DETAIL KOLEKSI

Identifikasi faktor-faktor yang menghambat pembangunan kota baru (studi kasus: Kota Baru Bandar Kemayoran)


Oleh : Fitriana Juniati

Info Katalog

Nomor Panggil : 083.13

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2003

Pembimbing 1 : Aidid A. Gafar

Pembimbing 2 : Soepangat

Subyek : Cities and towns;City planning

Kata Kunci : inhibiting development, new city, Kota Baru Bandar Kemayoran


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2003_TA_PL_08397005_Halaman-judul.pdf 810.16
2. 2003_TA_PL_08397005_Bab-1.pdf 759.44
3. 2003_TA_PL_08397005_Bab-2.pdf 996.18
4. 2003_TA_PL_08397005_Bab-3.pdf 1074.66
5. 2003_TA_PL_08397005_Bab-4.pdf 1872.77
6. 2003_TA_PL_08397005_Bab-5.pdf 677.67
7. 2003_TA_PL_08397005_Bab-6.pdf 605.81
8. 2003_TA_PL_08397005_Daftar-pustaka.pdf 589.87
9. 2003_TA_PL_08397005_Lampiran.pdf 1329.16

P Pengembangan Kata Baru Bandar Kemayoran (KBBK) merupakan upaya pemerintah bekerja sama dengan swasta untuk memanfaatkan bekas bandara Kemayoran sebagai suatu kota baru dalam kota (new town in town) dan juga mengaplikasikan konsep \"kota taman\" (The Garden City Concept). Pengembangan KBBK sebagai bagian dari pembangunan pada umumnya bertujuan untuk memperbaiki lingkungan dan meningkatkan kehidupan masyarakat. Pembangunan kawasan KBBK dikoordinasikan oleh Sadan Pengelola Kompleks Kemayoran (BPKK) dan sebagai pelaksana pengendalian pembangunan adalah Direksi Pelaksana Pengendalian Pembangunan Komplek Kemayoran (DP3KK). Untuk merealisasikan tujuan tersebut BPKK telah melaksanakan kegiatan-kegiatan perencanaan dan pembangunan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menarik investor. Rencana pembangunan KBBK dibagi menjadi 3 (tiga) tahap pembangunan, yaitu: tahap jangka pendek (0 - 3 tahun), jangka menengah (4 - 8 tahun) dan jangka panjang (9 - 15 tahun). Jumlah seluruh proyek yang terdapat di KBBK mencapai 75 proyek dengan rincian 20 milik pemerintah, 14 BUMN dan 41 milik swasta. Pembangunan proyek dimulai sejak tahun 1990, tetapi akibat krisis ekonomi tahun 1997 sampai dengan akhir tahun 2002 semua proyek yang direncanakan selesai belum dapat diselesaikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi: 1) Realisasi pembangunan berbagai fasilitas dari sarana dari Tahap I (1990 - 1993) hingga Tahap II (1994 - 2002); 2)Faktor-faktor yang menarik atau pendorong pembangunan KBBK; 2) dan 3) Faktor-faktor yang menghambat dalam pembangunan KBBK. Hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara dengan pejabat yang berkepentingan dengan pembangunan KBBK, berbagai faktor yang merupakan faktor pendorong pembangunan KBBK antara lain: 1) Lokasi KBBK yang berada di pusat kota Jakarta, dekat dengan pusat-pusat belanja dan bisnis di sekitarnya, 2) Sudah tersedianya sarana dan prasarana Ualan, listrik, telepon, air, gas serta hunian (apartemen, kondominium, rusun); 3)Akses ke dan dari jalan tol Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok. Realisasi pembangunan yang dimulai sejak tahun 1990, hingga akhir tahun 2002 menunjukkan: a) Sudah selesai 100% mencapai 40%; b) Dalam proses lanjutan (sedang dibangun) 9,3%, dan yang masih belum dibangun 50,7%. Berdasarkan kuesioner yang dikirimkan kepada pemilik /pengembang melalui DP3KK menunjukkan sebagian besar (90%) proyek belum dapat dilanjutkan karena alasan ekonomi, sedangkan sisanya karena alasan non ekonomi (10%). Hasil kajian pada periode.sebelum krisis ekonomi lambatnya pembangunan KBBK disebabkan karena : a. Faktor eksternal, yaitu : 1) Kurangnya demand (kebutuhan) perumahan dan gedung perkantoran, sehingga terjadi oversupply. 2) Faktor kompetitor yang kurang dipertimbangkan oleh pihak pengelola, baik BPKK maupun DP3KK. b. Faktor • internal, yaitu : 1) Faktor pengelolaan/manajemen, serta 2) Aksesibilitas yang kurang memadai. Secara umum dapat dikatakan, bahwa keadaan sebelum dan sesudah krisis ekonomi, terjadi kelebihan pasok ruang perkantoran dan hunian untuk golongan menengah atas.Sebagai alternatif pemecahan masalah untuk melanjutkan pembangunan adalah : 1) Membangun Sentra dagang dan mengadakan kegiatan promosi merupakan usulan penyelesaian masalah yang perlu segera dilakukan, 2) Guna mengakselerasi kegiatan pembangunan, pengelolaan sebaiknya diserahkan kepada atau bekerja sama dengan swasta yang lebih berpengalaman dalam pembangunan suatu kota baru yang telah berhasil. Selain itu swasta biasanya lebih mudah menarik investor dibandingkan pemerintah, 3) Menarik investor, baik investor domestik maupun asing; 4) Memperbaiki jalan-jalan sekitar, sehingga lebih rapi dan bagus merupakan daya tarik tersendiri bagi calon pembeli apartemen atau pertokoan yang akan dibangun, dan 5) Dalam jangka panjang perlu dipikirkan pembangunan fly over rel kereta api setelah mendapatkan investor luar negeri (asing) yang bermodal dan berpengalaman. Hal ini untuk memperlancar arus kendaraan di KBBK pada khususnya dan Jakarta Pusat pada umumnya

