DETAIL KOLEKSI

Perencanaan uji pressure build-up pada sumur heavy oil


Oleh : Nabilah Hisanah

Info Katalog

Nomor Panggil : 900/TP/2018

Penerbit : FTKE - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : M. Taufiq Fathadin

Pembimbing 2 : Widia Yanti

Subyek : Oil well drilling;Oil technic - Research

Kata Kunci : pressure build-up, sensitivity test, viscosity, permeability, porosity, shutin time


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_TM_071001400117_Halaman-Judul.pdf 2338.89
2. 2018_TA_TM_071001400117_Bab-1.pdf 715.85
3. 2018_TA_TM_071001400117_Bab-2.pdf 1437.54
4. 2018_TA_TM_071001400117_Bab-3.pdf 1239.83
5. 2018_TA_TM_071001400117_Bab-4.pdf 2447.34
6. 2018_TA_TM_071001400117_Bab-5.pdf 703.09
7. 2018_TA_TM_071001400117_Daftar-Pustaka.pdf 602.65
8. 2018_TA_TM_071001400117_Lampiran.pdf 1484.18

S Sumur N-7 merupakan salah satu sumur di Lapangan H yang dibor untuk dapat melengkapi kekurangan data yang belum didapatkan dari sumur sebelumnya, yaitu Sumur N-6 yang berjarak hanya 98,43 feet dari Sumur N-7. Terdapat pula fault yang menjadi boundary dari Sumur N-7 dengan jarak sumur ke fault (L) adalah sebesar 407 feet. Berdasarkan tujuan tersebut, akan diaplikasikan uji pressure build-up (PBU) pada Sumur N-7 untuk mengetahui karakteristik reservoirnya yang diasumsikan mirip dengan reservoir Sumur N-6 mengingat jarak keduanya yang tidak terlalu jauh. Namun, operasi PBU tidak dapat memberikan hasil yang baik dikarenakan kehadiran heavy oil di dalam reservoir. Maka terlebih dahulu harus dilakukan injeksi thermal pada Sumur N-7 yang dilakukan sebelum uji PBU dilaksanakan. Injeksi thermal dilakukan untuk menurunkan viskositas heavy oil sehingga nantinya uji PBU dapat berjalan dengan lebih optimal dan memberikan output yang mewakili karakteristik reservoir yang sebenarnya. Sumur N-7 merupakan sumur eksplorasi yang memiliki data sumur dan data reservoir yang terbatas. Untuk itu dilakukan beberapa perhitungan dengan menggunakan korelasi dengan menjadikan Sumur N-6 sebagai sumur acuan. Beberapa sifat fisik fluida dan batuan reservoir juga ditentukan berdasarkan data yang telah ada pada Sumur N-6, yang berasal dari data geologi, analisis petrofisik, dan uji laboratorium. Selanjutnya, dilakukan sensitivity test untuk dapat menentukan parameter uji PBU dengan stimulus yang berupa viskositas ( 𝜇 ), permeabilitas (k), porositas (), dan shut-in time (t). Terdapat total 450 skenario sensitivity test uji PBU yang dapat dipilih, sehingga analisis dilakukan dengan bantuan perangkat lunak uji sumur. Hasil sensitivity test menghasilkan suatu pembuktian bahwa nilai viskositas fluida merupakan parameter yang paling berpengaruh dibanding permeabilitas, porositas, dan shut-in time terhadap besar kecilnya radius investigasi (ri) yang umumnya dipengaruhi oleh kemampuan rambat pressure transient. Kemudian, dengan membandingkan nilai ri yang didapat dari perangkat lunak uji sumur dan dengan nilai (kt/µct) 0,5, diketahui besarnya konstanta modifikasi “a” untuk menghitung besarnya nilai ri yang diterapkan khusus untuk sumur yang memiliki karakteristik fluida dan reservoir yang mirip dengan Sumur N-7. Besarnya konstanta tersebut adalah sebesar 1197,304 untuk nilai ri yang kurang dari L, dan 1222,554 untuk nilai ri yang lebih dari L. Skenario uji PBU yang dapat dipilih merupakan skenario dengan parameter desain yang telah mencapai periode radial flow sebelum pressure transient sampai ke fault, yaitu dengan range viskositas sebesar 5,602 sampai 24,796 centipoise dengan shut-in time minimal selama 100 hours.

N N-7 Well is one of some wells located on H-Field which had been drilled to complete the missing data from the previous well, N-6 with only 98,43 feet distance between them. There is also a fault as its boundary, 407 feet from the well (L). Because of that objective, pressure build-up (PBU) test will be conducted to N-7 Well to get its reservoir characteristics that are as analogous as N-6 Well’s because of its not-so-far distance. However, PBU test will not give any good result because heavy oil contained in it. So, thermal injection must be done into this well with thermal injection before PBU test is running. Thermal injection is applied in order to lower its oil viscosity so that PBU test will give more optimum results and will give output describes the actual reservoir characteristics best. N-7 Well is an exploration well with limited well and reservoir data. Accordingly, there are several calculations done with some correlations using N-6 Well as its reference. Some reservoir fluid and rock properties must be determined based on the data N-6 Well has had. The sources of N-6 data came from geological analysis, petrophysics analysis, and laboratory test. After that, sensitivity test is executed to get the best PBU test parameters with some stimulus, such as viscosity (𝜇), permeability (k), porosity (), and shut-in time (t). There are 450 PBU sensitivity test scenarios in total that can be chosen, so that the analysis will be done with well testing software. The sensitivity test results appeared that viscosity affected radius investigation (ri) values more influencing than permeability, porosity, and shut-in time that generally caused by the ability of pressure transient to vine. The analysis continued by comparing ri values from Uji PBU and (kt/µct) 0,5 to know the modified constant values “a” to calculate ri at another wells with identical fluid and reservoir characteristics as N-7 Well’s. The first constant value for ri which is less than L is 1197,304 and for ri which is more than L is 1222,504. The chosen PBU test scenario must be reached radial flow period before pressure transient arrives at the fault, so it will be the scenarios with viscosity range at 5,602 to 24,796 centipoise with minimum shut-in time is 100 hours long.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?