DETAIL KOLEKSI

Pemanfaatan limbah acetylene sludge sebagai alternatif bahan substitusi pada produk beton (Studi kasus pada batch plant PT. Freeport Indonesia)


Oleh : Rian Prasetyo Wisnu

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2017

Pembimbing 1 : Dwi Indrawati

Pembimbing 2 : rer. nat. Hilarion Widyatmoko

Subyek : Hazardous waste - Acetylene sludge;Strength of materials - Concrete

Kata Kunci : acetylene sludge, slump, compressive strength test, toxicity characteristic leaching procedure


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2017_TA_TL_08213034_Halaman-judul.pdf 1258
2. 2017_TA_TL_08213034_Bab-1.pdf 213.74
3. 2017_TA_TL_08213034_Bab-2.pdf 18027.47
4. 2017_TA_TL_08213034_Bab-3.pdf 490.33
5. 2017_TA_TL_08213034_Bab-4.pdf 20471.72
6. 2017_TA_TL_08213034_Bab-5.pdf 200.81
7. 2017_TA_TL_08213034_Daftar-pustaka.pdf 210
8. 2017_TA_TL_08213034_Lampiran.pdf 113080.53

L Limbah acetylene sludge merupakan limbah B3 yang pada praktiknya masih belum dimanfaatkan dengan benar. Kebanyakan limbah ini dibuang ke lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan beton dengan kekuatan yang optimal dan toksisitas yang memenuhi baku mutu dari pemanfaatan limbah acetylene sludge hasil produksi gas acetylene (C2H2) yang dilakukan oleh PT. Freeport Indonesia di daerah Kuala Kencana, Timika, Provinsi Papua (4.3653° S, 136.7478° E). Pemanfaatan dilakukan dengan melakukan serangkaian variasi campuran limbah (60% Acetylene Sludge dan 40% fly ash) sebanyak 5%, 10%, dan 15% terhadap material pasir dan semen pada beton. Pengujian beton hasil pemanfaatan limbah acetylene sludge dilakukan dengan metode Uji Kuat Tekan yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 1974:2011. Selain uji kuat tekan, juga dilakukan uji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) untuk mengetahui potensi pelindian beton hasil pemanfaatan menggunakan alat Optical Emission Spectrometer yang mengacu pada US EPA-902-B-96-001. Campuran pasta beton berhasil dicapai pada nilai slump 6 dan 7 dengan penurunan sekitar 15-18 cm. Hasil kekuatan beton yang paling baik terlihat pada komposisi 15% komponen pasir yang disubstitusi dengan limbah dengan kekuatan beton 41,9 MPa. Hasil uji TCLP untuk kedua variasi menunjukkan nilai Barium dan Krom sebesar 0,019 mg/L dan 0,680 mg/L dengan pH 12,24. Parameter lain menunjukkan jumlah yang sangat kecil sehingga, tidak terbaca oleh alat. Berdasarkan standar TCLP pada Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014, baku mutu Barium dan Krom sebesar 35 mg/L dan 2,5 mg/L, sehingga dapat disimpulkan bahwa beton pemanfaatan ini memenuhi baku mutu yang ada.

A Acetylene sludge is a hazardous waste, which in practice has not been properly utilized. Most of them were still dumped in environment. The aim of this study is to obtain a concrete with a proper strength and comply the toxicity standards by utilizing Acetylene Sludge from an acetylene gas (C2H2) production in PT. Freeport Indonesia, which is located in Kuala Kencana, Papua (4.3653° S, 136.7478° E). The waste (containing of 60% Acetylene Sludge and 40% fly ash) is utilized by mixing it on some series of trial that are 5%, 10%, and 15% waste from the main concrete materials (sand and cement). The concrete strength is measured using Compressive Strength Test Method that refers to Standar Nasional Indonesia 1974:2011. Other than that, Toxicity Characteristic Leaching Procedure test were also done using Optical Emission Spectrometer to determine the leaching potential from concrete utilization. This test was executed based on US EPA-902-B-96-001. The concrete paste gave the value of slump 6 and 7 with concrete mixture declined by 15-18 cm. Result showed that the strongest concrete is from the mixture of 15% sand material that was substituted by the acetylene sludge waste with the strength value of 41,9 MPa. TCLP test results were given the value of Barium 0,019 mg/L and Chromium 0,680 mg/L with a pH value of 12,24. The other parameters were not shown on the test equipment because the value is very small. Referring to Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014, the quality standards of Barium and Chromium are 35 mg/L and 2.5 mg/L. That showed the concrete utilization complies the standards.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?