T The development of Kota Baru Bandar Kemayoran as new town in town is an effort of the government in alliance with the private sector to utilize formerly Kemayoran Airport using the Garden City Concept. The development\'s goal is to increase the environment and its social life. The development is coordinated by the Agency Management of Kemayoran Compound (BPKK) and DP3KK as the implementing agency. For implementing the goal BPKK has implemented planning and development of infrastructures to attract investors. The development plan is divided into 3 phases, i.e. : Short Term (0-3) years, Middle term (4-8) years and Long term (9-15) years. The total project to be developed was 75 consisting of 20 government, 14 BUMN and 41 privates. The development is started in 1990, but at the end Of 2002 not all the projects are finished yet.This survey is aimed to identify : 1) The realization of the projects, 2) The attracting or driving factors to investors, and 3) Identification of the obstacle factors of the development.Based on interviews with BPKK and DP3KK officials, the driving factors of KBBK are : 1) KBBK is located at the central of Jakarta, closed to the business centers, 2) The infrastructures are already been developed (road, electricity, telephone, water, gas and settlements; 3) Accessibility to the international air port Soekarno-Hatta and Tanjung Prick Harbour.Starting form 1990 to the end of 2002 the realization of projects indicating:a) 40% finished (completed); b) 9,3% in process (under construction) and c) 50,7% not yet developed at all.The data from the •questionnaires collected shows that 90% of the projects are not completed due to economics conditions and the remaining are non economics factors (10%). Prior to economics crisis the survey shows that external factors i.e. demand on housings and offices lesser than the supply of its (over supply) and the surrounding competitors are not fully considered.Managerial aspects and accessibility both are of internal obstacle factors. In general both pre or after economics crisis the demand is lesser then the supply of those facilities (over supply).Based on those conditions, the suggested problem solving alternatives for continuing the projects are as follows:1) Develop or establish the business centers and increase promotion activities; 2) For accelerating the development, it is recommended the management of the project is under the private sector that are experienced in joining investors; 3) Join the investors, both domestic and foreign investors; 4) Improve the surrounding roads for attracting people to come and live in KBBK; and 5) In the long term the development of tract fly over need to be considered for better land transportation in Jakarta, especially in Central Jakarta, including KBBK.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?