DETAIL KOLEKSI

Pemanfaatan Chlorella sorokiniana dan Closterium sp. sebagai bahan baku biodiesel dengan variasi sumber Nitrogen dan suhu ektraksi


Oleh : Amani Karima

Info Katalog

Penerbit : FALTL - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

Pembimbing 1 : Astri Rinanti

Pembimbing 2 : Mawar D.Silalahi

Subyek : Biochemistry - Biodiesel;Biomass energy

Kata Kunci : chlorella sorokiniana, closterium sp., mikroalga, biofuel, biodiesel


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2019_TA_STL_082001400005_Halaman-judul.pdf 2766.64
2. 2019_TA_STL_082001400005_Bab-1.pdf 101.91
3. 2019_TA_STL_082001400005_Bab-2.pdf 550.7
4. 2019_TA_STL_082001400005_Bab-3.pdf 626.84
5. 2019_TA_STL_082001400005_Bab-4.pdf 1087.04
6. 2019_TA_STL_082001400005_Bab-5.pdf 29.35
7. 2019_TA_STL_082001400005_Daftar-pustaka.pdf 264.14
8. 2019_TA_STL_082001400005_Lampiran.pdf 1853.15

P Penelitian ini bermaksud untuk memanfaatkan biomassa algal blooming sebagai penyebab ketidakseimbangan ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah menentukan a) tingkat produktivitas biomassa mikroalga hijau Chlorella sorokinian dan Closterium sp. sebagai bahan baku bahan bakar alternatif, b) kandungan lipid pada biomassa mikroalga dengan variasi N-anorganik dan suhu ekstraksi, c) minyak nabati yang berpotensi sebagai biodiesel. Pada penelitian ini, kultur campuran dikultivasi dengan teknik kultur batch secara bertahap dalam fotobioreaktor bervolume (Liter) 0,5; 1,5; dan 30. Kondisi lingkungan diatur sebagai berikut: pH 6, suhu 27oC, dan pencahayaan secara kontinyu dengan intensitas cahaya 2400 lux. Sumber nutrient menggunakan medium artifisial Provasoli Haematococcus Media (PHM) dengan variasi penambahan KNO3 sebagai sumber nitrogen sebanyak (%) 100; 50; 25; dan tanpa KNO3. Setelah diperoleh jumlah KNO3 optimum yang menghasilkan lipid paling tinggi, maka dilanjutkan dengan melakukan ekstraksi dengan bantuan alkohol, kloroform, dan aquades dengan perbandingan (1:1:1) dengan variasi temperatur (oC) 25; 30; dan 35. Selama proses kultivasi, analisis kepadatan sel dilakukan dengan menggunakan alat spektrofotometer UVVis. Analisis kadar lipid dan berat kering mikroalga dilakukan dengan Metode Bligh and Dyer. Biodiesel yang dihasilkan dari proses transesterifikasi diidentifikasi menggunakan alat Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan penambahan KNO3 sebesar 25%, suhu esktraksi optimum sebesar 35oC dan waktu pemanenan pada fase eksponensial, yaitu pada hari ke-9 dapat menghasilkan biomassa dan kadar total lipid tertinggi yaitu sebesar 2,56% (w/w) dan sebesar 77,94% (w/w). Hasil penelitian menunjukan dengan penurunan kadar KNO3 memberikan penurunan jumlah biomassa yang tidak signifikan namun kandungan total lipid mikroalga mengalami peningkatan. Penambahan KNO3 sebesar 25% menghasilkan kandungan lipid lebih tinggi yaitu 80,78% (w/w) dibandingkan dengan penambahan KNO3 sebesar 50% dan tanpa KNO3 menghasilkan kandungan lipid masing-masing sebesar 70,82% (w/w) dan 74,02% (w/w). Hasil analisis GCMS menunjukkan bahwa terdapat 5 kandungan asam lemak utama yang umumnya terkandung dalam biodiesel, yaitu asam palmitat yang sebesar 12,18%, asam oleat sebesar 3,55%, asam linoleat yang memiliki kandungan sebesar 6,69%, asam linolenat sebesar 21,62%, dan asam stearat sebesar 3,66% Dengan demikian, penelitian ini memberikan informasi bahwa kultur campuran mikroalga tropis Chlorella sorokinian dan Closterium sp. berdasarkan kandungan lipid dan asam lemak hasil ekstraksi Blight & Dyer menunjukan kandungan minyak yang dapat berpotensi sebagai bahan baku biodiesel.

T This study intends to utilize algal blooming biomass as a cause of ecosystem imbalance. The purpose of this study was to determine a) the level of biomass productivity of green microalgae Chlorella sorokinian and Closterium sp. as raw material for alternative fuels, b) lipid content in microalgae biomass with N-inorganic variation and extraction temperature, c) vegetable oil which has the potential as biodiesel. In this study, the mixed culture was cultivated with a batch culture technique in stages in a photo bioreactor volume (Liter) 0,5; 1.5; and 30. The environmental conditions were regulated as follows: pH 6, temperature 27 oC, and continuous lighting with a light intensity of 2400 lux. Source of nutrient was using the artificial medium of Provasoli Haematococcus Media (PHM) with the variation of addition of KNO3 as the nitrogen source as much as (%) 100; 50; 25; and without KNO3. After obtaining the optimum amount of KNO3 which produced the highest lipids, then proceed with extraction with the help of alcohol, chloroform, and aquadest by comparison (1:1:1) with temperature variation (oC) 25; 30; and 35. During the cultivation process, cell density analysis was carried out using a UV-Vis spectrophotometer. Analysis of lipid levels and dry weight of microalgae was carried out by the Bligh and Dyer Method. Biodiesel produced from the transesterification process was identified using the Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GCMS) tool. The results of this study indicate that with the addition of KNO3 of 25%, the optimum extraction temperature is 35 oC and harvesting time in the exponential phase, which is on the 9th day can produce the highest biomass and total lipid content of 2.56% (w/w) and 77.94% (w/w). The results showed a decrease in the amount of KNO3 gave a significant decrease in the amount of biomass, but the total content of microalgae lipids increased. Addition of KNO3 of 25% resulted in higher lipid content of 80.78% (w/w) compared to the addition of KNO3 of 50% and without KNO3 resulting in lipid content of 70.82% (w/w) and 74.02 respectively. % (w/w). The results of GCMS analysis showed that there was 5 main fatty acid content commonly contained in biodiesel, namely palmitic acid which amounted to 12.18%, oleic acid of 3.55%, linoleic acid which contained 6.69%, linolenic acid of 21,62%, and stearic acid of 3.66%. Thus, this study provides information that a mixture of tropical microalgae culture Chlorella sorokinian and Closterium sp. based on the lipid content and fatty acid extracted from Blight & Dyer, it shows that the oil content can potentially be a biodiesel.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?