DETAIL KOLEKSI

Hubungan tingkat pengetahuan dan konsumsi serat dengan konstipasi pada mahasiswa FK Usakti


Oleh : Prasada Wedatama

Info Katalog

File Jurnal : 00000000000000085899.pdf

Nomor Panggil : 616.342 8 Wed h

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2014

Pembimbing 1 : Adi Priyana

Subyek : Medical - Fiber consumption

Kata Kunci : knowledge of fiber, fiber consumption, risk factors, constipation.


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2014_TA_KD_03009185_Halaman-Judul.pdf 11108.66
2. 2014_TA_KD_03009185_Bab-1-Pendahuluan.pdf 622.13
3. 2014_TA_KD_03009185_Bab-2-Tinjauan-Literatur.pdf 965.14
4. 2014_TA_KD_03009185_Bab-3-Kerangka-Konsep.pdf 697.46
5. 2014_TA_KD_03009185_Bab-4-Metode.pdf 1023.18
6. 2014_TA_KD_03009185_Bab-5-Hasil.pdf 724.77
7. 2014_TA_KD_03009185_Bab-6-Pembahasan.pdf 696.74
8. 2014_TA_KD_03009185_Bab-7-Kesimpulan.pdf 688.4
9. 2014_TA_KD_03009185_Daftar-Pustaka.pdf 770.69
10. 2014_TA_KD_03009185_Lampiran.pdf 4511.54

K Konstipasi adalah masalah umum yang telah sering dialami olehkebanyakan orang. Sebenarnya konstipasi bukanlah penyakit hanya gejala yang dicirikan olehbuang air besar kurang dari 3x seminggu atau sulit dalam buang air besar. Selain itu konsumsiserat seringkali dibicarakan oleh para ahli pangan dan kesehatan karena belum banyakdiketahui kegunaanya dan dianggap tidak penting dalam kesehatan maka peneliti mencobamencari tahu tentang hubungan tingkat pengetahuan dan konsumsi serat dengan konstipasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis pada sampel mahasiswa/i angkatan2010 FK Usakti dengan tujuan untuk menilai apakah tingkat pengetahuan dan konsumsi seratberkorelasi dengan konstipasi. Sebuah penelitian cross-sectional dengan total subjek sebanyak 181 mahasiswaberusia ≤ 22 tahun pada angkatan 2010 di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Jakartadari bulan Oktober 2013 sampai bulan Januari 2014. Pengumpulan data dengan menggunakankuesioner yang berisi tentang tingkat pengetahuan dan konsumsi serat untuk menilai keluhankonstipasi dan mengukur frekuensi buang air besar yang dilakukan oleh peneliti. Analisis datadilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows Release 17.0 dengan tingkat signifikansiditetapkan sebesar 0,05. Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat, dan bivariat. Dari hasilanalisis univariat didapatkan kategori tingkat pengetahuan “mengerti” sebanyak 90 orang atau49,7%. Sedangkan yang paling sedikit tergolong dalam kategori tingkat pengetahuan “tidakmengerti” dan “kurang mengerti” sebanyak 5 orang atau 2,8%. Selain itu kategori “bukankonstipasi” sebanyak 169 orang atau 93,4%. Sedangkan yang paling sedikit tergolong dalamkategori “konstipasi” sebanyak 12 orang atau 6,6%. Dalam penelitian ini keluhan konstipasilebih banyak pada wanita, serta terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ( nilainya0,000 yang lebih kecil dari 0,05 dengan tingkat konstipasi.). Penelitian ini membuktikan bahwa tingkat pengetahuan seseorang yangcenderung “mengerti” dan konsumsi serat yang ideal tidak memiliki keluhan konstipasi padamahasiswa/i yang usianya kurang dari 22 tahun. Tingkat pengetahuan dan konsumsi seratyang kurang dapat menjadi faktor terjadinya konstipasi apabila dipengaruhi pula denganpeningkatan usia dari subjek.

C Constipation is a common problem that has been experienced by most people. Actually constipation is not a disease, just a symptom characterized by defecation less than 3x a week or difficulty in defecation. In addition, consumption is often discussed by food and health experts because it is not yet known for its usefulness and is considered not important in health, so researchers tried to find out about the relationship between knowledge level and fiber consumption with constipation. The purpose of this study was to test hypotheses on a sample of students of the Faculty of Medicine 2010-2010. Usakti aims to assess whether the level of knowledge and fiber consumption correlates with constipation. A cross-sectional study with a total subject of 181 students aged 22 years in the class of 2010 at the Faculty of Medicine, University of Trisakti University, Jakarta from October 2013 to January 2014. Data collection using questionnaires containing the level of knowledge and consumption of fiber to assess the complication of constipation and measure the frequency of waste disposal. defecation carried out by researchers. Data analysis was performed using SPSS for Windows Release 17.0 with a significance level set of 0.05. Data were analyzed using univariate, and bivariate analysis. From the results of the univariate analysis it was found that the category of knowledge level "understood" as many as 90 people or 49.7%. While the least classified in the category of level of knowledge "do not understand" and "not understand" as many as 5 people or 2.8%. In addition, the category of "non-constipation" as many as 169 people or 93.4%. While the least classified in the category of "constipation" as many as 12 people or 6.6%. In this study more constipation complaints in women, and there is a relationship between the level of knowledge (the value is less than 0.05 with a level of constipation.). This research proves that the level of knowledge of someone who tends to "understand" and the ideal consumption of fiber does not have complaints of constipation on students whose age is less than 22 years. The lack of knowledge and fiber consumption can be a factor in constipation if it is also influenced by the increasing age of the subject.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?