DETAIL KOLEKSI

Usulan perbaikan postur tubuh pekerja dan perancangan fasilitas kerja pada stasiun kerja gerinda di PT. Asaba Industry


Oleh : Riviana Frasticha

Info Katalog

Penerbit : FTI - Usakti

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2007

Pembimbing 1 : Nora Azmi

Subyek : Human engineering;Work design

Kata Kunci : improvement, proposal, industry, work facility


File Repositori
No. Nama File Ukuran (KB) Status
1. 2007_TA_TI_06303144_Halaman-Judul.pdf 11154.6
2. 2007_TA_TI_06303144_Bab-1.pdf 1780.16
3. 2007_TA_TI_06303144_Bab-2.pdf 20278.83
4. 2007_TA_TI_06303144_Bab-3.pdf 3469.23
5. 2007_TA_TI_06303144_Bab-4.pdf 14516.35
6. 2007_TA_TI_06303144_Daftar-Pustaka.pdf 853.92
7. 2007_TA_TI_06303144_Lampiran.pdf 30484.82

P PT. Asaba Industry merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan sendok. Sebagian besar proses produksi dilakukan secara manual. Setelah dilakukan pengamatan dengan mengunakan survey QEC (The Quick Exposure Check) dengan tujuan untuk mengetahui stasiun kerja yang paling bermasalah diketahui bahwa stasiun kerja gerinda berada pada level tindakan 4, yaitu stasiun kerja ini berada pada range perlu adanya tindakan sekarang juga untuk diperbaiki dengan nilai Percent Exposure Level tertinggi (96,09%). Maka untuk selanjutnya perbaikan diprioritaskan pada stasiun kerja gerinda.Tahap selanjutnya adalah mencari faktor penyebab ketidaknyamanan kerja padastasiun kerja gerinda, yang dilanjutkan dengan kuesioner Nordic Body Map untuk memperoleh informasi area tubuh yang dikeluhkan sakit oleh pekerja. Dari kuesioner Nordic Body Map diperoleh hasil terdapat rasa sakit pada Ieber, pinggang, bokong dan lutut. Setelah Nordic Body Map, dilakukan pengukuran denyut jantung pekerja untuk menghitung konsumsi energi dan konsumsi oksigen. Pada stasiun kerja gerinda terdapat 2 aktivitas utama, yaitu menggerinda dan memindahkan pallet. Setelah itu dilanjutkan penggunaan tool pada ERGOWEB@ JET untuk mengidentifikasikan aktivitas pada stasiun kerja gerinda dan diperoleh hasil bahwa• aktivitas menggerinda berdasarkan RULA (Rapid Upper Limb Assesment Survey) berada pada Action level 3 yang berarti pada stasiun kerja ini t rdapat posisi kerja diluar range yang aman, sedangkan untuk mengangkat pallet berdasarkan Revised NIOSH (National Institute of Occupational Safety and Health) Lifting Equation (1994) diharuskan untuk dilakukan pengawasan secara teknikal.Kemudian dilakukan pengambaran kondisi awal postur tubuh pekerja denganbantuan software Mannequin Pro. 7 sehingga dapat diketahui momen awal yang dimiliki pekerja. Momen awal yang dihasilkan akan menjadi titik ukur perubahan postur tubuh dalam melakukan perbaikan dengan metode Simulated Annealing. Berdasarkan hasil perhitungan metode Simulated Annealing diperoleh sudut optimum tubuh ± 18° untuk lengan atas, ±24° untuk lengan bawah, ±2° untuk pinggang pada saat menggerinda dan± 1° untuk punggung, dan ±2° untuk pinggang pada saat mengangkat pallet. Perhitunganmenggunakan metode Simulated Annealing ini dilakukan secara manual maupun denganbantuan program yang dirancang dengan bahasa Visual Basic.Selanjutnya diberikan suatu usulan perbaikan dengan perancangan kursi dan meja kerja yang ergonomis dengan menggunakan tahapan perancangan produk. Usulan perbaikan perancangan meja dan kursi ini diberikan berdasarkan kebutuhan pada aktivitas kerja di stasiun gerinda . Kursi dan meja ini digunakan untuk mengatur postur tubuh pekerja. Dari hasil penilaian konsep, diperoleh meja usulan dengan konsep 4. Untuk perancangan kursi, diperoleh konsep 28 dengan menggunakan bantuan Fuzzy AHP (Analytical Hierarchy Process). Di samping itu, diusulkan penyediaan pelindung lutut yang memadai untuk melindungi lutut pekerja.Setelah implementasi, terdapat penurunan momen pada saat menggerinda dari420.3 lb-in turun menjadi 204.1 lb-in, sedangkan pada saat mengangkat pallet dari 1472.7 lb-in turun menjadi 657.1 lb-in. Selain itu juga dilakukan pengukuran konsumsi energi, dan diperoleh penurunan rata-rata konsumsi energi dari katcgori Heavy Work menjadi Moderate Work. Dari hasil kuesioner Nordic Body Map diperoleh adanya penurunan informasi mengenai area tubuh yang dikeluhkan sakit oleh pekerja.Dari hasil penelitian, disarankan agar perusahaan menerapkan pendekatan aspek­aspek rgonomi dalam perbaikan stasiun kerja gerinda dan memantau secara berkala.

