan dan menjaga kebersihan saluran sebagai antisipasi pencegah genangan air. Pihak terkait dan pemerintah harus selalu mengadakan penyuluhan dan sosialisasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lahan terbuka.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?