DETAIL KOLEKSI

Hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat stres pada ibu rumah tangga


Oleh : Susi Wulandari

Info Katalog

Nomor Panggil : S 1295

Penerbit : FK - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2018

Pembimbing 1 : Alvina

Subyek : Psychological stress;Physical stamina

Kata Kunci : physical activities, stress, age, housewife of dayak etnicity


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2018_TA_KD_03014184_Halaman-judul.pdf 1025.5
2. 2018_TA_KD_03014184_Bab-1-Pendahuluan.pdf 717.58
3. 2018_TA_KD_03014184_Bab-2-Tinjauan-literatur.pdf 909.22
4. 2018_TA_KD_03014184_Bab-3-Kerangka-konsep.pdf 733.9
5. 2018_TA_KD_03014184_Bab-4-Metode.pdf 977.5
6. 2018_TA_KD_03014184_Bab-5-Hasil.pdf 928.75
7. 2018_TA_KD_03014184_Bab-6-Pembahasan.pdf 746.03
8. 2018_TA_KD_03014184_Bab-7-Kesimpulan.pdf 631.56
9. 2018_TA_KD_03014184_Daftar-pustaka.pdf 813.92
10. 2018_TA_KD_03014184_Lampiran.pdf 2639.91

S Stres merupakan respons individu terhadap lingkungan yang dinilai sebagai sesuatu yang melebihi kemampuan untuk mengatasinya. Umumnya yang paling sering mengalami stres adalah perempuan dan meningkat apabila perannya menjadi ibu rumah tangga karena tanggung jawab yang dihadapi semakin besar. Tingkat stres dipicu oleh aktivitas fisik yang dilakukannya sehari-hari dan berulang hingga menimbulkan titik jenuh, sehingga menimbulkan gangguan stres. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan aktivitas fisik dan tingkat stres pada ibu rumah tangga. Penelitian merupakan studi deskriptif-analitik dengan desain crosssectional, diselenggarakan pada bulan Agustus 2017 di desa Muara Joloi pada 95 responden ibu rumah tangga. Pengumpulan data menggunakan kuesioner DASS 42 untuk tingkat stres dan IPAQ untuk aktifitas fisik. Pengambilan sampel secara consecutive non-random sampling dan analisis data menggunakan uji Chi-square. Penelitian dilakukan di daerah pedesaan dengan mayoritas suku Dayak, terdiri dari 40% responden berusia <35 tahun dan usia 60,0% berusia >35 tahun. Responden memiliki aktifitas fisik berat sebanyak 75,8%, 24,2% memiliki aktivitas fisik sedang, 61,1% memiliki tingkat stres sedang-sangat berat dan 38,9% memiliki tingkat stres normal-ringan. Terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisk dengan tingkat stres (p= 0,047) tetapi tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan tingkat stres (p= 0,932). Terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dan tingkat stres pada ibu rumah tangga, namun tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan tingkat stres pada ibu rumah tangga.

S Stress is an individual response to the environment, which is considered as something that exceeds the ability to overcome. In general, women are more prone to stress in particular housewives due to their responsibilities and coping with daily household problems. The level of stress is triggered by several factors including daily physical activitie make them feel very stressful. This study aim was to assess the relationship between physical activity and stress levels of housewives. This research used descriptive-analytic study with cross sectional design. The study was conducted in August 2017 at Muara Joloi village, respondents were 95 housewives. The data collection used DASS 42 questionnaire for stress level and IPAQ questionnaire for physical activity used consecutive non-random sampling. Data analysis was done by using statistical Chi-square program. Research was conducted in rural areas with the majority Dayak ethnicity. The respondents consisted of housewives aged <35 years old (40.0%) and age> 35 years (60.0%), had heavy physical activity (75.8%) and moderate physical activity (24.2%) .The dominant stress level of respondents had moderate-severe stress (61.1%) than the mild-normal stress level (38.9%). There was a significant relationship between physical activity and stress level, (p = 0,047). The result of analysis was not significant between age and stress level, (p = 0,932). There was a significant relationship between physical activity and stress levels of housewives in Muara joloi village Central Kalimantan, but no significant relationship between age and stress levels

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?