DETAIL KOLEKSI

Usulan interval waktu pemeriksaan dan interval waktu penggantian pencegahan komponen kritis pada mesin kritis berdasarkan minimasi downtime di PT Jabatex


Oleh : Gusli

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2005

Pembimbing 1 : Jhonson Saragih

Subyek : Machinery in industry - Maintenance and repair;Industrial equipment - Maintenance and repair - Management

Kata Kunci : inspection time intervals, replacement time intervals, prevention of critical components, critical m


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2005_TA_TI_06300190_Halaman-Judul.pdf 4651.32
2. 2005_TA_TI_06300190_Bab-1.pdf 1165.86
3. 2005_TA_TI_06300190_Bab-2.pdf 9284.97
4. 2005_TA_TI_06300190_Bab-3.pdf 1514.91
5. 2005_TA_TI_06300190_Bab-4.pdf 17884.66
6. 2005_TA_TI_06300190_Bab-5.pdf 4980.27
7. 2005_TA_TI_06300190_Bab-6.pdf 899.72
8. 2005_TA_TI_06300190_Daftar-Pustaka.pdf 283.56
9. 2005_TA_TI_06300190_Lampiran.pdf 37332.83

P PT Jabatex merupakan sebuah perusahaan industri yang bergerak di bidang tekstil, khususnya dalam memproduksi kain. Kain yang diproduksi merupakan pesanan dari konsumen PT Jabatex dan akan diproses dan diselesaikan sesuai dengan permintaan dari konsumen tersebut. Untuk melakukan produksinya ini digunakan mesin yang memegang peranan penting dan menjadi faktor penunjang produksi yang perlu diperhatikan.Untuk melakukan fungsinya itu, perusahaan mengalami permasalahan yaitu seringnya terjadi kerusakan pada mesin yang berakibatkan terhentinya proses produksi yang akan mengakibatkan target produksi yang tidak tercapai serta terkadang terlambatuntuk memenuhi target permintaan konsumen . Perusahaan terdiri dari beberapa divisi dimana kerusakan terbesar terdapat pada divisi Dyeing 2.Perusahaan tidak mempunyai jadwal perawatan mesin dan penggantianpencegahan komponen dan biasanya perbaikan hanya dilakukan jika terjadi kerusak:an . Hal ini akan menambah total downtime karena selain menurunkan keandalan mesin, komponen yang rusak yang mungkin memerlukan penggantian, tidak tersedia, sehingga banyak waktu yang akan terbuang percuma untuk hal-hal yang tidak penting. Untuk itu, maka dibuatlah suatu usulan frekuensi pemeriksaan dan interval waktu penggantian pencegahan komponen kritis dengan menggunakan kriteria minimasi downtime sehinngga dapat meminimasi nilai downtime dan dapat meningkatkan nilai availabilitas maupun reliabilitas mesin.Tahap pertama yang dilakukan adalah menentukan mesin kritis berdasarkan total downtime terbesar dari mesin-mesin yang digunakan pacta divisi Dyeing 2 selama periode Januari 2004 sampai Desember 2004 dan didapatkan mesin kritisnya adalah Nissen dengan nomor mesin D.044. Setelah didapatkan mesin kritis, maka dilanjutkan dengan penentuan komponen kritis yang menggunakan diagram pareto dengan memperhatikan persentase kumulatif mendekati 80%, dan didapatkan komponen­ komponen tersebut adalah Bearing 6007, Timing Belt 210 x 625, dan Bearing 6004. Setelah itu dilakukan penentuan jenis distribusi dengan menggunakan software minitab dari data kerusakan dan perbaikan yang menggunakan metode Least Square Curve Fitting yang kemudian dilanjutkan dengan penentuan parameter, mean time to failure serta mean time to repair dengan menggunakan metode Maximum Likehood Estimators dan uji Goodness-of-fit. Jenis distribusi terpilih untuk komponen Bearing 6007 dan Timing Belt 210 x 625 adalah sama, yaitu distribusi Weibull. Sedangkan ootuk komponen Bearing 6004 berdistribusi Normal. Untuk menghitung MTTF dan MTTR digunak:an empat pilihan distribusi, yaitu distribusi Eksponensial, Weibull, Normal, dan Lognormal. Untuk membantu analisi terhadap distribusi data kerusakan tersebut, digunakan bantuan grafik fungsi kerusakan yang berisi grafik fungsi kepadatan probabilitas, fungsi keandalan dan fungsi laju kerusakan.Kemudian dilanjutkan dengan perhitungan interval waktu penggantian pencegahan unutk komponen Bearing 6007, Timing Belt 210 x 625, dan Bearing 6004berturut-turut adalah 830 jam , 890 jam, dan 1350 jam. Setelah itu dilanjutkan dengan perhitungan interval pemeriksaan, yaitu setiap 56.4 jam untuk komponen Bearing 6007 dan setiap 62.67 jam untuk komponen Timing Belt 210 x 625, serta setiap 1350 jam unutk komponen Bearing 6004. Selanjutnya dilakukan perbandingan reliability kondisi sekarang dan usulan untuk kedua komponen kritis yang hasilnya menunjukkan bahwa dengan menerapkan perawatan pencegahan, reliabilitas dapat terns terjaga pada tingkat yang tinggi.