P PT. Asaba Industry is manufacturing company which produces spoons. Most of the production processes are done manually. After conducting an observation using the QEC (The Quick Exposure Check) survey, it was know that the most problematic workstation was the grinding workstation which located on action level 4, that this workstation was needed to be improved right away, with the highest Percent Exposure Level score (96.09%). So the priority for improvement action would be on grinding workstation.Next step was to identify the cahlsing factors of the working. inconvenience at thegrinding workstation, which continued with the Nordic Body Map quesioner to get the information which part of the worker's bodies complained to be sick. Based on the result, there'was a dominant pain on neck, waist, butt and knee. Following the Nordic Body Map measurement of the worker's heart rate (pulse)to count the energy and oxygen consumption. There arc two main activities on grinding workstation. Which are grinding and moving pallet. Continued with the usage of tool on the ERGO WEB@ JET to identify the activity on grinding workstation and the result was the grinding activity was located on Action level 3 based on RULA (Rapid Upper Limb Assesment Survey) which meant this workstation there was a working position located on •the outer safety range, while based on Revised NIOSH (National Institute of Occupational Safety and Health) Lifting Equation (1994) technically supervision needed to be done to lift the pallet.The following step was describing the earlier body posture condition from workersusing Mannequin Pro. 7 software to identify the earlier moment of the workers. The generated earlier moment was being the measurement point for the body posture changes in order to do the improvement using the Simulated Annealing method. Based on the result of the Simulated Annealing method calculation, the optimum body angle was ± 18° for the upper arm, ±24° for the lower arm, ±2° for the back when grinding, and ± P for back and±2° for the waist when lifting the pallet. The Simulated Annealing method calculation using manually and program with Visual Basic.Next was given the improvement suggestion by doing the ergonomic working tableand chair using the product design sequences. The suggestion for the chair and table improvement design was given based on the needs of working activity at the grinding station. These chair and table were used to arrange the worker's body posture. From the scoring concept, the result for the suggested table was the concept 4. For the chair design, it was gotten 28 concept using the Fuzzy AHP (Analytical Hierarchy Process). Besides that, a providiy of proper knee decker was suggested to protect/shield the worker 's knee and the maintenance of grinding machine was being done.After th implementation, there was a moment decreasing when grinding from 420.3lb-in down to 204.llb-in, while when lifting the pallet from 1472.7lb-in down to 657.1lo-in. Beside that, based on the energy consumption measurement, it eas know that there was an average decreasing of the energy consumption from the heavy work category into the moderate work. From the result of Nordic Body Map, there was information of the decreasing sick complain of the worker's body area.• From te research's result, it was advised that the company would implement theergonomical aspects approach m improving the grinding workstation and monitor/supervise continously.

Bagaimana Anda menilai Koleksi ini ?