DETAIL KOLEKSI

Identifikasi faktor penyebab kegagalan produk home theatre menggunakan metode Mafma dengan pendekatam Fuzzy AHP pada PT.LG Electronics Indonesia


Oleh : Dwi Handoko

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2012

Pembimbing 1 : Andri Bagio Satrio

Subyek : Quality control;Evaluation methods;Materials testing;Management operations;Industrial management;Project management.

Kata Kunci : Six Sigma, DMAIC, FMEA, DPMO, perbaikan, kualitas, quality control, evaluasi, industrial.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2012_TA_TI_06305106_Judul.pdf 1809.24
2. 2012_TA_TI_06305106_Abstrak.pdf 1415.61
3. 2012_TA_TI_06305106_Daftar-isi.pdf 4803.69
4. 2012_TA_TI_06305106_Bab1.pdf 2004.81
5. 2012_TA_TI_06305106_Bab2.pdf 9710.27
6. 2012_TA_TI_06305106_Bab3.pdf 4236.23
7. 2012_TA_TI_06305106_Bab6.pdf 1066.14
8. 2012_TA_TI_06305106_Daftar-Pustaka.pdf 800.65
9. 2012_TA_TI_06305106_Lampiran.pdf 15058.16

P PT. LG Electronics Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang electronic manufacture yang merakit berbagai jenis barang elektronik, seperti Home Theatre, DVD & R. Combi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produk elektronik yang memiliki tingkat kegagalan tertinggi dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan produk tersebut menggunakan metode Multi Attribute Failure Mode Analysis (MAFMA) dengan pendekatan Fuzzy Analytic Hierarchy Process (AI-IP). Metode MAFMA ini merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengeliminasi kegagalan. Tahapan awal dimulai dengan menentukan produk perakitan yang persentase kegagalannya tertinggi. Setelah diperoleh produk yang tingkat kegagalannya tertinggi yaitu produk Home Theatre, selanjutnya menentukan posisi terjadinya cacat, jenis cacat dan faktor penyebabnya. Kemudian melakukan perhitungan bobot antar kriteria penilaian dengan metode Fuzzy AHP. Dimulai dengan mentransformasi basil kuesioner matrik perbandingan berpasangan antar kriteria menjadi nilai numeric, menentukan nilai eigen antar kriteria, menentukan nilai CR (Consistency Ratio) antar kriteria, normalisasi Fuzzy Number antar kriteria sehingga diperoleh bobot antar kriteria Tahapan selanjutnya adalah melakukan perhitungan bobot antar faktor kegagalan menurut kriteria Expected Cost dengan metode Fuzzy AHP. Dimulai dengan mentransformasi hasil kuesioner matriks perbandingan berpasangan tiap faktor kegagalan menurut kriteria Expected Cost menjadi nilai numeric, menentukan nilai eigen antar alternative, menentukan nilai CR antar alternative, normalisasi FN antar alternative sehingga diperoleh bobot antar alternatif. Tahapan berikutnya adalah menyusun skor FMEA tiap faktor kegagalan menurut kriteria Severity (S), Occurrence (0) & Detection (D) yaitu dengan menghitung bobot tiap faktor kegagalan menurut kriteria S,O,D sehingga diperoleh faktor penyebab kegagalan paling dominan. Sehingga diperoleh faktor kegagalan yang paling dominan pada proses perakitan produk Home Theatre berdasarkan metode FMEA yaitu nilai RPN tertinggi adalah buruknya kualitas komponen sebesar 84, begitu juga dengan metode MAFMA faktor penyebab kegagalan produk tertinggi adalah faktor buruknya kualitas komponen perakitan yaitu sebesar 29,5%.

P PT. LG Electronics Indonesia is a company engaged in the manufacture of electronic assembling various types of electronic goods, one of which is the home theater. Home Theater products will be the research object of this final thesis because the percentage of disability due to a larger home theater products compared to other products, as well as Home Theatre percentage of the assembly process is still higher than the maximum percentage of disability which has been set by the company. This study aims to identify the factors that cause failure in the assembly process and deliver suggestion to handling the failure process using Multi Attribute Failure Mode Analysis (MAFMA) method with Fuzzy Fuzzy Analytic Hierarchy Process (AHP) approach. MAFMA method is one of the method used to eliminate the failure. Early stages of product assembly begins by determining the highest percentage of failures. Having obtained, the result for highest failure rate of products is home theater products, afterwards define the position of the occurrence of defects, defect type and contributing factors. Then calculate the weight between the assessment criteria with Fuzzy AHP method. Started by transforming the matrix of pairwise comparisons between questionnaire criteria into numeric values, determining the eigenvalues between the criteria, determine the value of CR among the criteria, the normalization of FN among the criteria so that we can obtain the weighting between the criteria. The next stage is to perform the calculation of weighting factors between the expected cost of failure criteria with Fuzzy AHP method. Starting with the transform the questionnaires result of paired matrix comparison results of each expected cost of failure factor according to the criteria of a numeric value, determining the eigenvalues between alternatives, determine the value of CR between the alternative, normalization between the FN alternative to obtainquality between the alternatives. The next stage is to set the FMEA score of each failure factor according to the criteria of S, 0, Dby calculating the weight of each factor according to the criteria of the failure of S, 0, D in order to obtain the most dominant factor causing the failure. In conclusion, the most dominant failure factor in the product assembly process is the damage assembly component factor equal to 29.5%.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?