P PT Jabatex is an industrial company that engaged in textile field, particularly in producing cloth. The cloth is ordered by PT Jabatex's client and will be processed and finished based on the specification of the client. In order to conduct the production, machines play an important role and become a production support factor that requires much attention.In performing the ftmction , the company bumped into trouble which caused bymachines failure. The failure had caused the production process to stop, which may lead to unfulfilled target of production and sometimes get delayed in fulfilling client's demand. The company itself consists of some division, where the largest damage is in division Dyeing 2.The company doesn't have a regular machine maintenance schedule and preventive component replacement. Repairing is only conducted in time of damage. This will add up to a total downtime, since besides reducing machine performance, there might be no supply to replace tt1e broken component, and this will only be a time wasting for inessential matter. Therefore, it comes up with a suggestion of maintenance frequency and time interval of critical preventive component replacement by using the criteria of downtime minimization to minimize downtime value and to increase machine availability and reliability .The first phase was to determine critical machine based on the largest total downtime of machines used in the Dyeing 2 division from January 2004 to December 2004, and the result came up with Nissen, with machine registered number D. 044. Then the phase continued with determining critical component using Pareto diagram by considering cumulative percentage value approaching 80%. The components were Bearing 6007, Timing Belt 210 x 625, and Mickey Pull . But since Mickey Pull component doesn 't have Time to Failure value - it only failed once - then this component could not be considered as a critical component due to the impossibility of measurement. Afterward, the phase continued with determining the distribution type by using Minitab software from the data of failure and repair that apply method of Least Square Curve Fitting which proceeded with determining parameter , mean time to failure and mean time to repair, by using method of Maximum Likehood Estimators and test of Goodness-of-fit. The chosen distribution type for Bearing 6007 and Timing Belt 210 x 625 components was the same, i.e. Weibull distribution . Four distribution choices were used to measure MTTF and MTTR, i.e. Exponential, Weibull, Normal and Lognormal distribution. To help analyzing those failure data, failure ftmction graphic suppon, which consists of probability density function graphic, excellence function and failure speed function, was applied.The phase then proceeded to counting time interval of preventive replacement ,i.e. every 830 hours for Bearing 6007 component and every 890 hours for Timing Belt 210 x 625 component. The next step, counting inspection interval, i.e. every 56,4 hours for Bearing 6007 component and every 62,67 hours for Timing Belt 210 x 625 component. Then, recent condition reliability comparison was conducted. The result of suggestion for both critical components shows that by applying preventive maintenance, the reliability can be kept on a high level.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?